Identifikasi Konsep Sukar, Kesalahan Konsep, dan Faktor-Faktor Penyebab Kesulitan Belajar Hidrolisis Garam Peserta Didik Salah Satu SMA Blitar. / Galuh Febriani

Febriani, Galuh (2018) Identifikasi Konsep Sukar, Kesalahan Konsep, dan Faktor-Faktor Penyebab Kesulitan Belajar Hidrolisis Garam Peserta Didik Salah Satu SMA Blitar. / Galuh Febriani. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

RINGKASAN Febriani, Galuh. 2018. Identifikasi Konsep Sukar, Kesalahan Konsep, dan Faktor-Faktor Penyebab Kesulitan Belajar Hidrolisis Garam Peserta Didik Salah Satu SMA Blitar. Skripsi, Program Studi Pendidikan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Siti MarfuÔÇÖah, M.S., (II) Drs. H. Ridwan Joharmawan, M.Si. Kata Kunci: konsep sukar, kesalahan konsep, faktor-faktor penyebab kesulitan, hidrolisis garam. Kesukaran peserta didik dalam mempelajari kimia, diakibatkan karena kesukaran memahami konsep dengan benar sehingga konsep tersebut merupakan konsep sukar bagi peserta didik. Konsep sukar adalah persepsi peserta didik terhadap konsep yang dianggap sukar dan diukur dengan soal pilihan ganda beralasan dengan persentase jawaban salah (PJS) lebih besar atau sama dengan 61%. Ketidakpahaman, kesukaran atau timbulnya konsep lain yang dibentuk oleh peserta didik dapat mengakibatkan kemungkinan mengalami kesalahan pemahaman. Kesalahan pemahaman yang berlangsung secara terus-menerus atau konsisten menunjukkan peserta didik mengalami kesalahan konsep. Salah satu materi kimia yang dapat menimbulkan konsep sukar dan kesalahan konsep adalah hidrolisis garam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) konsep manakah yang dianggap sukar peserta pada materi hidrolisis garam; (2) pada konsep apa saja peserta didik mengalami kesalahan konsep; dan (3) faktor apa saja penyebab kesulitan belajar peserta didik dalam mempelajari dan memahami materi hidrolisis garam. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif. Populasi penelitian ini adalah peserta didik kelas XI MIA salah satu SMA Blitar, yang berjumlah 160 peserta didik. Sampel pada penelitian ini dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Sampel terdiri dari peserta didik kelas XI MIA 2 dan XI MIA 4 dengan jumlah 63 siswa. Instrumen penelitian ini divalidasi oleh 2 guru salah satu SMA di Blitar. Instrumen yang digunakan dalam penelitian berbentuk objektif pilihan ganda beralasan terdiri dari 26 soal dengan 5 alternatif pilihan jawaban yang dikembangkan sendiri oleh peneliti. Angket untuk menentukan faktor-faktor penyebab kesulitan mempelajari dan memahami materi hidrolisis garam terdiri dari 29 pernyataan dalam bentuk skala likert. Hasil wawancara digunakan sebagai triangulasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) konsep sukar yang dimiliki peserta didik adalah konsep (a) penentuan sifat ion dalam larutan dengan indikator menganalisis sifat kation dan anion dalam larutan berdasarkan harga Ka dan Kb; (b) persamaan reaksi hidrolisis garam dengan indikator menentukan persamaan reaksi hidrolisis garam berdasarkan kekuatan asam/basa penyusunnya; (c) penentuan sifat keasaman larutan hasil hidrolisis pada reaksi hidrolisis garam dengan indikator menentukan sifat keasaman larutan garam yang anion dan atau kationnya terhidrolisis; (d) stoikiometri larutan hidrolisis garam dalam hubungannya antara massa dan pH larutan dengan indikator menghitung dan ii menentukan harga pH suatu larutan garam dari massanya dan sebaliknya; (e) konsep perhitungan nilai Ka, Kb, dan Kh dalam hidrolisis garam dengan indikator menghitung nilai Ka, Kb, dan Kh dalam hidrolisis garam. (2) Kesalahan konsep yang dialami peserta didik adalah pada konsep: (a) 2% peserta didik menganggap ion yang berasal dari basa lemah tidak mengalami hidrolisis; (b) 2% peserta didik menganggap kation dari basa kuat dapat bereaksi dengan molekul air; (c) 3% peserta didik menganggap kekuatan basa konjugat sebanding dengan kekuatan asam; (d) 3% peserta didik menganggap kekuatan basa konjugat tidak dapat ditentukan dari harga Ka; (e) 5% peserta didik menganggap sifat ion sama dengan sifat zat asalnya; (f) 2% peserta didik menganggap hidrolisis anion dari asam lemah menghasilkan ion H3O+/H+; (g) 8% peserta didik tidak mengkonversikan satuan volume larutan kedalam liter sehingga mengakibatkan perhitungan menentukan massa garam salah; (h) berturut-turut 3% dan 2% tidak memahami rumus tetapan hidrolisis larutan garam yang berasal dari asam lemah dan basa lemah. (3) Faktor-faktor penyebab kesulitan mempelajari dan memahami materi hidrolisis garam adalah (a) kemampuan dalam hitungan (operasi matematis) sebesar 27,51%; (b) kemampuan menentukan dan menggunakan rumus kimia sebesar 30,16%; (c) kemampuan menghafal beberapa konsep dalam hidrolisis garam sebesar 29,37%; (d) tingkat ketelitian sebesar 17,46%; (e) menyimpan perolehan hasil belajar sebesar 32%; (f) kebiasaan belajar (pendisiplinan diri) sebesar 50,79%; serta (g) penjelasan dan respon guru dalam proses pengajaran sebesar 23,81% peserta didik yang mengalami.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Jurusan Kimia (KIM) > S1 Pendidikan Kimia
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 30 Jul 2018 04:29
Last Modified: 09 Sep 2018 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/22433

Actions (login required)

View Item View Item