Proses visualisasi dan makna motif batik di Sanggar Batik Sayu Wiwit Kabupaten Banyuwangi / Agus Nurul Muwahid

Muwahid, Agus Nurul (2018) Proses visualisasi dan makna motif batik di Sanggar Batik Sayu Wiwit Kabupaten Banyuwangi / Agus Nurul Muwahid. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

iv ABSTRAK Muwahid, Agus Nurul. 2018. Proses Visualisasi dan Makna Motif Batik di Sanggar Batik Sayu Wiwit Kabupaten Banyuwangi. Skripsi, Program Studi Pendidikan Seni Rupa, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Ponimin, M.Hum Kata Kunci: Proses, Makna, Motif, Batik. Batik merupakan bagian dari ikon budaya Indonesia yang memiliki nilai historis dan memiliki citra ekslusif yang menggambarkan status pemakainya. Motif hias yang terdapat pada batik pada umumnya berhubungan erat dengan beberapa faktor antara lain, letak geografis, adat istiadat, dan kondisi alam. Sanggar Batik Sayu Wiwit Kabupaten Banyuwangi merupakan salah satu para pengrajin batik yang masih mempertahankan kriteria asli motif tradisional dengan menerapkan motif khas batik Banyuwangi disetiap hasil visualisasinya. Penelitian menekankan pada pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian dimulai dengan metode pengumpulan data yang menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Untuk menjaga keabsahan data dilakukan kegiatan trianggulasi data. Tahap analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan atau verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh tiga kesimpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, Proses pembuatan batik dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: (a) persiapan alat dan bahan; (b) pengolahan kain; (c) pemotongan kain; (d) pemindahan pola batik pada kain (mola atau nyorek); (e) pencantingan pertama (ngelowong, membatik cap, nerusi, dan ngisen-isen); (f) pewarnaan pertama (teknik colet); (g) pencantingan kedua (nemboki); (h) pewarnaan kedua (teknik celup); (i) pemberian water glass; (j) pelorodan batik; (k) pencucian dan penjemuran batik; (l) finishing batik. Kedua, visualisasi motif batik Banyuwangi memiliki nilai seni tinggi yang di dalamnya terdapat unsur-unsur visual, prinsip-prinsip visual, perpaduan corak, dan unsur penyusun bentuk motif yang menjadikan batik terlihat indah. Ketiga, dari semua motif batik Banyuwangi mempunyai makna bahwa manusia harus bersinergi dalam hubungan antara manusia dengan manusia, hubungan antara manusia dengan alam, serta hubungan antara manusia dengan Tuhannya. Batik Banyuwangi menyiratkan suatu pesan agar manusia saling toleransi, saling menghargai, saling merangkul antar semua golongan masyarakat, mengasihi antar umat serta status manusia yang berbeda. Berdasarkan hasil penelitian disarankan agar pengrajin terus menggali ide-ide dan inovasi baru, mempertahankan dan melestarikan kerajinan batik Banyuwangi. Penelitian ini perlu diadakan penelitian lebih lanjut, karena masih banyak masalah yang belum dikaji dalam penelitian ini.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Sastra (FS) > Jurusan Seni dan Desain (SED) > S1 Pendidikan Seni Rupa
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 28 Jun 2018 04:29
Last Modified: 09 Sep 2018 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/13153

Actions (login required)

View Item View Item