Pembelajaran discovery dengan strategi konflik kognitif pada materi suhu dan kalor untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa kelas X SMAN 10 Malang / Wahyu Sri Anggarani

Anggarani, Wahyu Sri (2015) Pembelajaran discovery dengan strategi konflik kognitif pada materi suhu dan kalor untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa kelas X SMAN 10 Malang / Wahyu Sri Anggarani. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Anggarani, Wahyu Sri. 2015. Pembelajaran Discovery Dengan Strategi Konflik Kognitif Pada Materi Suhu Dan Kalor Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa Kelas X Sman 10 Malang. Skripsi, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Imu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sutopo, M. Si, (II) Drs. Dwi Haryoto, M. Pd. Kata Kunci: Discovery, Konflik Kognitif, Pemahaman Konsep, Miskonsepsi, Suhu dan Kalor Salah satu topik fisika yang erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari adalah suhu dan kalor. Prakonsepsi siswa yang salah disebut dengan miskonsepsi. Beberapa miskonsepsi yang dialami siswa terkait suhu dan kalor antara lain konsep kalor kesetimbangan dan konsep mengenai tangan merupakan alat ukur suhu yang buruk.Salah satu strategi pembelajaran yang diharapkan dapat memfasilitasi siswa belajar untuk mengubah konsepsi yang salah menjadi konsepsi yang benar adalah dengan menciptakan konflik kognitif. Konflik kognitif menghadapkan siswa dengan situasi ganjil (discrepant event) dan gagasan-gagasan atau ide yang bertentangan (idetional confrontation) dengan konsep yang ada pada struktur kognitifnya, sehingga memicu terjadinya perubahan konsepsi. Selain itu siswa dituntut untuk aktif dalam menemukan konsep sendiri melalui pembelajaran discovery. Pada pembelajaran ini, siswa belajar melalui keterlibatan aktif dengan konsep dan prinsip, dan siswa didorong untuk mendapatkan pengalaman dengan melakukan kegiatan yang memungkinkan mereka menemukan konsep dan prinsip untuk diri mereka sendiri Penelitian ini menggunakan dua pendekatan yaitu kualitatif dan kuantitatif (mixed methods). Untuk mendeskripsikan proses pembelajaran diperlukan data kualitatif dan untuk melihat keefektifitasan pembelajaran dalam meningkatkan pemahaman siswa sekaligus mencegah atau mengatasi miskonsepsi diperlukan data kuantitatif dan kualitatif. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah One Group Pretest Posttest. Penelitian dilakukan di kelas X MIA 2 SMAN 10 Malang. Siswa berjumlah 30 orang. Penelitian dilakukan dengan alokasi waktu 3x45 menit/minggu dimulai pada tanggal 12 Maret - 2April 2015. Hasil penelitian berdasarkan analisis t-test di atas diperoleh nilai signifikansi sebesar 0.000. Nilai tersebut kurang dari 0.50, skor posttest lebih tinggi daripada skor pretest. Ini berarti bahwa pembelajaran discovery dengan strategi konflik kognitif dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa pada materi suhu dan kalor. Mean siswa pretest sebesar 4.67 meningkat pada posttest menjadi 11.13 pada nilai maksimal 13.00. Peningkatan melalui perhitungan rata-rata gain ternormalisasi (N-gain) diperoleh nilai 0.78 yang termasuk kategori tinggi.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Jurusan Fisika (FIS) > S1 Pendidikan Fisika
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 05 Jun 2015 04:29
Last Modified: 09 Sep 2015 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/18586

Actions (login required)

View Item View Item