Pengaruh penerapan model pembelajaran problem posing dalam model pembelajaran think pair square (TPS-PP) terhadap hasil belajar dan motivasi belajar siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Purwosari pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan / Nur Hidayati Afifa

Afifa, Nur Hidayati (2012) Pengaruh penerapan model pembelajaran problem posing dalam model pembelajaran think pair square (TPS-PP) terhadap hasil belajar dan motivasi belajar siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Purwosari pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan / Nur Hidayati Afifa. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Kata Kunci: Think Pair Square-Problem Posing, hasil belajar, motivasi belajar, kelarutan dan hasil kali kelarutan Kelarutan dan hasil kali kelarutan (Ksp) merupakan salah satu materi kimia yang sulit dan berurutan. Masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami materi ini. Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengatasi kesulitan siswa tersebut adalah model pembelajaran Think Pair Square (TPS). Model pembelajaran ini memberi kesempatan siswa untuk menjadi tutor sebaya. Materi kelarutan dan hasil kali kelarutan melibatkan operasi matematik, yang menyebabkan sebagian besar siswa mengalami kesulitan dalam mempelajari materi yang melibatkan hitungan. Untuk mengatasinya dapat digunakan model pembelajaran Problem Posing. Kedua model pembelajaran ini dapat dipadukan dengan cara menyisipkan langkah-langkah Problem Posing pada model Think Pair Square, sehingga dihasilkan model Think Pair Square-Problem Posing (TPS-PP). Langkah-langkah model pembelajaran TPS-PP adalah: 1) Guru menyampaikan materi pelajaran; 2) Guru memberi contoh membuat soal dan cara menyelesaikannya; 3) Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya; 4) Pada tahap Think guru membagikan LKS yang berisi kondisi soal dan meminta siswa membuat soal secara individu; 5) Pada tahap Pair guru meminta siswa bertukar soal dengan pasangannya, mengerjakan soal buatan temannya, kemudian mendiskusikan soal dan jawaban yang telah dibuat temannya serta materi yang belum dipahami; 6) Pada tahap Square guru meminta tiap pasang kelompok bergabung dengan pasangan yang lain untuk mendiskusikan soal yang telah dibuat dan jawabannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model Problem Posing pada model Think Pair Square terhadap hasil belajar dan motivasi belajar siswa yang dibelajarkan dengan model TPS-PP dan TPS. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian ganda, yaitu rancangan eksperimen semu dan rancangan deskriptif. Ada tiga variabel pada penelitian ini, yaitu variabel bebas (model TPS-PP dan TPS), variabel terikat (hasil dan motivasi belajar), dan variabel kontrol (waktu dan materi pelajaran , jenis dan waktu tes, serta guru). Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA SMAN 1 Purwosari, sedangkan sampelnya adalah siswa kelas XI IPA 2 (kelas eksperimen) dan siswa kelas IPA 3 (kelas kontrol). Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara cluster random sampling. Ada dua macam instrumen pada penelitian ini, yaitu instrumen perlakuan (berupa silabus, RPP, hand out, LKS) dan instrumen pengukuran (berupa tes, lembar observasi, angket). Pengumpulan data hasil belajar melalui ulangan harian, sedangkan motivasi belajar melalui angket. Analisis data hasil belajar menggunakan program SPSS 16.0 for windows, sedangkan data motivasi belajar siswa dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan analisis data tersebut, diperoleh dua kesimpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, ada pengaruh penerapan model pembelajaran Problem Posing pada model pembelajaran Think Pair Square (TPS-PP) terhadap hasil belajar siswa kelas XI IPA SMAN 1 Purwosari pada materi larutan dan hasil kali kelarutan. Nilai rata-rata kelas eksperimen (68,718) lebih tinggi, dari pada kelas kontrol (63,205). Kedua, Motivasi belajar siswa yang dibelajarkan menggunakan model Problem Posing-Think Pair Square (TPS-PP) lebih baik dari pada motivasi belajar siswa yang dibelajarkan menggunakan model Think Pair Square (TPS). Persentase motivasi belajar siswa dari kedua kelas adalah sebagai berikut: siswa yang sangat termotivasi pada siswa yang dibelajarkan dengan model TPS-PP 48,7%, pada siswa yang dibelajarkan dengan model TPS 36,5%; siswa yang termotivasi pada siswa yang dibelajarkan dengan model TPS-PP 48,7%, pada siswa yang dibelajarkan dengan model TPS 56,4%; siswa yang kurang termotivasi pada siswa yang dibelajarkan dengan model TPS-PP 2,6% , pada siswa yang dibelajarkan dengan model TPS 5,1%. Sedangkan berdasarkan rata-rata motivasivasi belajar siswa yang dibelajarkan dengan model TPS-PP (80) lebih baik dari pada siswa yang dibelajarkan dengan model TPS (75,4).

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Jurusan Kimia (KIM) > S1 Pendidikan Kimia
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 20 Apr 2012 04:29
Last Modified: 09 Sep 2012 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/21914

Actions (login required)

View Item View Item