Optimasi biodegradasi lignoselulosa oleh kapang pelapuk kayu (kpk) indigenous paecilomyces inflatus pnum sebagai alternatif pengolahan limbah taman kampus menuju “green campus um” / Rohilian Wisaldi - Repositori Universitas Negeri Malang

Optimasi biodegradasi lignoselulosa oleh kapang pelapuk kayu (kpk) indigenous paecilomyces inflatus pnum sebagai alternatif pengolahan limbah taman kampus menuju “green campus um” / Rohilian Wisaldi

Wisaldi, Rohilian Wisaldi (0000) Optimasi biodegradasi lignoselulosa oleh kapang pelapuk kayu (kpk) indigenous paecilomyces inflatus pnum sebagai alternatif pengolahan limbah taman kampus menuju “green campus um” / Rohilian Wisaldi. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Kapang pelapuk kayu (KPK) dikenal sebagai organisme perusak kayu sebab mampu menghasilkan enzim hidrolase yang berfungsi menghidrolisis komponen selulosa dan hemiselulosa serta menghasilkan enzim ligninase yang berfungsi untuk mendegradasi lignin. Paecilomyces inflatus PnUM dipilih menjadi pendegradasi lignin karena kemampuannya menghasilkan enzim ligninase yaitu lignin peroksidase (LiP) mangan peroksidase (MnP) dan lakase. Lignin pada tumbuhan merupakan zat antinutrisi yang mengganggu ketercernaan pakan pada ruminansia. Berdasarkan syarat pakan ternak ruminansia kandungan lignin adalah 13-14% lemak kasar maksimal 6-12% protein kasar minimal 12-21% dan abu maksimal 8-12%. Penelitian ini berfokus pada optimasi KPK Indigenous Paecilomyces inflatus PnUM untuk menurunkan kadar lignin dalam limbah taman kampus sehingga dapat digunakan sebagai bahan baku pakan ternak ruminansia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jumlah sel Paecilomyces inflatus PnUM dan waktu fermentasi dalam menurunkan kadar lignin protein kasar lemak kasar dan abu sehingga limbah taman kampus dapat diolah menjadi pakan ternak ruminansia. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen laboratoris menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan variasi jumlah spora (0 8 08 x 106 2 02 x 107 dan 4 04 x 107 sel) dan waktu fermentasi (7 14 dan 21 hari) yang dilakukan sebanyak 2 kali ulangan. Penelitian yang menjadi rujukan adalah milik Imsya dkk (2014) dengan jumlah spora (105 106 dan 107 sel) dan waktu fermentasi (10 15 dan 20 hari). Tahapan penelitian ini antara lain (1) Preparasi limbah rumput (2) Preparasi suspensi spora isolat kapang pelapuk kayu Indigenous Paecilomyces inflatus PnUM (3) Fermentasi limbah taman oleh kapang pelapuk kayu Indigenous Paecilomyces inflatus PnUM dan (4) Analisis kandungan lignin lemak kasar protein kasar dan abu. Analisis kandungan lignin digunakan metode Klason kandungan lemak kasar digunakan metode ekstraksi Soxhlet kandungan protein kasar digunakan metode Kjeldahl dan kandungan abu digunakan metode pengabuan langsung. Pengaruh fermentasi ini diamati melalui perubahan kadar lignin kadar protein kadar lemak dan abu. Pengujian dilakukan sebanyak dua kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi limbah Rumput Pahitan dengan KPK Indigenous Paecilomyces inflatus PnUM dapat menurunkan kandungan ligninnya tetapi lama fermentasi dan jumlah spora tidak berpengaruh secara signifikan pada penurunan lignin. Pada semua variasi menghasilkan penurunan dari 18 82-19 05% menjadi sekitar 14 13-16 75%. Perlakuan terbaik menggunakan 2 02 x 107 sel dengan lama fermentasi tujuh hari menghasilkan rumput dengan kadar lignin 14 13% kadar lemak 2 75% kadar protein kasar dan kadar abu belum diketahui. Hasil ini mengindikasikan perlakuan ini cukup efektif untuk dikembangkan menjadi metode pengolahan limbah taman kampus menuju Green Campus UM.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Departemen Kimia (KIM) > S1 Kimia
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 23 Sep 0000 04:29
Last Modified: 09 Sep 0000 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/167897

Actions (login required)

View Item View Item