Proses berpikir kritis siswa bergaya kognitif reflektif dalam menyelesaikan masalah matematika dan scaffoldingnya / Dana Yuli Christiyanto

Christiyanto, Dana Yuli (2018) Proses berpikir kritis siswa bergaya kognitif reflektif dalam menyelesaikan masalah matematika dan scaffoldingnya / Dana Yuli Christiyanto. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

RINGKASAN Christiyanto, Dana Yuli. 2018. Proses Berpikir Kritis Siswa Bergaya Kognitif Reflektif dalam Menyelesaikan Masalah Matematika dan Scaffoldingnya. Tesis, Jurusan Pendidikan Matematika, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. rer.nat. I Made Sulandra, M.Si., (2) Dr. Rustanto Rahardi, M.Si. Kata Kunci: proses berpikir kritis, gaya kognitif reflektif, scaffolding Berpikir kritis merupakan suatu keterampilan yang penting untuk dimiliki oleh setiap siswa. Berpikir kritis dapat dirangsang dengan memberikan suatu permasalahan kepada siswa. Dengan memiliki keterampilan berpikir kritis diharapkan dapat meningkatkan kompetensi matematika siswa. Berdasarkan observasi awal menunjukkan bahwa mayoritas siswa melakukan beberapa kesalahan-kesalahan berpikir yang mengakibatkan tidak dapat menyelesaikan masalah dengan benar, siswa dikatakan tidak berpikir kritis dalam menyelesaikan masalah. Scaffolding merupakan suatu cara yang dapat digunakan untuk membantu siswa agar dapat melakukan proses berpikir kritis dengan benar. Selain itu, pertimbangan lain yang perlu dikaji adalah gaya kognitif siswa yang juga mempengaruhi proses berpikir kritis. Salah satu gaya kognitif yang dimiliki oleh siswa adalah gaya kognitif reflektif. Penelitian ini dilakukan di kelas VIII (6.i.4) SMPN 5 Malang dengan tujuan untuk mendeskripsikan proses berpikir kritis siswa reflektif dalam menyelesaikan masalah matematika dan scaffolding-nya. Subjek dalam penelitian ini adalah empat siswa bergaya kognitif reflektif yang tidak berpikir kritis dalam menyelesaikan masalah. Proses berpikir kritis subjek dianalisis dan dideskripsikan berdasarkan enam kriteria berpikir kritis yaitu focus, reason, inference, situation, clarity, dan overview. Oleh karena itu, penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses berpikir kritis keempat subjek bergaya reflektif dalam menyelesaikan soal 1 yakni sebagai berikut: (1) pada kriteria focus memahami permasalahan dan memahami pertanyaan pada soal yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel, serta membuat pemisalan dengan menggunakan variabel 𝑥 dan 𝑦, 𝑝 dan 𝑑 (2) pada langkah membuat model matematika belum menggunakan alasan yang relevan (reason) dengan informasi yang tertera pada soal (3) kesimpulan (inference) yang diberikan salah meskipun alasan yang digunakan tepat dalam memilih metode penyelesaian, (4) pada kriteria situation, siswa tidak mengetahui situasi dengan baik, (5) tidak memberikan kejelasaan (clarity) maksud dalam penulisan jawaban seperti pemisalan yang dibuat salah, prosedur perhitungan tidak runtut, (6) untuk overview, tidak melakukan peninjauan kembali secara menyeluruh dari jawaban yang diperoleh, bahkan ada yang tidak meninjau hasil yang diperoleh. Secara garis besar scaffolding yang mampu membantu proses berpikir kritis siswa reflektif antara lain, (1) meminta siswa untuk membaca soal secara lebih teliti, memahami hubungan antar kalimat, serta menjelaskan kembali, (2) meminta siswa untuk menjelaskan keterkaitan model matematika dengan soal, (3) meminta siswa untuk membuat model matematika yang tepat, (4) meminta siswa untuk melihat kembali perhitungan yang telah dilakukan, (5) meminta siswa untuk menjelaskan kembali pemisalan yang dibuat, (6) memberikan pertanyaan-pertanyaan yang menyelidik/menggali pemahaman, (7) menanyakan alasan dari jawaban yang dihasilkan, (8) meminta siswa untuk menghubungkan jawaban yang dihasilkan dengan permasalahan awal. Proses berpikir kritis siswa bergaya reflektif dalam menyelesaikan soal 2 (setelah pemberian scaffolding) yakni sebagai berikut: (1) pada kriteria focus siswa memahami permasalahan dan memahami pertanyaan pada soal yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel, serta membuat pemisalan dengan menggunakan variabel 𝑥 dan 𝑦, 𝑝 dan 𝑑, (2) pada langkah membuat model matematika menggunakan alasan yang relevan (reason) dengan informasi yang tertera pada soal (3) kesimpulan yang dibuat (inference) sesuai dengan tujuan soal dan alasan yang digunakan tepat, (4) pada kriteria situation, siswa mengetahui situasi dengan baik, (5) memberikan kejelasaan (clarity) maksud dalam penulisan jawaban dan ada yang masih salah dalam membuat pemisalan yang tepat, (6) untuk overview, melakukan peninjauan kembali jawaban yang diperoleh.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Jurusan Matematika (MAT) > S1 Pendidikan Matematika
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 27 Aug 2018 04:29
Last Modified: 09 Sep 2018 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/15655

Actions (login required)

View Item View Item