Identifikasi miskonsepsi materi ikatan kovalen pada mahasiswa kimia tahun pertama Universitas Negeri Malang menggunakan tes diagnostik two-tier / Wardatul Istiqomah

Istiqomah, Wardatul (2019) Identifikasi miskonsepsi materi ikatan kovalen pada mahasiswa kimia tahun pertama Universitas Negeri Malang menggunakan tes diagnostik two-tier / Wardatul Istiqomah. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

RINGKASAN Istiqomah, Wardatul. 2019. Identifikasi Miskonsepsi Materi Ikatan Kovalen pada Mahasiswa Kimia Tahun Pertama Universitas Negeri Malang Menggunakan Tes Diagnostik Two-Tier. Skripsi, Program Studi Pendidikan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Prof. Dra. Sri Rahayu, M.Ed, Ph.D. (II) M. Muchson S.Pd, M.Pd Kata Kunci: miskonsepsi, instrumen diagnostik two-tier, ikatan kovalen Pengajaran ilmu kimia dimulai dari sederhana. Konsep ilmu kimia perlu dipahami dengan baik, karena konsep ilmu kimia berjenjang dan berurutan. Selain itu, konsep ilmu kimia bersifat abstrak, sehingga dapat menyebabkan miskonsepsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi miskonsepsi pada materi ikatan kovalen dan mengetahui persentase miskonsepsi pada materi tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan subjek penelitian 26 mahasiswa kimia tahun pertama Universitas Negeri Malang yang sedang menempuh matakuliah Kimia Dasar Semester Antara menggunakan tes diagnostik two-tier. Instrumen soal yang digunakan merupakan instrumen yang dikembangkan oleh Layly (2016) yang terdiri dari 40 butir soal dengan tiga alternatif jawaban disertai empat alternatif alasan. Langkah pada penelitian ini ada dua yaitu pengumpulan data dan analisis data. Data yang diperoleh akan dianalisi berdasarkan kategori jawaban yaitu berdasarkan pada konsistensi pilihan jawaban yang dipilih oleh mahasiswa tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa miskonsepsi terjadi pada 10 konsep materi ikatan kovalen dengan persentase sebagai berikut: 1) 23% pada konsep unsur-unsur pembentuk senyawa kovalen, senyawa kovalen harus tersusun atas unsur non logam dengan unsur non logam; 2) 69% pada konsep struktur Lewis, elektron total berdasarkan gambar struktur Lewis adalah jumlah elektron valensi; 3) 54% pada konsep ikatan rangkap, energi pemutusan ikatan rangkap dua kali lipat daripada energi pemutusan ikatan tunggal; 4) 35% pada konsep ikatan kovalen koordinasi, ikatan kovalen koordinasi lebih pendek daripada ikatan kovalen; 5) 54% pada konsep ikatan kovalen polar dan kepolaran molekul, pasangan elektron ikatan terletak pada jarak yang sama diantara dua atom yang berikatan; 6) 27% pada konsep muatan formal, nilai elektronegativitas berpengaruh dalam menentukan muatan formal; 7) pada konsep aturan oktet dan kestabilan senyawa kovalen, 27% struktur Lewis yang stabil tidak memiliki Pasangan Elektron Bebas (PEB) dan memenuhi aturan oktet; 62% gas klorin akan membentuk molekul Cl2 karena memenuhi aturan oktet; dan 54% ikatan kovalen menyimpan energi kimia; 8) 42% pada konsep bentuk molekul, bentuk molekul suatu senyawa ditentukan tolakan pasangan elektron ikatan; 9) pada konsep gaya antar molekul dan sifat-sifat senyawa kovalen, 38% energi yang dibutuhkan untuk mendidihkan garam dapur lebih besar karena garam dapur merupakan ikatan ionik; dan 81% interaksi tarik-menarik yang paling kuat adalah ikatan hidrogen; dan 10) pada konsep teori ikatan valensi, 23% partikel paling penting dalam pembentukan ikatan kovalen adalah elektron valensi; dan 27% sharing electron berarti pemakaian bersama 1 (satu) elektron oleh dua atom, seperti pada kasus berbagi sebuah apel untuk dua orang.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Jurusan Kimia (KIM) > S1 Pendidikan Kimia
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 21 Aug 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/125095

Actions (login required)

View Item View Item