Internalisasi pendidikan ekonomi keluarga dalam perspektif peran ibu rumah tangga pada suku Melayu Jambi (studi fenomenologi ibu rumah tangga suku Melayu Jambi) / Mayasari

Mayasari (2019) Internalisasi pendidikan ekonomi keluarga dalam perspektif peran ibu rumah tangga pada suku Melayu Jambi (studi fenomenologi ibu rumah tangga suku Melayu Jambi) / Mayasari. Doctoral thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Mayasari. 2018. Internalisasi Pendidikan Ekonomi Keluarga Dalam Perspektif Peran Ibu Rumah Tangga Pada Suku Melayu Jambi. Disertasi, Program Studi Pendidikan Ekonomi, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. H. Budi Eko Soetjipto, M.Ed, M.Si, (II) Prof. Dr. Agus Suman, SE, DEA, dan (III) Prof. Dr. Hj. Sri Umi Mintarti W, SE, MP, AK Kata Kunci: Realitas Kehidupan Ekonomi, Ibu Rumah Tangga, Internalisasi, Pendidikan Ekonomi, keluarga suku melayu Jambi Ibu Rumah Tangga (IRT) pada suku Melayu Jambi yang ikut andil dalam menggerakkan roda ekonomi keluarga menuju pada economic wellbeing. Pola pengasuhan yang dilakukan oleh IRT dalam berperilaku ekonomi yang efektif dan efisien sejak dini akan menjadikan anak-anak mereka pelaku ekonomi yang cerdas dimasa depan. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan realitas kehidupan IRT dalam mengurus rumah tangga dan mengelola ekonomi keluarganya, 2) menganalisis kiprah dan peran IRT berdasarkan pada pola pikir, pola sikap dan perilaku dalam mengelola ekonomi keluarga, dan 3) merekonstruksi secara runtut internalisasi pendidikan ekonomi keluarga dalam perspektif peran IRT. Untuk mengungkap tujuan tersebut, peneliti menggunakan pendekatan fenomenologi dengan informan kunci yaitu IRT pada suku melayu Jambi. Sumber data atau informan kunci dipilih berdasarkan sesuai kebutuhan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat dua realitas kehidupan ekonomi IRT pada suku melayu Jambi. Pertama Pekerjaan IRT Ranah Domestik (PIRTRD). Kedua pekerjaan IRT ranah publik (PIRTRP). Dari kedua realitas tersebut, IRT pada suku melayu Jambi lebih mementingkan anak, suami, dan anggota keluarganya dari pada dirinya sendiri (altruisme). Selain itu IRT lebih berfikir rasional, memiliki sifat motherhood dan memilki moral dalam mematuhi maupun menjalankan aturan yang dituangkan dalam adat bersendi syara’, syara’bersendi kitabullah. (2) kiprah dan peran IRT pada suku melayu Jambi diantaranya: pola pikir, pola sikap, dan pola perilaku. Terkait dengan pola pikir, ditemukan bahwa IRT memikirkan tentang kemampuan untuk bertahan dalam menjalankan aktivitas produktif, aktivitas distributif, dan aktivitas konsumtif. Pola sikap, ditemukan bahwa IRT memilki pendirian yang teguh dengan melakukan suatu tindakan untuk memprioritaskan kebutuhan, meningkatkan pendapatan, memperhatikan kebutuhan sekarang dan akan datang, menerapkan adat dan nilai-nilai budaya melayu Jambi dalam sendi-sendi kehidupan ekonomi, dan rasa tanggung jawab. Pola perilaku, ditemukan bahwa IRT memilki komitmen bersama dengan anggota keluarga lainya untuk melakukan kebiasaan seperti berhemat dan memanfaatkan alam sekitar (budaya nabung), mengatur keuangan, saling berbagi antar sesama, tolong menolong dan gotong rosyong (budaya pelarian), melakukan perencanaan dan diskusi ekonomi secara santai (budaya baguyur), serta memiliki rasa berkecukupan. (3) IRT menerapkan internalisasi pendidikan ekonomi keluarga dengan cara: pertama memberikan pembelajaran peran“gender”. Kedua menerapkan budaya melayu Jambi seperti budaya pelarian, budaya beguyur, dan budaya nabung. Ketiga memberikan panutan (keteladanan). Keempat pemberian penjelasan secara lisan. Kelima pembiasaan dengan melakukan tuntutan perilaku yang sesuai. Keenam melakukan diskusi-diskusi tentang masalah yang sesuai dengan keadaan. Terdapat tiga implikasi dari penelitian ini yakni (1) menjajaki secara berkelanjutan bagaimana realitas kehidupan ekonomi IRT pada suku melayu Jambi dalam menghadapi berbagai situasi dan kondisi dengan tetap mengedepankan rasionalitas, moralitas dan altruisme dalam berekonomi serta motherhood, realitas dan moral.(2) mengedepankan nilai-nilai budaya melayu yang diharapkan dapat memiliki prinsip dalam mengelola ekonomi keluarga untuk mencapai suatu kesejahteraan ekonomi, dan (3) pendidikan ekonomi perlu di berikan dimulai sejak di lingkungan keluarga untuk menjadikan anak-anak di masa depan sebagai pelaku ekonomi yang cerdas. Saran yang perlu dilakukan untuk meninjaklanjuti dari hasil penelitian ini adalah: (1) diperlukan suatu pemberdayaan bagi para IRT untuk mengeksplorasi keterampilan-keterampilan yang mereka miliki sebagai nilai tambah ekonomi yang dapat membantu mereka untuk menopang kehidupan ekonomi keluarga bagi IRT yang bekerja di ranah domestik. Misalnya melalui kegiatan PKK antar RT untuk saling berbagi wawasan dan pengetahuan tentang berbagai keterampilan yang dimilki para IRT seperti membatik, menyulam, dan lain sebagainya. (2) melestraikan kembali kebudayaan melayu Jambi melalui KPIRT seperti budaya pelarian (tolong menolong), budaya baguyur (budaya santai) dan budaya nabung dalam mengelola ekonomi yang dimulai dari keluarga agar membentuk keluarga yang berbudaya, karena melalui IRT lah roda kehidupan keluarga berjalan. Misalnya melalui pendidikan dan parenting untuk membiasakan menerapkan kebudayaan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. (3) Perlu adanya suatu kebijakan akan pendidikan ekonomi keluarga yang masih membedakan “gender” yang terjadi pada keluarga suku melayu Jambi. Misalnya memberikan ruang bagi anak-anak perempuan untuk mengekspresikan bakat dan keterampilan yang dimilki melalui sekolah-sekolah umum.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Ekonomi (FE) > Jurusan Ekonomi Pembangunan (EKP) > S3 Pendidikan Ekonomi
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 21 Nov 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/115893

Actions (login required)

View Item View Item