Arahan konservasi vegetatif tanaman unggul lokal di bekas lahan tambang bauksit dan pemanfatannya untuk sumber balajar evaluasi sumberdaya lahan / Ajun Purwanto

Purwanto, Ajun (2019) Arahan konservasi vegetatif tanaman unggul lokal di bekas lahan tambang bauksit dan pemanfatannya untuk sumber balajar evaluasi sumberdaya lahan / Ajun Purwanto. Doctoral thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Purwanto, Ajun. 2019. Arahan Konservasi Vegetatif Tanaman Unggul Lokal di Lahan Bekas Tambang Bauksit dan Pemanfaatannya Untuk Sumber Belajar Evaluasi Sumber Daya Lahan. Disertasi, Program Studi Pendidikan Geografi Pasca Sarjana Universitas Negeri Malang . Pembimbing: (1) Prof. Dr. Sugeng Utaya, M. Si., (II) Dr. Dwiyono Hari Utomo, M.Pd, M.Si., (3) Dr. Budi Handoyo, M.Si. Kata Kunci: Konservasi Vegetatif, Tanaman Unggul Lokal, Tambang Bauksit, Aktivitas penambangan bauksit menyebabkan pendangkalan waduk, hilangnya habitat ikan, degradasi lahan, kerusakan hutan dan hilangnya sebagian mata pencaharian pokok masyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi sifat fisik dan kimia lahan bekas tambang bauksit; (2) mengevaluasi kemampuan dan kesesuaian lahan bekas penambangan bauksit; (3) menentukan jenis tanaman unggul lokal untuk konservasi, berdasarkan kelas kemampuan dan kesesuaian lahan di area bekas penambangan bauksit, dan (4) menyusun monograf sebagai sumber belajar Evaluasi Sumber Daya Lahan. Metode yang digunakan dalam panelitian adalah survei dan interpretasi citra dan monograf menggunakan metode validasi dari ahli kebahasaan, materi dan penyajian. Pengambilan sampel menggunakan metode stratified sampling dengan strata satuan bentuklahan (landform). Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Data primer terdiri dari: kemiringan lereng, krikil/batuan, tekstur tanah, permeabilitas tanah, kapasitas ketersediaan air, kedalaman tanah, drainase tanah, bahaya erosi, kepekaan erosi, banjir kimia tanah (organik tanah, KTK, pH, KCl, C, N total, N-NH4, P, P2O5, K2O, Na, K), kedalaman tanah, sebaran krikil dan batuan permukaan. Data sekunder adalah curah hujan, topografi, peta geologi, peta tanah dan citra landsat. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis laboratorium, analisis kuantitatif (berupa sekoring) dengan menggunakan software Land Classification and Land Planning (LCLP) untuk penentuan kemampuan lahan dan pemilihan jenis tanaman untuk konservasi, matching antara kualitas lahan dengan persyaratan untuk tanaman, untuk penentuan kesesuaian lahan dan analisis kebutuhan sumber belajar Hasil penelitian menunjukkan: (1) lokasi penelitian didominasi oleh perbukitan dengan luas 66.542,0 Ha (71,1%), erosi yang terjadi sangat berat, tanah dangkal dan banyak batuan tersebar di permukaan tanah, drainase dan permeabilitas tanah buruk, tektur didominasi liat dan lempung, genangan terjadi di bentuklahan ledok fluvial. Retensi hara dan hara tersedia sangat rendah, salinitas dan alkalinitas tinggi, (2) lahan bekas tambang bauksit mempunyai kelas kemampuan lahan III–VI. Kelas kemampuan III, dengan faktor pembatas erodibilitas dan drainase, mempunyai luas 10.416,4 Ha (11,1%). Kelas kemampuan IV mempunyai faktor pembatas erodibilitas tanah luas 9.194,6 Ha (9,8%). Kelas kemampuan V mempunyai luas 7.468,4 Ha (8,0%) dengan faktor pembatas kandungan batuan atau krikil. Kelas kemampuan VI mempunyai luas 66.542,0 Ha (71,1%) dengan faktor pembatas kedalaman tanah dan erosi. Bentuklahan kaki perbukitan terkikis ringan (D4) mempunyai kelas kesesuaian N (tidak sesuai), faktor pembatas toksisitas (salinitas) dan hara tersedia (N total dan K2O). Bentuklahan ledok fluvial (f9), mempunya kelas kesesuaian lahan aktual N (tidak sesuai), untuk tanaman Durian, Pekawai dan Langsat. Faktor pembatas pada subkelas ini adalah toksisitas (salinitas), sodisitas (alkalinitas) dan ketersedian hara (N total). Selain faktor pembatas toksisitas (salinitas), sodisitas (alkalinitas) ada faktor pembatas lain pada jenis tanaman Duku, Cempedak, Mentawa, Rambutan dan Kopi, yaitu berupa lamanya genangan air; (3) Jenis tanaman unggul lokal yang sesuai untukkonservasi adalah durian (Durio zibethinus MURR), pekawai (Durio kutejensis), Langsat (Lansium domestikum), cempedak (Artocarpus integer), Mentawa (Artocarpus anisophyllus), sedangkan yang mempunyai nilai sedang adalah Duku (Lansium domestikum CORR), Rambutan (Nephelium lappaceun LINN) dan kopi (Coffea canephora); (4) hasil validasi aspek kebahasaan, materi dan penyajian dari ahli bahasa, ahli materi dan kegrafikan menunjukkan nilai 91,67 persen, kelayakan materi 92,5 persen, dan kelayakan penyajian 92,00 persen termasuk dalam katagori layak sebagai sumber belajar.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial (FIS) > Jurusan Geografi (GEO) > S3 Pendidikan Geografi
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 22 Aug 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/115913

Actions (login required)

View Item View Item