Pengaruh pembelajaran guided inquiry dengan conceptual problem solving terhadap kemampuan penyelesaian masalah siswa SMA pada materi hukum Newton / Rif'atul Mardhiyyah

Mardhiyyah, Rif'atul (2018) Pengaruh pembelajaran guided inquiry dengan conceptual problem solving terhadap kemampuan penyelesaian masalah siswa SMA pada materi hukum Newton / Rif'atul Mardhiyyah. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

RINGKASAN Mardhiyyah, Rif’atul. 2018. Pengaruh Pembelajaran Guided Inquiry dengan Conceptual Problem Solving terhadap Kemampuan Penyelesaian Masalah Siswa SMA pada Materi Hukum Newton. Skripsi, Jurusan Pendidikan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Sulur, S.Pd, M.Si, M.T.D., (II) Prof. Dr. Sutopo, M.Si. Kata Kunci: Guided Inquiry, Conceptual Problem Solving, Penyelesaian Masalah Penyelesaian masalah merupakan aspek penting dalam pembelajaran fisika. Siswa dengan kemampuan penyelesaian masalah yang baik akan mampu menerapkan pengetahuan yang sudah didapatkan kedalam permasalahan sehari-hari. Pembelajaran guided inquiry dapat membantu siswa menemukan konsep melalui penyelidikan dengan bimbingan guru. Penyelesaian masalah dengan conceptual problem solving dapat membantu siswa menyelesaikan permasalahan secara terstruktur dan prosedural dengan menerapkan konsep yang telah dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran guided inquiry dengan conceptual problem solving terhadap kemampuan penyelesaian masalah siswa SMA pada materi Hukum Newton. Penelitian ini termasuk jenis quasi experiment dengan desain pretest-posttest control group design dan teknik pengambilan sampel cluster random sampling. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 3 Kediri tahun ajaran 2017/2018. Sampel yang dipilih adalah kelas X MIA 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas X MIA 3 sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan penyelesaian masalah pada materi Hukum Newton berupa soal uraian sebanyak 6 soal. Teknik penilaiannya menggunakan rubrik penilaian kemampuan penyelesaian masalah yang dikembangkan Docktor & Heller. Indikator penyelesaian masalah ada lima yaitu: usesful description, physics approach, specific application of physics, mathematical procedures, dan logical progression. Nilai pretest dan posttest kedua kelas dihitung nilai N-Gain yang selanjutnya dianalisis menggunakan uji-t dua sampel tidak berpasangan dengan bantuan program SPSS 16.0 for windows. Rata-rata penyelesaian masalah awal kelas ekperimen dan kontrol pada klasifikasi rendah. Kedua kelas sama-sama mengalami peningkatan kemampuan penyelesaian masalah tetapi kelas eksperimen meningkat lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Rata-rata kemampuan penyelesaian masalah akhir siswa kelas eksperimen pada klasifikasi tinggi dan kelas kontrol pada klasifikasi sedang. Nilai seluruh N-Gain kelas eksperimen termasuk pada kategori tinggi sedangkan kelas kontrol termasuk kategori medium atas. Indikator yang memiliki nilai N-Gain paling tinggi adalah useful description dan yang memiliki nilai rendah adalah logical progression baik pada kelas eksperimen maupun kontrol. Nilai beda N-Gain kedua kelas yang paling tinggi pada indikator logical progression dan yang paling rendah pada indikator mathematical procedures. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh nilai signifikansi uji-t sebesar 0,000 (< 0,050). Artinya kemampuan penyelesaian masalah siswa kelas eksperimen berbeda dengan kelas kontrol. Rata-rata peningkatan nilai penyelesaian masalah kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol baik secara umum maupun tiap indikator. Peningkatan kemampuan penyelesaian masalah kelas eksperimen dikarenakan selama pembelajaran siswa dibimbing untuk membangun pengetahuan secara mandiri dan dilatih menyelesaikan masalah secara terstruktur dan prosedural. Siswa menyelesaikan masalah dengan menganalisis masalah terlebih dahulu kemudian menentukan konsep yang digunakan untuk menyelesaikan masalah disertai alasan yang logis. Sehingga pembelajaran guided inquiry dengan conceptual problem solving berpengaruh terhadap kemampuan penyelesaian masalah siswa. Saran yang dapat disampaikan terkait penelitian ini adalah guru sebaiknya memberikan penjelasan terkait dengan percobaan dan cara pengerjaan lembar kerja siswa terlebih dahulu. Guru juga perlu menjelaskan prosedur penyelesaian masalah yang dilakukan oleh siswa. Selama memberikan penjelasan tersebut, sebaiknya siswa tidak hanya mendengarkan tetapi juga ikut terlibat secara aktif. Guru juga perlu melatih siswa melakukan evaluasi terhadap jawaban atau solusi yang didapatkan. Hal ini agar penyelesaian masalah yang dilakukan siswa jelas, fokus, koheren, konsisten dan terorganisir secara logis.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Jurusan Fisika (FIS) > S1 Pendidikan Fisika
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 30 May 2018 04:29
Last Modified: 09 Sep 2018 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/18852

Actions (login required)

View Item View Item