Pola kemitraan pemerintah desa dengan masyarakat dalam pengelolaan wisata Candi Sumberawan di Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, kabupaten Malang / Hanafi Syehabibi

Hanafi (2018) Pola kemitraan pemerintah desa dengan masyarakat dalam pengelolaan wisata Candi Sumberawan di Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, kabupaten Malang / Hanafi Syehabibi. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

i ABSTRAK Syehabibi Hanafi. 2018. Pola Kemitraan Pemerintah Desa Dengan Masyarakat Dalam Pengelolaan Wisata Candi Sumberawan di Desa Toyomarto Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Skripsi Program Studi S1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Sri Untari M.Si (II) Rusdianto Umar SH. M.Hum. Kata Kunci Kemitraan Masyarakat Pengelolaan Sebagai negara kepulauan Indonesia memiliki wilayah daratan dan perairan yang luas dengan disertai jumlah pulau yang banyak. Wisata ini adalah sumber air dan Candi Sumberawan yang berlokasi di Dusun Sumberawan Desa Toyomarto Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Dalam pengelolaannya masih sangat sederhana mengandalkan dari objek berupa sebuah cagar budaya yakni sebuah Candi dengan sebuah stupa dan juga menyuguhkan hawa kesegaran dari sumber mata air yang keluar di sekitaran candi dan disertai beberapa pohon pinus akan menjadi senjata utama wisata ini dalam menarik wisatawan. Dalam sejarah candi tersebut dahulunya masih tertimbun dan ditemukan orang Belanda pada masa penjajahan dahulu dan hingga sekarang dikelola oleh pihak perhutani. Beberapa tahun yang lalu daerah wisata ini belum dikomersialkan sehingga wisatawan dapat masuk ke area wisata tanpa dikenakan biaya. Daerah tersebut terkadang masih digunakan oleh orang orang yang beragama budha untuk beribadah dan terkadang juga digunakan untuk penelitian di sumber air yang terdapat di dekat candi tersebut. Lama kelamaan area tersebut mulai dikelola sehingga sekarang menjadi sebuah objek wisata yang cukup menjanjikan. Dengan adanya potensi wisata di Desa Toyomarto ini ada harapan peningkatan di bidang ekonomi dan terjalinnya hubungan kemitraan antara pemerintah desa perhutani masyarakat pihak swasta secara tidak langsung akan terlibat dalam pengelolaan objek wisata ini sehingga terbentuklah kemitraan yang saling menguntungkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data yang digali dari informan peristiwa dan dokumen. Informan disini yaitu Kepala Desa Toyomarto Perhutani cabang Singosari dan Masyarakat Desa Toyomarto yang ikut dalam proses pengelolaan. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan observasi wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara pengumpulan data reduksi data penyajian data dan diakhiri penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan cara triangulasi sumber dan triangulasi teknik pengujian data dengan membandingkan antara wawancara observasi dan dokumentasi. ii Pengelolaan Candi Sumberawan dilakukan oleh beberapa aktor yaitu pihak Pemerintah Desa Perhutani dan masyarakat. Pemerintah Desa yang berwenang sebagai pengawas dan penyedia keuangan untuk pembangunan. Kemudian pihak Perhutani sebagai pengelola dan pemelihara lingkungan Candi Sumberawan dan masyarakat sebagai pembantu pengelolaan pembangunan pembersihan perawatan dan beberapa tugas seperti ikut dalam menjaga parkir di sekitar lingkungan Candi Sumberawan. Pola kemitraan yang dijalankan oleh Pemerintah Desa Perhutani dan masyarakat yaitu seperti terbentuknya perjanjian mengenai hak dan kewajiban Pemerintah Desa membangun beberapa fasilitas vital menggunakan dana desa Perhutani menambahkan fasilitas pendukung lainnya serta bertanggung jawab terhadap pemeliharaan lingkungan wisata Candi Sumberawan masyarakat sebagai pendukung Pemerintah Desa yang bertugas ikut dalam pembangunan fasilitas yang dibutuhkan dan bertugas dalam pengelolaan parkir pengunjung yang akan berkunjung ke Candi Sumberawan. Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kemitraan pengelolaan Candi Sumberawan pembagian hak dan kewajiban. Dalam mengembangkan Candi Sumberawan pengelola memerlukan dana yang tidak sedikit yang selama ini belum dicapai melalui penjualan tiketing. Hal ini diperumit dengan Pemerintah Desa membatasi pengadaan dana desa untuk pembangunan fasilitas Candi Sumberawan dikarenakan terbatasnya dana desa tersebut. Cara mengatasi kendala yang ada adalah dengan mengefektifkan dana yang ada kemudian dilakukannya kegiatan evaluasi secara rutin akan berpengaruh terhadap perkembangan wisata Candi Sumberawan. Selanjutnya penting akan semua pihak untuk mulai belajar ke tempat wisata yang lebih maju dalam hal pengelolaan keuangan dan lain-lain. Dengan dibuatnya perjanjian ulang maka diharapkan peraturan akan hak dan kewajiban lebih tertata sehingga masing-masing dapat sadar akan tanggung jawabnya masing-masing. Saran yang diberikan peneliti setelah melakukan penelitian ini adalah sebagai berikut. Bagi Pemerintah Desa Toyomarto agar menggalakan kegiatan yang dilakukan oleh Perhutani dengan masyarakat. Bagi Pemerintah Desa Toyomarto adalah bertugas sebagai pengawas. Bagi Perhutani adalah perlu adanya kreasi dalam memasarkan wisata Candi Sumberawan. Bagi Masyarakat Desa Toyomarto adalah sebagai pemelihara dan ikut dalam pembangunan Candi Sumberawan.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial (FIS) > Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan (HKn) > S1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 29 Aug 2018 04:29
Last Modified: 09 Sep 2018 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/130798

Actions (login required)

View Item View Item