Keefektifan Structured Learning Approach (SLA) sebagai upaya meningkatkan keterampilan menyelesaikan konflik secara konstruktif untuk mencegah bullying bagi siswa SMP / Yohana Prasetyani

Prasetyani, Yohana (2019) Keefektifan Structured Learning Approach (SLA) sebagai upaya meningkatkan keterampilan menyelesaikan konflik secara konstruktif untuk mencegah bullying bagi siswa SMP / Yohana Prasetyani. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

RINGKASAN Prasetyani, Yohana. 2019. Keefektifan Structured Learning Approach (SLA) Sebagai Upaya Meningkatkan Keterampilan Menyelesaikan Konflik Secara Konstruktif untuk Mencegah Bullying Bagi Siswa SMP. Skripsi. Jurusan Bimbingan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Djoko Budi Santoso, M.Pd., (II) Dr. Dany M. Handarini, M.A. Kata Kunci: keterampilan menyelesaikan konflik secara konstruktif, Structured Learning Approach (SLA), bullying, siswa SMP. Keterampilan sosial adalah kemampuan individu untuk berkomunikasi efektif dengan orang lain baik secara verbal maupun nonverbal. Salah satu keterampilan sosial yaitu keterampilan menyelesaikan konflik secara konstruktif. Keterampilan menyelesaikan konflik secara konstruktif adalah keterampilan yang dimiliki individu untuk menemukan cara penyelesaian konflik dimana kedua pihak yang mengalami konflik dapat membangun perasaan dan pikirannya dengan bijaksana sehingga tidak menimbulkan berbagai perilaku agresif. Banyak efek yang muncul apabila konflik tidak diselesaikan secara konstruktif, salah satunya bullying. Bullying merupakan perilaku antisosial yang sering terjadi di lingkungan pendidikan. Individu yang memiliki keterampilan menyelesaikan konflik yang rendah cenderung menerima perlakuan bullying. Salah satu cara untuk mencegah bullying dengan melatih keterampilan menyelesaikan konflik secara konstruktif. SLA (Structured Learning Approach) adalah pendekatan pembelajaran yang secara sistematis dan terstruktur mengajarkan keterampilan prososial pada individu. Terdapat lima langkah dalam pendekatan Structured Learning Approach, yaitu: (1) instruction, (2) modelling, (3) role playing, (4) feedback, dan (5) transfer of training. Penelitian bertujuan menguji keefektifan Structured Learning Approach (SLA) untuk meningkatkan keterampilan menyelesaikan konflik secara konstruktif sebagai upaya mencegah bullying bagi siswa SMP. Pendekatan yang digunakan kuantitatif menggunakan metode pre experimental design dengan rancangan one group pre-test post-test design. Subjek penelitian 11 siswa kelas VII salah satu SMP di kota Malang pada tahun ajaran 2018/2019 dengan kategori keterampilan menyelesaikan konflik secara konstruktif sedang dan rendah. Penarikan sampel menggunakan purposive sampling yang ditentukan melalui skala keterampilan penyelesaian konflik secara konstruktif. Treatment yang diberikan berupa pelatihan keterampilan penyelesaian konflik secara konstruktif menggunakan model Structured Learning Approach (SLA) yang telah dirangkum sebagai produk panduan dalam pemberian treatment kepada subjek penelitian. Hasil Uji Wilcoxon menunjukkan ada peningkatan keterampilan penyelesaian konflik secara konstruktif setelah mendapatkan treatment. Berdasarkan hasil uji Wilcoxon, diketahui nilai beda (Z) -2,938 pada derajat signifikan 0,003. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai derajat signifikan 0,003 dan lebih kecil dari 0,05 maka H1 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Structured Learning Approach efektif untuk meningkatkan keterampilan menyelesaikan konflik secara konstruktif.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Jurusan Bimbingan dan Konseling (BK) > S1 Bimbingan dan Konseling
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 08 Jul 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/116761

Actions (login required)

View Item View Item