Penerapan model pembelajaran TGT (Teams Games Tournament) dan program remidi dengan memperhatikan modalitas belajar pada materi ikatan kimia kelas X di SMAN 12 Malang / Afifah Intan Rahayu

Afifah Intan Rahayu (2009) Penerapan model pembelajaran TGT (Teams Games Tournament) dan program remidi dengan memperhatikan modalitas belajar pada materi ikatan kimia kelas X di SMAN 12 Malang / Afifah Intan Rahayu. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Prinsip yang mendasari penerapan KBK adalah pengembangan keterampilan hidup dan mengupayakan kemandirian siswa untuk belajar, bekerja sama dan menilai diri sendiri agar mampu membangun pemahaman dan pengetahuannya. Salah satu cara untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan menggunakan model pembelajaran yang dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa. Pembelajaran kooperatif mampu menyediakan kondisi yang menyebabkan siswa satu dengan yang lainnya saling aktif berinteraksi dan berlomba untuk meningkatkan hasil belajarnya. Pembelajaran kooperatif mempunyai beberapa tipe, salah satunya adalah Teams Games Tournament (TGT). Dalam TGT, siswa mengkonstruksi pemahaman dan pengetahuan secara aktif melalui proses diskusi dan turnamen sehingga diharapkan motivasi dan hasil belajar siswa meningkat. Berdasarkan teori belajar tuntas, siswa yang belum mencapai Standar Ketuntasan Minimal (SKM) harus mengikuti remidi untuk menuntaskan belajarnya. Siswa yang belum tuntas belajar dimungkinkan mengalami kesulitan belajar. Salah satu penyebab kesulitan belajar siswa adalah cara mengajar guru tidak sesuai dengan modalitas yang dimiliki siswa. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang penerapan pembelajaran kooperatif tipe TGT yang dilanjutkan dengan remidi terhadap siswa yang belum tuntas belajar dengan memperhatikan modalitas belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan: (1) Apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar ikatan kimia siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif TGT dengan siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran konvensional?, (2) Bagaimanakah keterlaksanaan pembelajaran kimia dengan model kooperatif TGT?, (3) Bagaimanakah keterlaksanaan remidi yang memperhatikan modalitas belajar siswa? Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu dan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMAN 12 Malang kelas X semester 1 tahun ajaran 2006/2007. Sampel penelitian terdiri dari 2 kelompok yaitu kelas X-3 sebanyak 42 siswa sebagai kelompok kontrol dan kelas X-4 sebanyak 42 siswa sebagai kelompok eksperimen. Pada kelas eksperimen dilakukan pembelajaran model kooperatif TGT dan remidi yang memperhatikan modalitas belajar siswa. Sedangkan pada kelas kontrol dilakukan pembelajaran konvensional. Instrumen yang digunakan berupa angket modalitas belajar, tes kognitif (terdiri dari pretes, tes hasil belajar dan tes setelah remidi), lembar observasi, angket minat terhadap pembelajaran kooperatif TGT dan perangkat pembelajaran. Dari ujicoba 48 soal tes prestasi belajar diperoleh 25 butir soal valid yang digunakan dengan nilai reliabilitas sebesar 0,62. Perbedaan hasil belajar ikatan kimia antara siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif TGT dengan siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran konvensional dianalisis berdasarkan statistik uji-t dua pihak dengan probabilitas = 0,05. Keterlaksanaan pengajaran kimia dengan model kooperatif TGT dan keterlaksanaan program remidi yang memperhatikan modalitas siswa dideskripsikan secara kualitatif. Hasil penelitian yang diperoleh adalah : (1) Terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa kelas X SMAN 12 Malang yang diajar dengan menggunakan pembelajaran kooperatif TGT pada materi ikatan kimia dengan hasil belajar siswa yang diajar menggunakan pembelajaran konvesional. (2) Keterlaksanaan model pembelajaran kooperatif TGT berlangsung dengan baik. Tiap kelompok mendapatkan nilai bagus untuk tiap aspek penilaian unsur-unsur dasar pembelajaran kooperatif yaitu pada rentang 100% sampai dengan 58,33%. Selain itu rata-rata poin turnamen pada pembelajaran TGT meningkat pada turnamen I ke turnamen II. Siswa memberi respon positif terhadap pembelajaran kooperatif TGT. Sebagian besar siswa menjawab sangat setuju dan setuju terhadap setiap indikator minat siswa terhadap pembelajaran kooperatif TGT. (3) Kegiatan remidi yang memperhatikan modalitas siswa terlaksana dengan baik, terlihat dari peningkatan prestasi belajar siswa setelah dilakukan remidi. Dari 42 siswa kelas eksperimen, terdapat 8 siswa yang belum mencapai SKM meliputi 7 siswa visual dan 1 siswa kinestetik. Setelah menempuh program remidi, 8 siswa dinyatakan tuntas dengan memperoleh nilai tes remidi di atas SKM.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Jurusan Kimia (KIM) > S1 Pendidikan Kimia
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 12 Jun 2009 04:29
Last Modified: 09 Sep 2009 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/21579

Actions (login required)

View Item View Item