Analisis model antrian pada sistem single channel multi phase di Kantor Satpas Polres Kota Probolinggo / Erza Pitaluka

Pitaluka, Erza (2016) Analisis model antrian pada sistem single channel multi phase di Kantor Satpas Polres Kota Probolinggo / Erza Pitaluka. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Pitaluka,Erza. 2016. Analisis Model Antrian pada Sistem Single Channel Multi Phase di Kantor Satpas Polres Kota Probolinggo. Skripsi, Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Abadyo, M.Si. Kata kunci: antrian, loketperpanjangan SIM,sistemsingle channelmulti phase. Antrianmerupakanmasalah yang seringterjadipadafasilitaspelayananumumsepertipelayananperpanjangan SIM di Kantor SatpasPolres Kota Probolinggo.Bagipemohon yang inginmelakukanperpanjangan SIM harusmelewatitigatahap, yaitupemohondatangmelakukanpendaftaran di loketpendaftarandenganmengumpulkanformulirdansemuapersyaratan, lalumenunggudipanggilolehpetugasloketpenelitianberkasdanpembayaran.Selanjutnya, pemohonmenunggudipanggilpetugasruangfoto SIM. Antrianpanjangdan waktu tungguterlalu lama akan membuat pemohon merasa bosan bahkan meninggalkan antrian. Ketidaknyamananini akan membuat citra buruk bagisuatu lembagapelayananmasyarakat.Olehkarenaitu,pelayananperludiperhatikan. Tujuandaripenelitianiniadalahuntukmengetahui model antrian yang sesuaipadaantrianpemohonperpanjangan SIM danmengetahuiperformansidari model antrian yang sesuaipadaantrianpemohonperpanjangan SIM di Kantor SatpasPolres Kota Probolinggo.Penelitianinimenggunakan data primer yang diperolehdaripengamatanlangsungterhadapwaktukedatangandanwaktupelayananpemohonperpanjangan SIMyang dilayani di loket penelitian berkas dan pembayaran (tahap 1) dan di ruang foto SIM (tahap 2). Dari hasil analisis dan pembahasan diperoleh model antrian yang sesuai untuk tahap 1 dan tahap 2 adalah (G/G/1)∶(FCFS/∞/∞). Pada tahap 1 utilitas terbesar pada tanggal 11 Maret 2016 sebesar96,05%dengan jumlah rata-rata pemohon untuk dilayani dalam antrian sebanyak 8pemohon, jumlah rata-rata pemohon untuk dilayani dalam sistem sebanyak 9 pemohon, rata- rata waktu tunggu untuk setiap pemohon dalam antrian adalah selama 21 menit dan rata-rata waktu tunggu untuk setiap pemohon dalam sistem adalah selama 23 menit. Pada tahap 2 utilitas terbesar pada tanggal 12 Maret 2016 sebesar 94,20%dengan jumlah rata-rata pemohon untuk dilayani dalam antrian sebanyak 3 pemohon, jumlah rata-rata pemohon untuk dilayani dalam sistem sebanyak 4pemohon, rata- rata waktu tunggu untuk setiap pemohon dalam antrian adalah selama 8 menit dan rata-rata waktu tunggu untuk setiap pemohon dalam sistem adalah selama 10 menit. Padatahap 1 jumlah rata-rata pemohonyang menungguuntukdilayanidalamantrianlebihbanyakdaripadatahap 2,karenapadatahap 1 pemohondatangtepatsaat Kantor SatpasPolres Kota Probolinggodibuka, tetapiloketpenelitianberkasdanpembayarannyabelumdibuka, sehinggaantrianlebihpanjangataumenumpukkarena proses pelayanannyabelumdibuka. Hal tersebut, mengakibatkan rata-rata waktutungguuntuksetiappemohonlebihbesar di tahap 1 daripadatahap 2.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Q Science > QA Mathematics
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Jurusan Matematika (MAT) > S1 Matematika
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 09 Jun 2016 04:29
Last Modified: 09 Sep 2016 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/17449

Actions (login required)

View Item View Item