Manajemen kurikulum kelas industri Yamaha dan Daihatsu di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi Kabupaten Malang / Muntaqimatul Amanah

Amanah, Muntaqimatul (2019) Manajemen kurikulum kelas industri Yamaha dan Daihatsu di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi Kabupaten Malang / Muntaqimatul Amanah. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

RINGKASAN Amanah, M. 2019. Manajemen Kurikulum Kelas Industri Yamaha dan Daihatsu di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi. Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Hj. Maisyaroh, M.Pd, Pembimbing (II) Imam Gunawan, M.Pd Kata kunci: manajemen kurikulum, kelas industri, industri Yamaha dan Daihatsu Kurikulum merupakan komponen pendidikan yang sangat penting yang mendasari terlaksananya pendidikan dan tercapainya tujuan dari pendidikan itu sendiri. Tujuan dari SMK sendiri adalah mencetak lulusan yang siap pakai. Bagi lulusan SMK tentunya sangat diperlukan keahlian khusus untuk bersaing di era global sekarang ini. Untuk mencetak lulusan dengan keahlian khusus sekolah menerapkan berbagai cara yang salah satunya bekerjasama dengan indutri, termasuk membuka kelas-kelas khusus yang dibentuk dari kerjsama kedua belah pihak. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan: perencanaan kurikulum kelas industri Yamaha dan Daihatsu di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi; pengorganisasian kurikulum kelas industri Yamaha dan Daihatsu di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi; penerapan kurikulum kelas industri Yamaha dan Daihatsu di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi; dan evaluasi kurikulum kelas industri Yamaha dan Daihatsu di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bermaksud untuk memahami fenomena yang terjadi dalam subjek penelitian berupa perilaku, kebiasaan, persepsi, kegiatan yang dilaksanakan. Jenis rancangan penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Pengumpulan data diperoleh peneliti dari hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan dengan triangulasi yang terdiri dari triangulasi sumber dan triangulasi teknik, serta menggunakan kecukupan bahan referensi. Kegiatan analisis data dimulai dari display penyajian, mereduksi data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan, didapat empat kesimpulan hasil penelitian yang meliputi: Perencanaan kurikulum kelas industri Yamaha dan Daihatsu berawal dari kerjasama antara sekolah dan industri. Perencanaannya dilakukan dengan pertemuan antara sekolah binaan, pihak industri terkait dan perwakilan PSMK. Rapat penyusunan kurikulum membahas mengenai sinkronisasi kurikulum antara kurikulum nasional dengan kurikulum yang dibutuhkan oleh industri. Persiapan sumber daya pendidik diwujudkan dalam bentuk pelatihan oleh guru produktif dan magang ke industri terkait; Pengorganisasian kurikulum kelas industri Yamaha dan Daihatsu pihak yang bertanggungjawab meliputi kepala sekolah, waka kurikulum berserta staf, kaprog masing-masing jurusan, dan guru. Sedangkan pada industri khususnya Yamaha, pihak yang bertanggungjawab adalah staf bagian edukasi yang berada di bawah manajer service; Penerapan kurikulum kelas industri Yamaha pada pembelajarannya menggunakan ruang praktik yang sudah di setting sesuai dengan standar industri. Penerapan kurikulum kelas industri Yamaha dan Daihatsu mendatangkan guru tamu dari industri langsung. Materi yang diajarkan pada peserta didik meliputi teknologi terbaru dari industri. Selain itu materi yang disampaikan adalah materi yang terkait dengan service. Sumber belajar yang digunakan dalam pelaksanaan kurikulum kelas industri Yamaha dan Daihatsu berbentuk modul yang di dalamnya memuat standar dari industri. Budaya industri yang diterapkan dalam kelas khusus Yamaha adalah 5P, sedangkan budaya industri yang diterapkan dalam kelas Daihatsu yakni 5S; Evaluasi dari peserta didik kelas industri sama dengan kelas reguler yakni dilakukan dalam bentuk ulangan harian, ujian tengah semester, ujian akhir semester, dan ujian kompetensi kejuruan. Ujian kompetensi keahlian dilaksanakan dua kali, pertama Ujian kompetensi keahlian dilakukan di sekolah yang melibatkan pihak sekolah saja, sedangkan yang kedua dilakukan oleh pihak industri yakni Yamaha dengan menguji dari Yamaha langsung. Evaluasi kurikulum kelas industri Yamaha dan Daihatsu dituangkan dalam akreditasi jurusan. Evaluasi yang dilakukan oleh pihak industri Yamaha dilakukan pada setiap 3 bulan sekali dengan mengunjungi sekolah. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, peneliti menyarankan kepada beberapa pihak yang terkait dengan manajemen kurikulum kelas industri Yamaha dan Daihatsu yaitu: Bagi Kepala SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi Kabupaten Malang hendaknya perlu memberikan perhatian khusus terhadap pelaksanaan pembelajaran praktik, khususnya pada kebutuhan media pembelajaran dan peralatan praktik; Bagi guru hendaknya dapat mempertahankan koordinasi dan kerjasama kepada pihak-pihak industri mengenai kurikulum, khususnya Yamaha dan Daihatsu; Bagi Jurusan Administrasi Pendidikan, disarankan agar hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai salah satu referensi tema penelitian mahasiswa yang berkaitan dengan manajemen pendidikan yang dilaksanakan setiap lembaga pendidikan, serta tetap menjaga kerjasama yang baik antara sekolah dengan jurusan Administrasi Pendidikan; Bagi peneliti lain dapat dijadikan referensi dan melanjutkan penelitian pada berbagai aspek yang belum terungkap mengenai manajemen kurikulum kelas industri Yamaha dan Daihatsu ataupun kelas industri lain dalam bidang pendidikan yang belum dapat peneliti temukan dari berbagai sumber/pihak di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Jurusan Administrasi Pendidikan (AP) > S1 Administrasi Pendidikan
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 14 Aug 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/122338

Actions (login required)

View Item View Item