Pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dipadu dengan Group Investigation (GI) terhadap kemampuan pemecahan masalah pada pelajaran fisika / Aurelia Astria Lestari Jewaru

Jewaru, Aurelia Astria Lestari. (2019) Pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dipadu dengan Group Investigation (GI) terhadap kemampuan pemecahan masalah pada pelajaran fisika / Aurelia Astria Lestari Jewaru. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

vi RINGKASAN Jewaru, Aurelia Astria L. 2018. Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Dipadu dengan Group Investigation terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah pada Pelajaran Fisika. Skripsi, Program Studi Pendidikan Fisika, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Purbo Suwasono, M.Si., (II) Drs. Asim, M.Pd. Kata kunci : model pembelajaran PBL-GI, PBL, kemampuan pemecahan masalah Kajian ini didasarkan pada pentingnya kemampuan pemecahan masalah bagi siswa dalam pelajaran fisika. Dalam pelajaran fisika terdapat banyak bahasan untuk melatih kemampuan dalam hal pemecahan masalah. Pemecahan masalah pada fisika berkaitan dengan konsep-konsep fisika. Pembelajaran dalam fisika merupakan pembelajaran konsep yang dikaitkan dengan fenomena nyata yang terjadi, bukan saja mengetahui dan berkomentar terkait konsep yang mereka hafalkan. Pemahaman akan konsep akan mengalami perbaikan jika ada partisipasi yang aktif dari siswa, karena Fisika merupakan pelajaran yang menantang bagi siswa meskipun rumusnya sederhana, namun mengaplikasikan sesuai dengan fenomena fisika adalah masalah bagi siswa. Guru masih menggunakan sistem pembelajaran yang kurang mengaktifkan siswa, akibatnya siswa kesulitan untuk mengaplikasikan ilmu yang sudah diperoleh ke dalam permasalahan nyata untuk pemecahan masalah. Karena hal tersebut diberikan model pembelajaran berbasis masalah yaitu PBL, namun pada PBL masih terdapat kekurangan, seperti kelompok yang dibentuk cendrung tidak heterogen dan fokus pada satu topik permasalahan saja. Oleh karena itu PBL dipadu dengan GI, dimana GI dapat memberikan pengaruh yang baik, seperti mewajibkan siswa untuk belajar secara kooperatif dan membahas berbagai topik permasalahan yang akan diinvestigasikan. Langkah-langkah model pembelajaran Problem Based Learning dipadu dengan Group Investigation adalah sebagai berikut: (1) Pengajuan topik oleh guru dengan memberikan empat topik permasalahan nyata dan empat topik permasalahan akademik berupa soal fisika terkait materi, serta pemilihan topik oleh siswa sesuai minatnya namun sebelumnya guru sudah mengatur setiap kelompok terdapat satu siswa yang kemampuan tinggi dan satu siswa kemampuan sedang, (2) Guru membantu mengorganisasi siswa dalam kelompok, membagikan LKS serta menjelaskan prosedur pengerjaan dan mengingatkan siswa untuk saling aktif dalam kelompok baik saat diskusi atau investigasi, (3) Membimbing siswa saat investigasi jika mengalami kesulitan, guru bukan membantu namun hanya mengarahkan, dan memantau dengan mengunjungi setiap kelompok untuk melihat proses investigasi yang dilakuan, (4) Melakukan analisis data yang telah dipeoleh saat investigasi, evaluasi proses pemecahan masalah seperti melihat kembali hasil yang diperoleh atau memperbaiki yang kurang tepat, serta melakukan sintesis hasil penyelidikan kelompok oleh guru, (5) Mempresentasikan hasil penyelidikan di depan kelas. Jika vii topik yang dibahas adalah soal fisika, maka kelompok tersebut wajib menuliskan jawaban sesuai indikator pemecahan masalah fisika, (6) Evaluasi hasil presentasi oleh guru dan siswa, serta penguatan konsep oleh guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis quasi experiment dengan desain penelitian yaitu Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA SMAN 2 Malang tahun pelajaran 2018/2019. Dengan teknik nonprobability sampling jenis sampling purposive, diperoleh kelas eksperimen yaitu kelas XI Ipa 4 dan kelas kontrol XI Ipa 3. Hasil penelitian meliputi beberapa pengujian, (1) Uji normalitas, menunjukkan bahwa hasil pretest-posttest dari kedua kelas adalah terdistribusi normal. (2) Uji homogenitas, setelah data terdistribusi normal maka data diuji lagi menggunakan uji homogenitas, dan menunjukkan data pretest-posttest dari kedua kelas adalah homogeny. (3) Uji Kesetaraan kemampuan awal data pretest, sebelum menguji hipotesis diuji terlebih dahulu data pretest kedua kelas untuk melihat terdapat perbedaan atau tidak mengggunakan uji-t(sig.2-tailed). Setelah diuji diperoleh hasil data pretest adalah tidak terdapat perbedaan kemampuan awal pada kedua kelas. (4) Uji hipotesis, dengan mengggunakan uji-t(sig.1-tailed), untuk mengetahui kelas manakah yang mempunyai kemampuan pemecahan lebih tinggi. Diperoleh kelas eksperimen dengan menggunakan model pembelajaran PBL-GI mempunyai kemampuan pemecahan masalah yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran PBL. Untuk pencapaian setiap langkah dari indikator kemampuan pemecahan masalah, diperoleh rerata untuk kelas eksperimen yaitu 83,15%, sedangkan untuk kelas kontrol yaitu 75,36%. Perolehan persentase rerata antara kedua kelas jika dibandingkan, diperoleh bahwa kemampuan pemecahan masalah fisika kelas eksperimen lebih tinggi jika dibandingkan dengan kemampuan pemecahan masalah kelas kontrol.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Jurusan Fisika (FIS) > S1 Pendidikan Fisika
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 22 Jan 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/18926

Actions (login required)

View Item View Item