Kesejahteraan semu petani rumput laut Desa Labuhan Kertasari Kabupaten Sumbawa Barat / Tri Wahyu Hardaningrum

Hardaningrum, Tri Wahyu (2019) Kesejahteraan semu petani rumput laut Desa Labuhan Kertasari Kabupaten Sumbawa Barat / Tri Wahyu Hardaningrum. Doctoral thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

RINGKASAN Tri Wahyu Hardaningrum, 2019. Kesejahteraan Semu Petani Rumput Laut Desa Labuhan Kertasari Kabupaten Sumbawa Barat. Disertasi, Program Studi Pendidikan Ekonomi, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Ery Tri Djatmika R. W. W., MA., M.Si., (II) Prof. Dr. Agus Suman, S.E, DEA., (III) Dr. Hari Wahyono, M.Pd. Kata Kunci: Kesejahteraan Subjektif, Kesejahteraan Semu, Transformasi Kegiatan Ekonomi, Petani Rumput Laut Kesejahteraan memiliki dua dimensi pemaknaan, secara individual ataupun komunitas tertentu, pemaknaan kesejahteraan bersifat subjektif, pada tataran makro bahkan global, pemaknaan kesejahteraan bersifat objektif dan ditakar dengan beragam indikator yang dapat diberlakukan secara umum. Konsepsi tentang kesejahteraan semu muncul ketika kesejahteraan subjektif dibandingkan dan ditala dengan standar kebahagiaan yang dielaborasi dari indikator kesejahteraan objektif. Hasilnya akan memberikan bukti terjadinya pengabaian atas beragam aspek ketidaksejahteraan oleh individu atau komunitas masyarakat tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan, menganalisis dan membangun teori tentang kesejahteraan semu. Subjek penelitiannya masyarakat Desa Labuhan Kertasari Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat, yang melakukan transformasi kegiatan ekonomi menjadi petani pembudidaya rumput laut. Mengacu pada tujuan tersebut, penelitian dilaksanakan dengan pendekatan induktif menggunakan metode kualitatif dan strategi untuk mengkonstruk teori temuan penelitian adalah grounded research. Hasil penelitian menemukan beberapa proposisi sebagai embrio teori tentang kesejahteraan semu, (1) Transformasi kegiatan ekonomi memunculkan kesejahteraaan semu di kalangan petani rumput laut Desa Labuhan Kertasari; (2) kesejahteraan semu eksis ketika petani rumput laut Desa Labuhan Kertasari mengabaikan ketergantungan terhadap tengkulak, menghadapi fenomena pasar monopsoni hasil panen dan menjadi pekerja bagi tengkulak, karena merasa memperoleh kenaikan dan kepastian pendapatan; (3) kesejahteraan semu eksis ketika petani rumput laut Desa Labuhan Kertasari mengabaikan ketidaknyamanan tempat tinggal dan lingkungan sekitar, kecurangan dalam penjualan hasil panen dan kasus pencurian rumput laut, karena merasa aman memiliki tempat tinggal beserta lingkungan alam dan sosial sekitarnya; (4) kesejahteraan semu eksis ketika petani rumput laut Desa Labuhan Kertasari mengabaikan kurangnya minat anak untuk melanjutkan pendidikan dan pentingnya keterampilan untuk meningkatkan produksi rumput laut, karena merasa lebih mampu membiayai pendidikan anak; (5) kesejahteraan semu eksis ketika petani rumput laut Desa Labuhan Kertasari mengabaikan kurangnya pengetahuan dan pengalaman untuk mengkonsumsi barang dan jasa guna meningkatkan kualitas hidup dan kebahagiaan, karena merasa telah mengalami kenaikan kualitas hidup dan kebahagiaan; (6) kesejahteraan semu eksis ketika petani rumput laut Desa Labuhan Kertasari mengabaikan hilangnya waktu luang untuk menjaga kebersamaan dalam kegiatan sosial, mengelola dan memperindah lingkungan serta menurunnya kepekaan untuk memanfaatkan peluang ekonomi dari potensi alam dan usaha bisnis yang tersedia di sekitar kehidupannya, karena merasa tenteram menghabiskan waktunya untuk menangani budidaya rumput laut; dan (7) kesejahteraan semu eksis ketika petani rumput laut Desa Labuhan Kertasari mengabaikan kecemasan akan terjadinya penurunan bahkan kegagalan panen karena perubahan musim, hama, virus, penyakit dan bencana alam serta keinginan untuk menguasai teknik peningkatan hasil produksi, karena telah merasa puas dan yakin akan prospek keperjaan budidaya rumput laut. Saran yang dapat diajukan berkenaan dengan hasil penelitian, adalah (1) kepada aktivis penggerak dan pemberdaya masyarakat, diharapkan dapat mengembangkan dan memfasilitasi implementasi program pemberdayaan untuk mengurangi kecenderungan petani berhutang kepada tengkulak, program pendidikan pemberdayaan perempuan, dan gerakan penataan dan penghijauan lingkungan; (2) kepada pemerintah daerah untuk memfasilitasi revitalisasi pengelolaan Depo dan pengelolaan koperasi desa. Selain itu Pemerintah Provinsi diharapkan memfasilitasi pendirian SMK berbasis keunggulan potensi lokal; (3) bagi peneliti dan ilmuwan ekonomi diharapkan untuk mengembangkan dan memperluas kajian tentang kesejahteraan semu untuk memperkuat teori dan penerapannya dalam kebijakan pembangunan; dan (4) bagi pengembangan pendidikan ekonomi, direkomendasikan untuk mengembangkan materi dan kajian tentang perilaku ekonomi berbasis kesejahteraan dalam lingkup mikro dan konsepsi tentang kesejahteraan yang lebih kontekstual terlepas dari keterpakuan indikasi kesejahteraan yang diperkenalkan oleh ekonom negara-negara maju dan tidak relevan dengan kondisi riil masyarakat Indonesia.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Ekonomi (FE) > Jurusan Ekonomi Pembangunan (EKP) > S3 Pendidikan Ekonomi
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 21 Nov 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/115886

Actions (login required)

View Item View Item