Korelasi antara kondisi lingkungan sosial siswa dengan hasil belajar matapelajaran teknologi informasi dan komunikasi (TIK) kelas VIII SMPN 3 Blitar / Dedy Ariyanto

Ariyanto, Dedy (2011) Korelasi antara kondisi lingkungan sosial siswa dengan hasil belajar matapelajaran teknologi informasi dan komunikasi (TIK) kelas VIII SMPN 3 Blitar / Dedy Ariyanto. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Kata Kunci: Kondisi Lingkungan Keluarga, Teman Sebaya, Kondisi Lingkungan Sekitar, Kondisi Lingkungan Sosial, Hasil Belajar Kondisi lingkungan sosial yang baik akan dapat meningkatkan hasil belajar yang diperoleh siswa. Dalam penelitian ini kondisi lingkungan sosial dibagi menjadi tiga indikator yaitu keadaan keluarga, teman sebaya, kondisi lingkungan sekitar siswa. Keadaan keluarga adalah keadaan keluarga dimana siswa tersebut tinggal serumah, teman sebaya adalah teman sepermainan siswa sehari-hari baik di rumah maupun disekolah, kondisi lingkungan sekitar siswa adalah kondisi-kondisi disekitar siswa yang mempengaruhi proses belajarnya. Kondisi lingkungan sosial yang baik akan dapat meningkatkan hasil belajar yang diperoleh siswa. .Kondisi lingkungan sosial disini adalah kondisi lingkungan tempat tinggal siswa kelas VIII SMPN 3 Blitar. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui hubungan antara keadaan keluarga siswa dengan hasil belajar mata pelajaran TIK, (2) Mengetahui hubungan antara kondisi teman sebaya dengan hasil belajar mata pelajaran TIK, (3) Mengetahui hubungan antara kondisi lingkungan sekitar siswa dengan hasil belajar mata pelajaran TIK, (4) Mengetahui kondisi lingkungan sosial siswa dengan hasil belajar mata pelajaran TIK kelas VIII SMPN 3 Blitar. Untuk mencapai tujuan penelitian, rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional yang bertujuan untuk mendeskripsikan ada atau tidaknya korelasi antara kondisi lingkungan sosial siswa denngan hasil belajar mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Variabel bebas penelitian ini adalah kondisi lingkungan sosial (X) dan variabel terikatnya adalah hasil belajar (Y) . Subjek dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas VIII SMP Negeri 3 Blitar tahun ajaran 2010/2011 yang berjumlah 60 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan instrumen kuesioner dan hasil ujian tengah semester (UTS) mata pelajaran TIK. Teknik analisis data yang digunakan adalah persentase dan korelasi Tata Jenjang dari Spearman yang dioperasikan dengan program SPSS 15,0 for windows. Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) antara kondisi lingkungan keluarga dengan hasil belajar siswa pada matapelajaran TIK kelas VIII SMPN 3 Blitar, bernilai sebesar 0,305 dengan probabilitaas (Sig.) 0,018. Berdasar nilai probabilitas (Sig.) < 0,05, maka H0 yang berbunyi "tidak terdapat korelasi yang signifikan antara kondisi lingkungan keluarga dengan hasil belajar dalam matapelajaran TIK siswa kelas VIII SMPN 3 Blitar" ditolak, dan H1 yang berbunyi "terdapat korelasi yang signifikan antara kondisi lingkungan keluarga dengan hasil belajar dalam matapelajaran TIK siswa kelas VIII SMPN 3 Blitar" diterima ; (2) antara kondisi teman sebaya dengan hasil belajar siswa pada matapelajaran TIK kelas VIII SMPN 3 Blitar, sebesar 0,422 dengan probabilitas (Sig.) 0,001. Berdasar nilai probabilitas (Sig.) < 0,05, maka H0 yang berbunyi "tidak terdapat korelasi yang signifikan antara kondisi teman sebaya dengan hasil belajar dalam