Pengaruh metode TAPPS pada model guided inquiry learning terhadap prestasi belajar fisika siswa kelas X pada materi usaha dan energi / Rully Madadian Kurniawati

Kurniawati, Rully Madadian (2019) Pengaruh metode TAPPS pada model guided inquiry learning terhadap prestasi belajar fisika siswa kelas X pada materi usaha dan energi / Rully Madadian Kurniawati. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

RINGKASAN Kurniawati, Rully Madadian. 2019. Pengaruh Metode TAPPS Pada Model Guided Inquiry Learning Terhadap Prestasi Belajar Fisika Siswa Kelas X pada Materi Usaha dan Energi. Skripsi, Pendidikan Fisika, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Agus Suyudi, M.Pd., (2) Sulur, S.Pd, M.Si, M.T.D. Kata Kunci: Guided Inquiry Learning, TAPPS, Prestasi Belajar Model guided inquiry learning dengan metode TAPPS merupakan perpaduan antara model dan metode pembelajaran yang akan menciptakan proses pembelajaran yang lebih maksimal karena dapat mendorong siswa bertindak aktif dalam pembelajaran sehingga mereka tidak hanya menghafal konsep tetapi menemukan konsep sendiri dari proses belajarnya. Perpaduan pembelajaran ini dilakukan dengan cara menyisipkan metode TAPPS dalam setiap sintaks pembelajaran guided inquiry, sehingga membentuk sintaks yang baru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model guided inquiry learning dengan metode TAPPS terhadap prestasi belajar fisika pada materi usaha dan energi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif jenis penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan desain penelitian yang digunakan pretest-postest control group design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X IPA SMA Negeri 8 Malang. Sampel pada penelitian ini yaitu kelas X IPA 6 sebagai kelas eksperimen dan XI IPA 5 sebagai kelas kontrol. Pemilihan sampel penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen pengukuran berupa soal tes prestasi belajar fisika pada materi usaha dan energi yang telah dilakukan uji validitas, reliabilitas, daya pembeda dan taraf kesukaran. Kemudian hasil tes diuji prasyarat analisis data dan uji hipotesis menggunakan Uji Mann - Whitney U dengan taraf signifikan 0,05. Berdasarkan hasil uji hipotesis nilai posttest prestasi belajar fisika pada kelas kontrol dan kelas eksperimen dengan uji Mann Whitney U, diperoleh nilai Zhitung 3,340 > Z tabel α/2 , dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Dalam hal ini, prestasi belajar fisika pada kelas yang diberi perlakuan pembelajaran menggunakan model guided inquiry learning dengan metode TAPPS lebih tinggi daripada kelas yang diberi perlakuan pembelajaran menggunakan model guided inquiry learning. Dari nilai mean data kemampuan awal siswa (pretest) diperoleh nilai mean untuk kelas kontrol dan kelas eksperimen berturut-turut sebesar 63,22 dan 67,65, sedangkan pada data hasil tes posttest prestasi belajar fisika diperoleh nilai mean untuk kelas kontrol dan kelas eksperimen berturut-turut sebesar 75,00 dan 86,88. Dapat disimpulkan bahwa kelas yang diberi perlakuan pembelajaran menggunakan model guided inquiry learning dengan metode TAPPS (kelas eksperimen) lebih tinggi daripada prestasi belajar fisika pada kelas yang diberi perlakuan pembelajaran menggunakan model guided inquiry learning (kelas kontrol).

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Jurusan Fisika (FIS) > S1 Pendidikan Fisika
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 05 Aug 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/124477

Actions (login required)

View Item View Item