Pengembangan buku teks Geospatial Technologies berbasis spatial thinking / Syahrul Ridha

Ridha, Syahrul (2020) Pengembangan buku teks Geospatial Technologies berbasis spatial thinking / Syahrul Ridha. Doctoral thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

RINGKASAN Syahrul Ridha, 2019. Pengembangan Buku Teks Geospatial Technologies Berbasis Spatial Thinking. Disertasi. Program Studi S3 Pendidikan Geografi, Pascasarjana Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Promotor: Prof. Dr. Sugeng Utaya, M.Si, Ko-Promotor I: Syamsul Bachri, S.Si., M.Sc., Ph.D, Ko-Promotor II: Dr. Budi Handoyo, M.Si. Kata Kunci: Pengembangan, Buku Teks, Geospatial Technologies, Spatial Thinking Pencapaian kompetensi dasar ketarampilan dalam pembelajaran geografi adalah siswa mampu membuat peta. Namun, pencapaian ini belum terwujud walaupun kurikulum sudah mendukung. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui kebutuhan buku teks geospatial technologies berbasis spatial thinking dalam pembelajaran geografi SMA. (2) Mendesain buku teks geospatial technologies berbasis spatial thinking. (3) Mengembangkan buku teks geospatial technologies berbasis spatial thinking untuk siswa SMA. (4) Mengetahui efektivitas buku teks geospatial technologies berbasis spatial thinking terhadap keterampilan geografi siswa SMA. Dengan demikian buku teks geospatial technologis dikembangkan berbasis spatial thinking. Dalam spatial thinking terdapat tiga komponen yang dapat digunakan dalam pengembangan buku teks, yaitu menggunakan konsep ruang untuk menjelaskan materi, menggunakan alat representasi, seperti peta; gambar; dan grafik, dan menggunakan proses kognitif atau proses penalaran. Rancangan penelitian menggunakan model ADDIE. ADDIE merupakan akronim dari analyze, design, develop, implement, dan evaluate. Sebelum uji coba, terlebih dahulu dilakukan validasi ahli yang terdiri dari ahli bahasa, materi, dan rancangan. Desain uji coba dalam penelitian ini adalah uji coba lapangan (field trial). Subjek uji coba adalah siswa SMA kelas X yang belajar geografi sebanyak 67 siswa. Jenis data adalah kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif didapatkan dari hasil tanggapan guru dan siswa yang ditulis di angket. Sedangkan data kuantitatif didapatkan dari hasil validasi ahli, skor angket, dan hasil test keterampilan geografi. Instrumen pengumpulan data menggunakan skala likert, lembar validasi, dan soal test keterampilan geografi dalam membuat peta menggunakan software SIG. Data dianalisis dengan statistik deskriptif. Analisis ini digunakan untuk mendapatkan data angket dan test. Selanjutnya data disajikan dengan tabel distribusi frekuensi relatif. Hasil penelitian adalah: (1) berdasarkan analisis kebutuhan menunjukkan bahwa secara keseluruhan soal dalam materi SIG mengandung konsep spasial yang rendah dan tidak mampu membangun keterampilan geografi. Hal tersebut menjadi kelemahan bagi materi SIG yang berdampak pada ketercapain keterampilan geografi. Seharusnya soal materi SIG dalam buku teks dirancang mengggunakan soal yang merepresentasikan berpikir spasial dan proses berpikir tinggkat tinggi. (2) Desain buku teks geospatial technologies terdiri dari perumusan tujuan pembelajaran dan penyusunan kerangka buku teks geospatial technologies yang berbasis spatial thinking. Tujuan pembelajaran yang dimuat dalam buku teks disusun untuk menjabarkan kompetensi dasar menjadi indikator, dan mensintesis bahan ajar dari buku teks yang sudah ada. Dalam tahapan design juga merancang kerangka buku teks yang meliputi pengorganisasian, penentuan format dan kualitas. (3) Buku teks geospatial technologies berbasis spatial thinking dikembangkan mengikuti lima langkah yaitu: analisis, rancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Berdasarkan validasi rancangan, buku teks sangat valid, namun dianjurkan revisi kecil. Menurut ahli bahasa buku teks dapat dikatakan sangat valid dan dianjurkan revisi kecil, karena secara umum bahasa Indonesia yang digunakan efektif. Selain itu, ahli materi, mengatakan buku teks dapat dikatakan sangat valid dengan anjuran revisi kecil dan memperdalam materi, karena isi/konten dalam buku teks geospatial technologies dijelaskan dengan baik. (4) Menurut guru, buku teks efektif digunakan dalam pembelajaran geografi. Selain itu, siswa berpendapat bahwa buku teks juga efektif digunakan dalam pembelajaran geografi. Menurut guru, pembelajaran teknologi geospasial efektif dilakasanakan dalam pembelajaran geografi, keefektivan disebabkan oleh kemenarikan pembelajaran teknologi geospasial yang dilakukan secara langsung menggunakan komputer sehingga memudahkan siswa untuk memahami materi. Namun, menurut siswa pembelajaran teknologi geospasial cukup efektif, hal ini disebabkan pembelajaran tidak pernah dilakukan sebelumnya. Penggunaan teknologi geospasial dalam pembelajaran geografi dapat membantu siswa memahami prinsip-prinsip geografi, misalnya prinsip interelasi, yang menjelaskan keterkaitan antara satu fenomena dengan fenomena yang lain. Siswa yang belajar teknologi geospasial kemampuan spasialnya lebih berkembang dibandingkan dengan siswa yang belajar secara konvensional. Dengan demikian, buku teks geospatial technologies berbasis spatial thinking sangat baik/sangat efektif digunakan dalam pembelajaran geografi untuk meningkatkan keterampilan geografi dalam membuat peta.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial (FIS) > Jurusan Geografi (GEO) > S3 Pendidikan Geografi
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 22 Jan 2020 04:29
Last Modified: 09 Sep 2020 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/115912

Actions (login required)

View Item View Item