Karakterisasi berpikir kritis siswa kelas 10 MAN 3 Malang dalam menyelesaikan masalah fungsi ditinjau dari perbedaan peminatan / Ifronia Fitriani Khotimah

Khotimah, Ifronia Fitriani (2018) Karakterisasi berpikir kritis siswa kelas 10 MAN 3 Malang dalam menyelesaikan masalah fungsi ditinjau dari perbedaan peminatan / Ifronia Fitriani Khotimah. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

i ABSTRAK Khotimah, Ifronia Fitriani. 2017. Karakterisasi Berpikir Kritis Siswa Kelas X MAN 3 Malang dalam Menyelesaikan Masalah Fungsi Ditinjau dari Perbedaan Peminatan. Skripsi, Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. I Nengah Parta, S.Pd, M.Si. Keywords: Keterampilan Berpikir Kritis, Menyelesaikan Masalah Fungsi, Peminatan Berpikir kritis merupakan keterampilan penting yang harus dimiliki oleh seseorang dalam rangka mengikuti perkembangan dan perubahan informasi yang cepat. Berpikir kritis merupakan tujuan utama dalam pendidikan karena dapat membantu siswa untuk menyelesaikan masalah dengan efisien. Sejalan dengan hal itu, pemerintah Indonesia berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dengan ditandai dengan adanya perubahan dan penyempurnaan standar pendidikan kurikulum 2013. Kurikulum 2013 menggunakan pendekatan saintifik dimana salah satu kriterianya adalah mendorong dan menginspirasi siswa berpikir secara kritis. Beberapa ahli telah mengemukakan beberapa karakteristik agar seseorang dapat dikatakan memiliki keterampilan berpikir kritis. Dalam penelitian ini, peneliti mengadopsi karakteristik berpikir kritis Paul dan Elder, dimana terdapat enam karakteristik berpikir kritis yaitu: (1) kejelasan, (2) ketepatan, (3) ketelitian, (4) kelogisan, (5) kedalaman, dan (6) evaluatif. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang bertujuan mendeskripsikan karakteristik berpikir kritis siswa kelas X MAN 3 Malang yang sudah mempelajari materi fungsi kuadrat. Subjek penelitian merupakan enam siswa, dimana tiga siswa dari peminatan MIA dan tiga siswa dari peminatan IS. Pengambilan data dilakukan dengan teknik tes dan wawancara. Tes berisi dua masalah utama, yang masing masing memiliki empat cabang masalah materi fungsi kuadrat. Tes diberikan pada setiap subjek penelitian dan dikerjakan secara individu dengan durasi waktu tertentu. Setelah melaksanakan tes, peneliti melakukan wawancara pada tiap subjek guna menelusuri lebih dalam bagaimana berpikir kritis siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan karakteristik berpikir kritis pada siswa peminatan MIA dan IS. Siswa peminatan MIA dan IS dengan kemampuan matematika tinggi memenuhi hampir seluruh karakteristik berpikir kritis kecuali karakteristik ketepatan (2a) dan kedalaman (5a). Siswa peminatan MIA dengan kemampuan matematika sedang memenuhi karakteristik kejelasan (1a dan 1b), ketepatan (2b), ketelitian (3a dan 3b), dan kedalaman (5b), sedangkan siswa peminatan IS dengan kemampuan matematika sedang hanya memenuhi karakteristik kejelasan (1b), ketelitian (3a dan 3b), dan kedalaman (5b). Siswa peminatan MIA dengan kemampuan matematika rendah hanya memenuhi karakteristik kejelasan (1a dan 1b), sementara siswa peminatan IS dengan kemampuan matematika rendah hanya memenuhi karakteristik kejelasan (1b) dan ketepatan (2b). Peneliti menyarankan agar pendidik dapat menggunakan model/metode pembelajaran yang berbeda guna pemerataan kemampuan berpikir kritis siswa pada setiap peminatan, dan perlu penelitian lanjutan mengenai keterampilan berpikir kritis dari peminatan lain.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Jurusan Matematika (MAT) > S1 Pendidikan Matematika
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 19 Jan 2018 04:29
Last Modified: 09 Sep 2018 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/16099

Actions (login required)

View Item View Item