Perilaku dan pembelajaran ekonomi rumah tangga masyarakat Melayu dan Dayak di Kalimantan Barat / M. Basri

Basri, M. (2019) Perilaku dan pembelajaran ekonomi rumah tangga masyarakat Melayu dan Dayak di Kalimantan Barat / M. Basri. Doctoral thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

RINGKASAN Muhammad Basri, 2019. Perilaku dan Pembelajaran Ekonomi Rumah Tangga Masyarakat Melayu dan Dayak di Kalimantan Barat. Disertasi, Program Studi Pendidikan Ekonomi, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Ery Tri Djatmika R. W. W., MA., M.Si., (II) Prof. Dr. Budi Eko Soetjipto, M.Ed, M.Si., (III) Dr. Hari Wahyono, M.Pd. Kata Kunci : Perilaku ekonomi, pembelajaran ekonomi, rumah tangga Perilaku ekonomi dalam sekelompok masyarakat tidak dapat digeneralisasi pada kelompok masyarakat yang lain, suatu tindakan ekonomi pada sekelompok masyarakat dikatakan wajar, belum tentu dianggap wajar pada kelompok masyarakat lain, begitu pula tinjauan rasionalitas maupun moralitasnya. Perilaku konsumsi masyarakat Melayu dan Dayak memiliki kecenderungan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dengan bergantung pada alam. Tersedianya lauk pauk di sungai, laut dan hutan, menjadi pilihan rasional untuk memanfaatkan ketersediaan sumberdaya alam. Masyarakat Melayu kebanyakan menjadikan hasil laut dan sungai sebagai lauk pauk, berupa ikan, udang dan lainnya, sementara masyarakat Dayak memanfaatkan hasil hutan, berupa hasil buruan dan sayur-mayur yang tersedia di alam. Penelitian ini berupaya mengkaji secara mendalam tentang perilaku dan pola pembelajaran ekonomi rumah tangga dalam konteks masyarakat Melayu dan Dayak yang merupakan keterlekatan dari kearifan lokal bidang ekonomi yang mereka miliki. Penelitian ini berupaya mengungkap perilaku dan pembelajaran ekonomi rumah tangga dari dua suku yang berasimilasi dan hidup berdampingan, serta mengetahui seberapa kuat mereka memegang nilai-nilai ekonomi lokal dalam menghadapi permasalahan ekonomi, dengan asumsi bahwa pembelajaran ekonomi rumah tangga adalah modal bagi anak untuk bertahan dalam kehidupan di masa mendatang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis: (1) rasionalitas dan moralitas perilaku ekonomi rumah tangga masyarakat Melayu dan Dayak, dalam aktivitas religi dan adat istiadat, aktualisasi diri, serta intervensi budaya luar; & (2) internalisasi rasionalitas dan moralitas dalam pembelajaran ekonomi rumah tangga masyarakat Melayu dan Dayak, yang terkait dengan proses suksesi penanaman perilaku ekonomi, upaya membentengi nilai adat-istiadat dari pengaruh budaya luar, dan upaya mempersiapkan anak mereka dalam menghadapi permasalahan ekonomi, serta keteriringan antara pembelajaran ekonomi dengan pola perilaku ekonomi rumah tangga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah fenomenologi. Lokasi penelitian meliputi: (1) Kabupaten Kapuas Hulu; (2) Kabupaten Sambas; & (3) Kabupaten Bengkayang. Data yang bersumber dari peristiwa-peristiwa, situasi, dan orang-orang dalam latar penelitian ini yang merupakan warga asli masyarakat Melayu dan Dayak di Kalimantan Barat (Melayu Ulu 7 informan; Melayu Sambas 11 informan; & Dayak 9 informan). Analisis data penelitian ini menggunakan coding. Terdapat tiga langkah pengkodean, yaitu pengkodean terbuka, pengkodean aksial, dan pengkodean selektif (Strauss and Corbin). Temuan penelitian ini dikategorikan menjadi tiga jenis perilaku, yakni: (1) rasionalitas ekonomi (Mankiw); (2) perilaku tradisional (Weber) / bounded rationality (Simon); & moralitas ekonomi (Etzioni). Delapan perspektif perilaku konsumsi dan produktif yang menunjukkan perilaku rasional ekonomi, yang memenuhi unsur rasionalitas ekonomi sebagaimana yang dikemukakan oleh Mankiw (2003) yakni: (1) Tradeoff; (2) Opportunity cost; (3) Marginalism; & (4) Incentive. Perilaku ekonomi tradisional / bounded rationality masyarakat Melayu & Dayak tergambarkan pada aspek perilaku konsumsi dalam aktivitas religi dan adat-istiadat. Perilaku ekonomi tersebut tidak dapat memenuhi kriteria rasionalitas ekonomi, sebagaimana yang dikemukakan oleh Mankiw, tetapi justru lebih mendekati kriteria perilaku tradisional yang dikemukakan oleh Weber, dan sebagian memenuhi kriteria bounded rationality sebagaimana pendapat Simon. Moralitas ekonomi masyarakat Melayu & Dayak tergambarkan pada aspek: (1) cooperativism (2) caring economics; (3) Invironmentalist: green economy. Secara keseluruhan moralitas ekonomi pada masyarakat Melayu dan Dayak tersebut memenuhi empat kriteria, yakni (1) imperatif; (2) dapat digeneralisasi; (3) simetri; & (4) dimotivasi secara intrinsik. Berdasarkan temuan penelitian, peneliti merekomendasikan: (1) bagi pemerintah daerah, perlu melakukan sosialisasi intensif tentang pentingnya mempertahankan perilaku rasional dan moral ekonomi masyarakat, yang dapat menjadi alternatif pemecahan permasalahan ekonomi rumah tangga. Di antaranya: (a) wilayah Kapuas Hulu, tentang teknologi pengolahan pangan masyarakat Melayu Ulu dan Dayak, yang menggunakan pengawet alami; (b) wilayah Sambas, tentang perilaku moral ekonomi dalam rumah tangga masyarakat Melayu Sambas berupa: cooperativism: persatuan / jimpitan / arisan pernikahan; cooperativism: belalek; cooperativism: pakatan; & sistem barter - dengan takaran beras; (c) wilayah Bengkayang & Kapuas Hulu, tentang perilaku ekonomi masyarakat Dayak yang bernuansa cooperativism, berupa aktif di CU dan tembawang, serta kebiasaan masyarakat Dayak dalam menjaga lingkungan, dengan ladang berpindah terbatas, dengan sistem rotasi masa bero panjang, serta aturan adat pemanfaatan hasil hutan; (2) bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas dapat menjadikan tradisi lisan berupa pribahasa yang bermuatan pengasuhan ekonomi dalam rumah tangga, sebagai muatan lokal terutama pada jenjang pendidikan dasar; (3) bagi program studi pendidikan ekonomi, dapat melakukan pengembangan pembelajaran ekonomi rumah tangga, yang merupakan bagian dari jalur pendidikan informal. Pola pembelajaran ekonomi rumah tangga Melayu Ulu yang lebih dominan pada pemberian contoh perilaku, Melayu Sambas dengan tradisi lisan, dan Dayak dengan tuntutan adat, dapat dikembangkan menjadi strategi pembelajaran ekonomi dalam rumah tangga. Selain itu, dapat bekerjasama dengan pemerintah daerah untuk memberdayakan keberadaan kelembagaan ekononi, yakni Credit Union dalam pembinaan ekonomi rumah tangga, dalam rangka meningkatkan literasi ekonomi dan keuangan rumah tangga; (4) bagi peneliti selanjutnya, perlu memotret perilaku dan pembelajaran ekonomi rumah tangga masyarakat Melayu dan Dayak dengan tinjauan mendalam berdasarkan perspektif bounded rationality (Herbert Simon, 1996) yang menjelaskan tentang perilaku rasional ekonomi terbatas.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Ekonomi (FE) > Jurusan Ekonomi Pembangunan (EKP) > S3 Pendidikan Ekonomi
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 29 Aug 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/115872

Actions (login required)

View Item View Item