Pengembangan panduan pelatihan manajemen konflik untuk mengatasi sarkasme di media sosial pada siswa SMP Negeri 15 Malang / Aulia Nur Fadhilah

Fadhilah, Aulia Nur (2019) Pengembangan panduan pelatihan manajemen konflik untuk mengatasi sarkasme di media sosial pada siswa SMP Negeri 15 Malang / Aulia Nur Fadhilah. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

vi RINGKASAN Fadhilah, Aulia Nur. 2019. Pengembangan Panduan Pelatihan Manajemen Konflik untuk Mengatasi Sarkasme di Media Sosial pada Siswa SMP Negeri 15 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Yuliati Hotifah, S. Psi, M. Pd. (II) Dra. Elia Flurentin, M. Pd. Kata Kunci: manajemen konflik, sarkasme, media sosial, siswa SMP Sarkasme adalah sindiran terhadap seseorang dengan menggunakan bahasa yang kasar atau pedas secara frontal, sengaja, dan tidak basa-basi melalui celaan, cemoohan, cibiran, ejekan, dan hinaan yang getir, serta selalu mengandung kepahitan untuk menyakiti hati atau perasaan target tuturannya dan kurang enak didengar. Dampak yang diakibatkan oleh penggunaan gaya bahasa sarkasme atau menyindir di media sosial yaitu timbulnya perilaku destruktif. Pentingnya manajemen konflik yang tepat diperlukan dalam mengambil suatu keputusan sehingga suatu konflik tidak menimbulkan frustrasi atau stress bagi individu, serta tidak mengakibatkan perilaku destruktif. Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini adalah menghasilkan panduan pelatihan manajemen konflik untuk mengatasi sarkasme di media sosial pada siswa SMP Negeri 15 Malang yang berterima secara teoritis maupun praktis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan yang mengadaptasi dari model pengembangan Borg & Gall (1983). Namun dalam penerapannya, peneliti hanya melakukan sampai tahap kelima yaitu melakukan revisi produk utama. Hal ini dikarenakan peneliti dapat menentukan langkah-langkah yang paling tepat bagi dirinya berdasarkan kondisi khusus yang dihadapi selama proses pengembangan. Validasi produk menggunakan dua subjek validasi yaitu validasi ahli dan calon pengguna produk. Validasi ahli dan calon pengguna produk (konselor) menggunakan angket skala penilaian, sedangkan validasi calon pengguna produk (siswa) menggunakan uji keterbacaan siswa. Jenis data ada dua yaitu data kuantitatif dan kualitatif deskriptif. Data kuantitatif dianalisis menggunakan inter-rater agreement, sedangkan data kualitatif deskriptif dianalisis menggunakan model analisis Miles dan Huberman, serta dengan menyimpulkan kritik dan saran hasil validasi ahli maupun calon pengguna produk. Berdasarkan hasil validasi ahli materi bimbingan dan konseling dan calon pengguna produk (konselor) diperoleh skor 1,00 yang berarti panduan pelatihan manajemen konflik memiliki validitas yang sangat tinggi. Dengan demikian, keberterimaan produk panduan pelatihan manajemen konflik juga tinggi. Hasil validasi ahli media diperoleh nilai 92 yang berarti sangat tepat, berguna, mudah, dan menarik digunakan sebagai buku panduan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan manajemen konflik telah berterima digunakan untuk layanan bimbingan di sekolah. Saran, apabila dilakukan di SMP lain atau pada jenjang yang lain, maka harus dilakukan proses adaptasi yang berkaitan dengan instrumen dan perlu diadakan penyesuaian, yaitu dengan melakukan observasi, need assessment, dan wawancara, serta uji keefektifan melalui penelitian eksperimen oleh peneliti selanjutnya.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Jurusan Bimbingan dan Konseling (BK) > S1 Bimbingan dan Konseling
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 12 Jul 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/116764

Actions (login required)

View Item View Item