Optimasi persediaan susu sari kedelai menggunakan simulasi Monte Carlo tidak terstruktur tiga variabel (studi kasus pada home industry susu sari kedelai Rizqy) / Cintia Yunlailia Fatino

Fatino, Cintia Yunlailia (2019) Optimasi persediaan susu sari kedelai menggunakan simulasi Monte Carlo tidak terstruktur tiga variabel (studi kasus pada home industry susu sari kedelai Rizqy) / Cintia Yunlailia Fatino. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

i RINGKASAN Fatino, Cintia Yunlailia. 2019. Optimasi Persediaan Susu Sari Kedelai Menggunakan Simulasi Monte Carlo Tidak Terstruktur Tiga Variabel. Skripsi, Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Tjang Daniel Chandra, M.Si, Ph.D. Kata Kunci: Simulasi Monte Carlo Tidak Terstruktur Model simulasi yang dapat digunakan untuk pengendalian persediaan dengan jumlah permintaan yang tidak pasti adalah simulasi Monte Carlo Tidak Terstruktur. Simulasi Monte Carlo adalah simulasi tipe probabilitas yang mendekati solusi sebuah masalah dengan melakukan sampling dari proses acak. Simulasi Monte Carlo melibatkan penetapan distribusi probabilitas dari sebuah variabel yang dipelajari dan kemudian dilakukan pengambilan sampel acak dari distribusi untuk menghasilkan data. Proses membangkitkan bilangan acak dapat dilakukan secara otomatis pada komputer. Bilangan acak dapat dibangkitkan dalam program Microsoft Excel pada fungsi RAND(). Bilangan acak yang dibangkitkan yaitu antara 0 sampai 1. Pada penelitian-penelitian terdahulu dalam melakukan simulasi Monte Carlo digunakan satu atau dua variabel. Namun, pada penelitian ini dalam melakukan simulasi Monte Carlo Tidak Terstruktur untuk menentukan persediaan susu sari kedelai digunakan tiga variabel, yaitu jumlah pembeli, jumlah susu sari kedelai yang terjual, dan rasa susu sari kedelai. Data masa lalu permintaan susu sari kedelai digunakan untuk menentukan distribusi probabilitas dari masing-masing variabel, yaitu jumlah pembeli, jumlah susu sari kedelai yang terjual, dan rasa susu sari kedelai. Distribusi probabilitas masing-masing variabel tersebut dikonversi ke dalam distribusi probabilitas kumulatif. Distribusi probabilitas kumulatif ini akan digunakan sebagai dasar pengelompokkan batas interval dari bilangan acak. Selanjutnya, menjalankan proses simulasi menggunakan bilangan acak. Bilangan acak pertama (𝑟1) untuk menentukan jumlah pembeli. Jumlah pembeli yang dihasilkan dari 𝑟1 menentukan jumlah bilangan acak kedua (𝑟2) untuk menentukan jumlah susu sari kedelai yang dibeli. Bilangan acak ketiga (𝑟3) dibangkitkan sebanyak bilangan acak kedua, digunakan untuk menentukan rasa dari susu sari kedelai yang dibeli. Hasil simulasi jumlah persediaan susu sari kedelai untuk 31 hari yaitu 2.016 bungkus, sedangkan persediaan susu sari kedelai bulan Januari 2019 totalnya adalah 3.310 bungkus. Selisihnya adalah 1.294. Persediaan susu sari kedelai menggunakan simulasi lebih optimal dibandingkan data persediaan bulan Januari 2019. Susu sari kedelai yang tidak terjual pada bulan Januari 2019 totalnya adalah 1.112 bungkus, sedangkan susu sari kedelai yang tidak terjual dengan simulasi untuk 31 hari adalah 472 bungkus. Selisihnya adalah 640. Susu sari kedelai yang tidak terjual menggunakan simulasi lebih sedikit dibandingkan susu sari kedelai yang tidak terjual pada bulan Januari 2019. Setelah diketahui jumlah persedian dan sisa susu sari kedelai dari simulasi dapat ditentukan keuntungan atau kerugian dari hasil simulasi. Keuntungan bulan Januari 2019 totalnya adalah Rp 103.400, sedangkan keuntungan simulasi untuk ii 31 hari adalah Rp 227.200. Selisihnya adalah Rp 123.800. Keuntungan yang diperoleh lebih banyak menggunakan simulasi. Sehingga, hasil simulasi Monte Carlo Tidak Terstruktur menggunakan tiga variabel pada optimasi persediaan susu sari kedelai lebih optimal dibandingkan dengan data bulan Januari 2019 dilihat dari perbandingan jumlah persediaan, jumlah susu sari kedelai yang tidak terjual, dan jumlah keuntungan. Jumlah persediaan susu sari kedelai selama 31 hari menggunakan simulasi Monte Carlo Tidak Terstruktur adalah 2.016 bungkus. Sedangkan jumlah permintaan susu sari kedelai bulan Januari 2019 adalah 2.198 bungkus. Selisih hasil simulasi Monte Carlo Tidak Terstruktur dengan permintaan bulan Januari 2019 adalah sebesar 182 bungkus. Kemudian, selisih rata-rata simulasi Monte Carlo Tidak Terstruktur dengan rata-rata permintaan bulan Januari 2019 sebesar 5,87. Efektivitas simulasi Monte Carlo Tidak Terstruktur menggunakan tiga variabel pada optimasi persediaan susu sari kedelai telah diuji menggunakan uji T dengan hasil tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata hasil simulasi Monte Carlo Tidak Terstruktur dengan rata-rata permintaan susu sari kedelai bulan Januari 2019. Sehingga simulasi Monte Carlo Tidak Terstruktur menggunakan tiga variabel efektif digunakan untuk optimasi persediaan susu sari kedelai.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Q Science > QA Mathematics
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Jurusan Matematika (MAT) > S1 Matematika
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 16 May 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/17588

Actions (login required)

View Item View Item