Pedoman layanan bimbingan sosial untuk meningkatkan penyesuaian sosial siswa dengan permainan sosiodrama / Patimatus Jariyah

Patimatus Jariyah (2009) Pedoman layanan bimbingan sosial untuk meningkatkan penyesuaian sosial siswa dengan permainan sosiodrama / Patimatus Jariyah. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Salah satu tugas perkembangan masa remaja yang tersulit adalah yang berhubungan dengan penyesuaian sosial (Hurlock 1978). Remaja harus menyesuaikan diri dengan teman sebaya dan harus menyesuaikan diri dengan orang dewasa di lingkungan keluarga dan sekolah. Gejala-gejala rendahnya penyesuaian sosial para siswa sering menimbulkan masalah, misalnya meresahkan siswa ketika di lingkungan sekolahnya. Hal itu tidak dapat dibiarkan, karena akan merugikan siswa itu sendiri maupun lingkungan sekolahnya. Siswa yang menunjukkan perilaku-perilaku sebagai manifestasi dari ÔÇ£rendahnyaÔÇØ sikap terhadap perilaku penyesuaian sosial itu mempunyai kecenderungan untuk gagal dalam proses pendidikannya (Nurdiana 2002). Oleh karena itu diperlukan suatu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan sikap siswa terhadap perilaku penyesuaian sosial di sekolah. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan layanan bimbingan sosial dengan permainan sosiodrama. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan pedoman layanan bimbingan sosial dengan permainan sosiodrama. Desain pengembangan diadaptasi dari strategi pengembangan Borg and Gall, dengan tahap-tahap: (1) melakukan penilaian kebutuhan (need assessment), (2) analisis data dan penetapkan prioritas kebutuhan, (3) merumuskan tujuan umum dan tujuan khusus pedoman LBS, (4) menyusun pedoman LBS, (5) penilaian produk oleh ahli, (6) revisi produk ahli, (7) hasil draf , (8) diskusi calon pengguna produk, (9) revisi dari calon pengguna produk, (10) produk akhir berupa Pedoman Layanan Bimbingan Sosial dengan Permainan Sosiodrama. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan angket penilaian untuk uji ahli, dan angket penilaian calon pengguna produk. Instrumen yang digunakan daftar angket. Pedoman LBS dengan Permainan Sosiodrama terdiri dari tiga bagian, yaitu bagian pendahuluan, bagian panduan pelaksanaan permainan sosiodrama, dan bagian skenario sosiodrama. Bagian pendahuluan terdiri dari latar belakang, tujuan umum, khalayak sasaran, peran konselor, dan komponen pedoman LBS. Panduan pelaksanaan terdiri dari: pengantar, prosedur pelaksanaan permainan sosiodrama, dan tugas siswa dalam pelaksanaan permainan sosiodrama. Bagian terakhir skenario sosiodrama yang merupakan gambaran sebelum konselor melaksanakan kegiatan sosiodrama. Bagian pendahuluan dimaksudkan untuk memberikan rasional dari materi pedoman yang dibuat. Panduan dalam pedoman ini dimaksudkan untuk memberikan petunjuk kepada pengguna pedoman agar mendapat gambaran yang jelas tentang cara menggunakan pedoman tersebut. Skenario sosiodrama dimaksudkan untuk memberikan gambaran yang jelas kepada pengguna pedoman agar memperoleh bahan acuan dalam menyusun persiapan pelatihan ke siswa. Berdasarkan penilaian ahli, pedoman layanan bimbingan sosial ini sangat berguna bagi konselor untuk memberikan materi tentang masalah penyesuaian sosial, sangat berguna bagi siswa untuk meningkatkan ketrampilan hubungan sosial siswa baik di rumah, sekolah maupun masyarakat. Dilihat dari aspek kemudahan, kualitas penggunaan pedoman layanan bimbingan sosial ini adalah sangat mudah digunakan, mudah difahami dan sederhana. Dari aspek kemenarikan, pedoman ini memiliki penilaian sangat menarik karena siswa bermain peran sehingga tercipta kondisi yang menyenangkan. Menurut penilaian ahli dilihat dari aspek keakuratan dalam pedoman ini memiliki tingkat keakuratan yang tinggi karena dapat meningkatkan ketrampilan siswa. Pedoman ini memiliki beberapa keunggulan, yaitu: Pedoman LBS yang dibuat dapat meningkatkan ketrampilan sosial siswa, mengajak siswa untuk bermain peran sehingga tercipta suasana yang menyenangkan, menggunakan teknik yang menarik, dan siswa ikut berpartisipasi sehingga tercipta suasana kelas yang hidup, berisi materi-materi bimbingan yang diberikan di sekolah dengan mengangkat kehidupan yang nyata dan sebenarnya, belum ada yang mengembangkan, sehingga dapat membantu konselor untuk melaksanakan permainan sosiodrama sebagai teknik untuk memberikan layanan bimbingan sosial Pedoman ini juga memiliki beberapa kelemahan, yaitu: Penilaian pedoman ini baru sampai pada ruang lingkup yang terbatas, yaitu sampai pada uji ahli dan uji calon pengguna produk. Proses kegiatan yang ada dalam pedoman ini memerlukan waktu yang cukup lama, kemungkinan dalam pelaksanaannya ada kendala waktu, karena dipandang bersifat main-main. Selain itu pedoman ini bukanlah satu-satunya teknik yang digunakan sehingga masih perlu dilengkapi dengan teknik-teknik lain dalam memberikan layanan bimbingan sosial. Hasil penelitian ini disarankan beberapa hal, yaitu: Untuk mencapai suatu hasil layanan bimbingan sosial yang optimal maka konselor perlu mengidentifikasi, memahami dan memecahkan masalah yang dihadapi siswa yang berkaitan dengan penyesuain sosial siswa dengan permainan sosiodrama. Produk pengembangan Pedoman LBS Dengan Permainan Sosiodrama ini jika akan diterapkan ke sasaran yang lebih luas maka perlu disesuaikan dengan keadaan, waktu, dan tempat di mana layanan bimbingan sosial diberikan. Penggunaan strategi pengembangan Research and Development (R & D) Borg and Gall (1983) dalam pengembangan pedoman layanan bimbingan sosial dilaksanakan tahap uji lapangan. Sebagai kelanjutan hasil penilaian subyek ahli dan hasil diskusi calon pengguna produk, maka perlu diadakan uji coba produk kepada sasaran yaitu siswa, agar diketahui kefektifan produk yang dihasilkan.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Jurusan Bimbingan dan Konseling (BK) > S1 Bimbingan dan Konseling
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 20 Jan 2009 04:29
Last Modified: 09 Sep 2009 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/1581

Actions (login required)

View Item View Item