mata pelajaran TIK siswa kelas VIII SMPN 3 Blitar" ditolak dan H1 yang berbunyi " terdapat korelasi yang signifikan antara kondisi teman sebaya dengan hasil belajar dalam mata pelajaran TIK siswa kelas VIII SMPN 3 Blitar" diterima; (3) antara kondisi lingkungan sekitar dengan hasil belajar siswa pada matapelajaran TIK kelas VIII SMPN 3 Blitar, bernilai sebesar 0,483 dengan probabilitas (Sig.) 0,000. Berdasar nilai probabilitas (Sig.) < 0,05, maka H0 yang berbunyi "tidak terdapat korelasi yang signifikan antara kondisi lingkungan sekitar dengan hasil belajar dalam mata pelajaran TIK siswa kelas VIII SMPN 3 Blitar" ditolak dan H1 yang berbunyi terdapat korelasi yang signifikan antara kondisi lingkungan sekitar dengan hasil belajar dalam mata pelajaran TIK siswa kelas VIII SMPN 3 Blitar" diterima; (4) ) antara kondisi kondisi lingkungan sosial siswa dengan hasil belajar siswa pada matapelajaran TIK kelas VIII SMPN 3 Blitar, bernilai sebesar 0,414dengan probabilitaas (Sig.) 0,001. Berdasar nilai probabilitas (Sig.) < 0,05, maka H0 yang berbunyi "tidak terdapat korelasi yang signifikan antara kondisi lingkungan sosial siswa dengan hasil belajar dalam matapelajaran TIK siswa kelas VIII SMPN 3 Blitar" ditolak, dan H1 yang berbunyi "terdapat korelasi yang signifikan antara kondisi lingkungan sosial siswa dengan hasil belajar dalam matapelajaran TIK siswa kelas VIII SMPN 3 Blitar" diterima. Dari hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa seluruh variabel yaitu kondisi keluarga, teman sebaya, kondisi lingkungan sekitar, dan kondisi lingkungan sosial siswa memiliki korelasi yang signifikan terhadap hasil belajar TIK kelas VIII SMPN 3 Blitar. Kondisi lingkungan sosial siswa merupakan keadaan dimana siswa tersebut hidup bermasyarakat, belajar, dan melakukan kontak sosial dengan sekitar. Keberhasilan studi siswa juga dipengaruhi keadaan sekitar, jika keadaan sekitar kondusif untuk belajar maka kemungkinan besar siswa akan berhasil, tapi jika tidak kondusif kemungkinan besar siswa akan gagal dalam belajar. Perkembangan teknologi yang begitu pesat perlu adanya kontrol dari masyarakat agar siswa bisa menggunakan teknologi tersebut secara positif. Berdasarkan temuan penelitian, ada beberapa saran yang akan disampaikan sebagai berikut: (1) untuk orang tua agar dapat menciptakan suasana belajar yang kondusif dirumah, (2) untuk siswa agar siswa-siswi dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sosialnya, (3) untuk masyarakat agar membantu untuk menyediakan suasana kondusif untuk belajar di lingkungan sekitar, (4) untuk sekolah harus menyadari bahwa siswanya berasal dari lingkungan yang berbeda-beda, sehingga harus bisa memberikan cara pengajaran yang mencakup untuk keseluruhan siswa, (5) untuk guru bisa memiliki metode pengajaran yang bisa membuat siswa mampu mengikuti pelajaran dengan sempurna, (6) untuk peneliti selanjutnya agar menggunakan instrumen yang lainnya selain kondisi keluarga, teman sebaya, dan kondisi lingkungan sekitar.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: L Education > LB Theory and practice of education > LB1603 Secondary Education. High schools
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Jurusan Teknologi Pendidikan (TEP) > S1 Teknologi Pendidikan
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 26 May 2011 04:29
Last Modified: 09 Sep 2011 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/196

Actions (login required)

View Item View Item