Analisis dan visualisasi kandungan uap air (H2O) menggunakan spektograf atmosfer di Lapan Watukosek pada bulan Januari-Maret 2016 / Abdurrahman

Abdurrahman (2016) Analisis dan visualisasi kandungan uap air (H2O) menggunakan spektograf atmosfer di Lapan Watukosek pada bulan Januari-Maret 2016 / Abdurrahman. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Abdurrahman. 2016. Analisis dan Visualisasi Kandungan Uap Air (H2O) Menggunakan Spektograf Atmosfer di LAPAN Watukosek Pada Bulan Januari ÔÇô Maret 2016. Skripsi, Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Hari Wisodo, (II) Bambang Setiahadi P. . Kata kunci: Atmosfer, kandungan uap air (H2O), Spektograf Atmosfer, visualisasi Atmosfer tersusun atas beberapa lapisan, Berdasarkan komposisi penyusunnya, atmosfer tersusun atas sekitar 78,084% Nitrogen, 20,9476% Oksigen, 0,934% Argon, 0,039% Karbondioksida, dan sisanya adalah campuran gas lain. Dalam pekerjaan kali ini, telah dianalisis kandungan uap air (H2O) dalam atmosfer dan visualisasi dua dimensinya. Adanya serapan energi oleh atmosfer membuat kurva planck mengalami degradasi bentuk. Prinsip kerja teleskop spektograf atmosfer adalah menempatkan matahari sebagai sumber cahaya. Teleskop dapat menangkap atom yang tereksitasi diatmosfer dengan bantuan cahaya matahari. Atom yang tereksitasi tersebut digambarkan sebagai garis hitam pada garis-garis spektrum, garis spektrum langsung diteruskan pada spectrometer yang terdapat prisma yang ukurannya kecil untuk menghasilkan perbesaran jarak antar masing ÔÇô masing spektrum, sehingga dihasilkan kurva I-λ yang disebut kurva Planck tereksitasi. Selanjutnya menggunakan pendekatan segitiga trapesium telah dihitung kandungan H2O dalam rentang panjang geolmbang 706,4 nm Sampai 745,4 nm. Kurva rata ÔÇô rata kandungan uap air (H2O) terhadap waktu setiap 5 menit, per hari dalam bulan Januari, Februari, dan Maret serta visualisasi dua dimensi telah memperjelas fenomena fisis kandungan H2O dalam atmosfer pada bulan Januari, Februari, Maret. Telah dihasilkan jumlah kandungan uap air yang semakin menurun dimana berturut-turut dari bulan januari sampai maret adalah 107 Counts, 104 Counts,dan 103Counts. Prediksi peralihan antara fase basah ke fase kering dapa dilihat dengan berkurangnya jumlah kandungan uap air setiap bulan yang mengakibatkan puncak fase kering sekitar bulan juli agustus diperkirakan kandungan uap air rata ÔÇô rata disekitar 1,5x102 Counts.  

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Q Science > QC Physics
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Jurusan Fisika (FIS) > S1 Fisika
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 14 Dec 2016 04:29
Last Modified: 09 Sep 2016 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/20973

Actions (login required)

View Item View Item