Pengaruh model pembelajaran guided inquiry terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas X SMA Negeri 1 Ponorogo pada materi suhu dan kalor / Luziana Prayadani Putri

Putri, Luziana Prayadani (2016) Pengaruh model pembelajaran guided inquiry terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas X SMA Negeri 1 Ponorogo pada materi suhu dan kalor / Luziana Prayadani Putri. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Putri, Luziana Prayadani. 2016. Pengaruh Model Pembelajaran Guided Inquiry terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Ponorogo pada Materi Suhu dan Kalor. Skripsi, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Parno, M.Si, (II) Dr. Purbo Suwasono, M.Si Kata Kunci: guided inquiry, kemampuan berpikir kritis, suhu dan kalor Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran guided inquiry terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas X MIPA SMA Negeri 1 Ponorogo pada materi suhu dan kalor. Hasil studi pendahuluan dengan memberikan tes kemampuan berpikir kritis pada 59 responden, siswa hanya memperoleh rata-rata sebesar 35. Dari studi pendahuluan diketahui bahwa kemampuan berpikir kritis siswa rendah. Hal tersebut disebabkan tiga faktor yaitu dari segi guru, siswa, dan media. Guru melakukan pembelajaran teacher center yang membuat siswa tidak berperan aktif dalam pembelajaran. Siswa kurang antusias dengan pembelajaran yang dilakukan guru. Siswa menginginkan pembelajaran yang melibatkan mereka. Alat praktikum di laboratorium di SMA Negeri 1 Ponorogo sudah lengkap tetapi pemanfaatannya kurang maksimal. Dari permasalahan tersebut dipilih model pembelajaran guided inquiry untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah model pembelajaran guided inquiry, sedangkan variabel terikatnya adalah kemampuan berpikir kritis siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X MIPA SMA Negeri 1 Ponorogo. Teknik pengambilan sampelnya mengguakan cluster random sampling. Kelas X MIPA 8 sebagai kelas eksperimen dan kelas X MIPA 7 sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen diberi perlakuan model pembelajaran guided inquiry, sedangkan kelas kontrol diberi perlakuan pembelajaran konvensional. Sebelum diberi perlakuan, kedua kelas diberi pretest. Di akhir materi, kedua kelas diberi posttest. Butir soal diujicobakan kepada 54 responden sebelum dijadikan soal pretest dan posttest. Berdasarkan analisis validitas butir soal, dari 18 soal yang diujicobakan, 4 soal dinyatakan tidak valid dan 14 soal dinyatakan valid. Berdasarkan hasil analisis reliabilitas 11 soal butir soal yang valid, diperoleh r11 sebesar 0,79. Nilai r11 ini pada tabel interpretasi nilai r berada pada rentang ÔÇØ0,6 ÔÇô 0,79ÔÇØ dengan interpretasi ÔÇØtinggiÔÇØ, maka dapat disimpulkan bahwa reliabilitas 11 soal yang valid adalah tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran guided inquiry lebih tinggi daripada siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajran konvensional. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran guided inquiry berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas X SMA Negeri 1 Ponorogo pada materi suhu dan kalor.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Jurusan Fisika (FIS) > S1 Pendidikan Fisika
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 25 May 2016 04:29
Last Modified: 09 Sep 2016 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/18662

Actions (login required)

View Item View Item