Peranan BP7 provinsi Jawa Tengah dalam mewujudkan kelurahan pelapor pelaksana p4 di Semarang (1982-1998) / Muhamad Syahrul Mubarok - Repositori Universitas Negeri Malang

Peranan BP7 provinsi Jawa Tengah dalam mewujudkan kelurahan pelapor pelaksana p4 di Semarang (1982-1998) / Muhamad Syahrul Mubarok

Mubarok, Muhamad Syahrul (2020) Peranan BP7 provinsi Jawa Tengah dalam mewujudkan kelurahan pelapor pelaksana p4 di Semarang (1982-1998) / Muhamad Syahrul Mubarok. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Penelitian sejarah BP7 sebagai pelaksanaan P4 di Indonesia pada masa Orde Baru masih jarang sekali ditemukan. Penelitian ini mengangkat salah satu kegiatan P4 yaitu pada pelaksanaan penetapan Desa/Kelurahan Pelopor P4 yang dilakukan oleh BP7 Provinsi Jawa Tengah di Semarang tahun 1982-1998. Pembentukan Desa/Kelurahan Pelopor P4 yang diselenggarakan di Jawa Tengah dilakukan sebagai bentuk pelaksanaan pembudayaan P4 yang dilakukan oleh BP7 Provinsi Jawa Tengah di sebuah Desa/Kelurahan. Pembentukan Desa/Kelurahan Pelopor P4 merupakan salah satu upaya dalam pelaksanaan P4 yang dilakukan oleh BP7 Provinsi Jawa Tengah sebagai kegiatan khusus yang hanya dilakukan di wilayah Jawa Tengah. Tujuan penelitian ini adalah (1) Bagaimana peranan BP7 Provinsi Jawa Tengah dalam mewujudkan Kelurahan Pelopor pelaksana P4 di Semarang 1982-1998 (2) Bagaimana hubungan dan kerjasama BP7 Provinsi Jawa Tengah dalam mewujudkan Kelurahan Pelopor pelaksana P4 di Semarang 1982-1998. Penelitian skripsi ini menggunakan metode penelitian sejarah kritis menurut Kuntowijoyo yang terdiri dari lima tahap. Tahap pertama adalah pemilihan topik sebagai kegiatan awal untuk menentukan permasalahan yang akan dikaji. Tahap kedua heuristik atau pengumpulan sumber berupa sumber buku arsip surat kabar majalah sezaman dan wawancara. Tahap ketiga verifikasi atau kritik sumber. Tahap keempat interpretasi atau penafsiran data-data yang diperoleh dan tahap kelima historiografi atau penulisan sejarah. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tiga peranan BP7 Provinsi Jawa Tengah dalam mewujudkan Kelurahan Pelopor Pelaksana P4 di Semarang yaitu dengan pembinaan pengawasan dan pengkoordinasian. Pembinaan yang dilakukan BP7 Provinsi Jawa Tengah dalam mewujudkan Kelurahan Pelopor Pelaksana P4 di Semarang dilakukan dengan kegiatan-kegiatan seminar atau pengarahan dengan sasaran pembinaanya adalah Aparat Kelurahan pemuka agama keluarga dan masyarakat umum di Semarang dengan mempergunakan LKMD dan PKK sebagai jalur utama. Pada kegiatan tersebut peserta diberikan buku petunjuk sebagai pedoman. Kemudian setelah itu BP7 Provinsi Jawa Tengah mempunyai tugas untuk melakukan pengawasan terhadap pemahaman yang dibawa peserta dalam satu kelurahan tersebut yang ditunjukan dalam segi pandangan hidup sikap mental dan cara berfikir serta bekerja yang effisien berdasarkan nilai-nilai luhur Pancasila dan hasilnya menjadi bahan laporan untuk dilakukan proses selanjutnya. Peranan yang terakhir yaitu pengkoordinasian artinya BP7 Provinsi Jawa Tengah bekerjasama dengan partisipan dalam mewujudkan suatu kelurahan yang telah melalui proses pembinaan dan pengawasan untuk menjadi Kelurahan Pelopor P4. (2) Hambatan yang dilalui dalam rangka menghasilkan Kelurahan Pelopor Pelaksana P4 di Semarang yaitu terletak pada kentalnya aliran kepercayaan masyarakat Semarang yang bertentangan dengan Pancasila dan masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk mengikuti Penataran P4. Secara teknis pelaksanaan Kelurahan Pelopor Pelaksana P4 di Semarang yang menjadi tugas BP7 Provinsi Jawa Tengah tidak menjumpai hambatan yang berarti. Hambatan justru dijumpai pada pengamalanya yaitu adanya kesenjangan yang semakin melebar antara materi yang ditatarkan dengan kenyataan dilapangan. Hambatan tersebut muncul dari dampak kehidupan globalisasi dan keberhasilan pembangunan langsung maupun tidak langsung yang mempengaruhi sikap dan tingkah laku beberapa anggota masyarakat Semarang seperti beberapa hambatan atau kendala yang dapat dirasakan yaitu menipisnya sifat kekeluargaan dan hubungan sifat sosial sifat paguyuban dan kegotong-royongan semakin menurun begitu pila dinamika pembangunan bidang ekonomi cenderung menimbulkan sikap perilaku materialistik dan individualistik

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial (FIS) > Departemen Sejarah (SEJ) > S1 Ilmu Sejarah
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 18 Sep 2020 04:29
Last Modified: 09 Sep 2020 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/153898

Actions (login required)

View Item View Item