Makna aktivitas ekonomi pelaku sektor informal / Anis Dwiastanti

Dwiastanti, Anis (2019) Makna aktivitas ekonomi pelaku sektor informal / Anis Dwiastanti. Doctoral thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

RINGKASAN Anis Dwiastanti, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang, Makna Aktivitas Ekonomi Pelaku Sektor Informal, Pembimbing : (I) Prof. Dr. Wahjoedi, M.E., M.Pd., (II) Prof. Dr. F. Danardana Murwani, M.M., (III) Dr. Sugeng Hadi Utomo, M.S. Kata Kunci : Aktivitas Ekonomi, Sektor Informal dan Konsep Dagang Berbasis “Gotong Royong” Sektor informal memiliki peran penting dalam perekonomian karena keberadaannya mampu menyerap tenaga kerja tanpa persyaratan tertentu. Sektor informal lebih diminati karena mampu beradaptasi dengan lingkungan serta tidak membutuhkan menajemen operasional yang kaku. Dalam sistem ekonomi kontemporer, kegiatan sektor informal lebih menunjukkan realitas ekonomi kerakyatan karena dapat berperan mengembangkan perekonomian masyarakat. Sebagaimana usaha pedagang sayur keliling (mlijo) yang dapat dikategorikan sebagai usaha sektor informal, memiliki peluang bagi para pencari kerja yang tidak terserap di sektor formal. Tujuan penelitian ini adalah mengungkapkan konteks sosial yang melatarbelakangi dan mendukung aktivitas ekonomi pedagang sayur keliling (mlijo), termasuk mengkaji orientasinya ketika menjalankan aktivitas ekonomi dari dimensi sosial, budaya, ekonomi, keuangan, pendidikan dan religi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan perspektif fenomenologis. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, partisipasi, dan wawancara secara mendalam. Setelah data diperoleh, maka dilakukan pengkodean untuk kemudian dianalisis menggunakan model interaktif. Selain itu, peneliti juga membuat catatan yang berkaitan dengan penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan; pertama, konteks sosial yang melatarbelakangi subjek untuk bekerja sebagai pedagang sayur keliling terdiri dari motif sebab (because to motives) dan motif tujuan (in order to motives). Motif “sebab” meliputi kurangnya kebebasan ketika bekerja pada orang lain, serta kurangnya penghasilan untuk mencukupi kebutuhan ekonomi. Sedangkan motif “tujuan” yang paling menonjol adalah keinginan untuk melaksanakan ibadah haji/ umroh serta keinginan tetap diberikan kesehatan. Konteks sosial yang ada dalam penelitian ini meliputi berbagai masalah, seperti kondisi pendidikan, ekonomi, budaya/adat-istiadat, ketenagakerjaan, jumlah penduduk, dan kesejahteraan. Kedua, aktivitas ekonomi yang dilakukan mlijo meliputi aktivitas produksi, distribusi dan konsumsi. Kegiatan produksi yang dilakukan mlijo lebih mendukung kegiatan distribusi kepada konsumennya. Mlijo tidak mengubah bentuk namun mengubah ukuran agar memudahkan distribusinya. Pada kegiatan distribusi diperlukan kemampuan melakukan penjualan, pemasaran dan memberikan servis kepada pelanggan agar tujuannya tercapai. Sedangkan kegiatan konsumsi, lebih di tujukan untuk memperlancar proses distribusi, seperti penggunaan bahan bakar kendaraan, pembelian kantong plastik dan biaya-biaya yang ditanggung atas kerusakan barang dagangan sebelum jatuh ke tangan konsumen, Ketiga, orientasi dalam menjalankan aktivitas ekonominya, dapat ditinjau dari sosial, budaya, ekonomi, keuangan, pendidikan dan religi. Dari dimensi sosial, mlijo memiliki kemampuan dalam menjalin hubungan, baik kepada pedagang di pasar, konsumen maupun pelanggan. Melalui dimensi budaya mlijo mampu menerapkan adat kebudayaan yang berlaku di masyarakat, seperti ramah, sabar, mudah bergaul, bahkan untuk mempertahankan pelanggan, ia rela melepas dagangan dengan harga sedikit lebih rendah dari penawarannya demi menjalin hubungan dengan para pelanggan (tuna satak bathi sanak). Dari dimensi ekonomi, mlijo berusaha menjalankan aktivitas ekonominya secara berkesinambungan dimana mlijo akan mengelola keuangan secara cermat untuk mencapai kesejahteraan hidup keluarga. Dimensi keuangan mencerminkan kemampuan mlijo dalam mempraktekkan ilmu berdagang walaupun pendidikan formalnya hanya sampai pendidikan dasar. Dimensi pendidikan memberikan dasar bagi mlijo untuk menjalankan usaha sesuai dengan tingkat pengetahuan yang dimiliki. Dan dari dimensi religi, mlijo memegang teguh prinsip-prinsip etika bisnis, yang diharapkan dapat mengantarkan mereka menggapai cita-citanya. Penelitian ini memberikan rekomendasi terutama kepada mlijo untuk membentuk komunitas yang dapat menguatkan eksistensinya dalam mengembangkan perekonomian wilayah. Sedangkan secara teoritis, penelitian ini memberikan gambaran tentang konsep dagang berbasis “gotong royong”, dimana konsep dagang ini merupakan praktek dagang yang berlaku di sektor informal yang lebih menerapkan praktek ekonomi yang berakar dari budaya bangsa.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Ekonomi (FE) > Jurusan Ekonomi Pembangunan (EKP) > S3 Pendidikan Ekonomi
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 18 Nov 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/115875

Actions (login required)

View Item View Item