Analisis miskonsepsi siswa SMP kelas 8 dalam mengerjakan soal cerita tentang fungsi dan scaffoldingnya / Tur Maudah

Maudah, Tur (2018) Analisis miskonsepsi siswa SMP kelas 8 dalam mengerjakan soal cerita tentang fungsi dan scaffoldingnya / Tur Maudah. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Maudah, Tur. Analisis Miskonsepsi Siswa SMP Kelas 8 dalam Mengerjakan Soal Cerita Tentang Fungsi dan Scaffoldingnya. Tesis, Jurusan Pendidikan Matematika Pascasarjana Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Prof. Drs. Gatot Muhsetyo, M.Sc (II) Dr. Abd. Qohar, M.T Kata Kunci: Analisis Miskonsepsi, Miskonsepsi, Soal Cerita tentang Fungsi, Scaffolding Miskonsepsi yaitu konsepsi yang salah terhadap suatu konsep, kekacauan konsep-konsep yang berbeda, hubungan hierarkis konsep-konsep yang tidak benar, penyimpangan terhadap hal yang benar, sifatnya sistematis, serta konsisten maupun insidental pada suatu keadaan tertentu. Miskonsepsi dalam mengerjakan soal cerita bisa saja terjadi dan perlu adanya solusi untuk mengurangi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui miskonsepsi siswa dalam mengerjakan soal cerita tentang fungsi dan scaffolding yang tepat untuk mengurangi miskonsepsi. Scaffolding yang digunakan pada penelitian ini yaitu scaffolding level yang kedua menurut Anghileri terdiri dari explaining, reviewing, dan restructuring. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian naratif deskriptif. Subyek penelitian sebanyak 2 siswa yang diambil dari siswa kelas 8 SMP yang pernah menerima materi fungsi. Pengumpulan data dilakukan dengan tahapan pemberian tes tulis yang berupa 3 soal uraian tentang fungsi, pemberian tes CRI (Certainty Respond Index), wawancara, dan pemberian scaffolding. Siswa dikatakan mengalami miskonsepsi jika memiliki kombinasi jawaban salah dan CRI tinggi (> 2,5). Berdasarkan hasil analisis diperoleh data siswa yang mengalami miskonsepsi yaitu pada konsep penulisan rumus fungsi, menentukan rumus fungsi, membedakan variabel dan satuan pada penulisan rumus fungsi, penyusunan rumus fungsi dengan variabel yang berbeda. Scaffolding level satu (Environmental provisions ) dan level dua (explaining, reviewing dan restructuring) milik Anghileri. Kegiatan dalan restructuring antara lain yaitu memberikan contoh masalah mengenai topik yang sama dengan tipe masalah yang lebih sederhana sehingga mudah dipahami dan dikerjakan subyek penelitian, menekankan langkah-langkah dan aturan yang penting sehingga dapat mengarah pada solusi yang diinginkan pada soal tes. Saran agar miskonsepsi tidak terjadi berlarut antara lain guru memberikan tes diagnostik atau apersepsi tentang materi prasyarat, memperhatikan konsepsi awal yang dibawa siswanya sebelum memberikan konsep yang baru, kritis terhadap jawaban siswa yang menunjukkan prakonsepsi yang keliru, perlu dideteksi sedini mungkin agar guru dapat menentukan pembelajaran remidi dan scaffolding yang tepat untuk menangani, membiasakan siswa untuk belajar mengonstruksi konsep dengan benar yang sesuai dengan kerangka ilmiah, tidak bosan dalam memberikan bantuan salah satunya scaffolding ketika mengetahui siswanya mengalami miskonsepsi terhadap materi yang sedang dipelajari, memberi penguatan kesimpulan di akhir pembelajaran untuk menguatkan pemahaman siswa.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: L Education > LB Theory and practice of education > LB1603 Secondary Education. High schools
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Jurusan Matematika (MAT) > S1 Pendidikan Matematika
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 13 Sep 2018 04:29
Last Modified: 09 Sep 2018 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/15657

Actions (login required)

View Item View Item