Struktur genetik populasi lobster Panulirus versicolor berdasarkan gen Cytchrome c oxidase 1 (CO1) serta pengembangan buku kajian genetik populasi lobster Panulirus versicolor / Hanum Isfaeni

Isfaeni, Hanum (2019) Struktur genetik populasi lobster Panulirus versicolor berdasarkan gen Cytchrome c oxidase 1 (CO1) serta pengembangan buku kajian genetik populasi lobster Panulirus versicolor / Hanum Isfaeni. Doctoral thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

RINGKASAN Hanum Isfaeni. 2019. Struktur genetik populasi lobster Panulirus versicolor berdasarkan gen Cytchrome c oxidase I (CO1) sebagai bahan pengembangan buku kajian genetik populasi lobster Panulirus versicolor. Disertasi, Program Studi Pendidikan Biologi Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Aloysius Duran Corebima, M. Pd., (II) Prof. Dr. Hadi Suwono, M.Si, M.Pd., (III) Dr. Fatchur Rohman, M.Si. Kata Kunci: Genetik, populasi, CO1, lobster, Panulirus versicolor, konservasif, pengembangan, ADDIE, buku. Lobster laut merupakan salah satu organisma laut yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Secara umum lobster laut yang ada di kawasan peraian laut Indoensia meupakan lobster yang menjadi target penangkapan nelayan. Salah satu jenis lobster yang merupakan target penangkapan nelayan, yakni lobster bambu atau Panulirus versicolor (Latrelle 1804). Penelitian mengenai struktur genetik populasi pada lobster jenis ini di Indonesia masih sangat minim dilakukan oleh para peneliti, sehingga penelitian berkaitan kondisi populasi ini secara genetik masih penting dilakukan. Penelitian ini dilakukan terdiri atas 2 tahap. Penelitian tahap pertama ini berupa penelitian mengenai struktur genetik populasi lobster Panulirus versicolor di kawasan di perairan laut Malang, Yogyakarta, dan Papua. Penelitian pada tahap ini telah dilakukan dengan menggunakan sekuens DNA mitokondria COI (Cytochrome c Oxidase subunit I) sebagai marker. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan identitas populasi lobster Panulirus versicolor secara genetis. Pada penelitian ini telah diuji 3 populasi dari wilayah perairan Indonesia, yakni Yogyakarta, Malang and Papua. Pada studi ini telah ekstraksi DNA COI dari 12 individual P. versicolors dengan menggunakan primer universal LCO-1490 and HCO-2198. Gen sepanjang 687 bp partial mitochondrial CO1 telah dianalisis pada studi ini. Hasil analisis menunjukkan bahwa keragaman nukleotida pada populasi dari Yogyakarta termasuk kategori sedang (π = 0.011), sementara itu keragaman haplotinye termasuk kategori tinggi (h = 1.000). Keragaman nukleotida populasi lobster dari perairan Malang termasuk kategori sangat rendah (π = 0.002), sebaliknya keragaman haplotipnya termasuk kategori tinggi (h = 0.833). Keragaman nukleotida populasi lobster P. versicolor dari perairan Papua termasuk kategori sangat rendah (π = 0.003), sebaliknya keragaman haplotipnya termasuk kategori tinggi (h = 0.900). Kondisi keragaman genetik pada populasi mengindikasikan adanya tekanan terhadap pada populasi ini. Spesies lobster yang mempunyai nilai ekonomi seperti P. versicolor umumnya mengalami penurunan populasi karena tekanan penangkapan berlebih (overharvesting). Kajian dengan menggunakan keragaman haplotip dan nukleotida serta pola network pada haplotype ini mengindikasikan lobster P. versicolor mengalami ekspansi populasi (recent population expansion). Populasi lobster P. versicolor di kawasan Yogyakarta, Malang dan Papua memilki tingkat keragaman genetik pada haplotip yang tinggi, sebaliknya keragaman nukleotida yang rendah mengindikasikan adanya tekanan terhadap pada populasi ini. Populasi P. versicolor pada studi ini merupakan populasi yang masih terhubung, sehingga populasi lobster jenis ini tidak terbentuk struktur genetik populasi. Spesies lobster yang mempunyai nilai ekonomi tinggi seperti P. versicolor umumnya mengalami penurunan populasi karena tekanan pemanenan berlebih (overharvesting). Penurunan populasi ini dapat diindikasikan dengan rendahnya keragaman nukelotida pada populasi lobster P. versicolor. Pada tahap kedua penelitian ini dilakukan penelitian pengembangan buku kajian genetik populasi lobster Panulirus. Penelitian pengembangan ini menggunakan model ADDIE untuk menghasilkan sebuah produk. Purwarupa buku konservasi genetik pada penelitian ini melewati tahapan purwarupa 1 dan 2. Uji kelayakan (validasi) pada aspek kelayakan materi oleh ahli materi pada purwarupa 2 sebesar 81,58 (aspek kelayakan isi), 84,72 (penyajian), dan 80,76 (kebahasaan). Pada uji kelayakan (validasi) aspek kegrafikaan dan kebahasaan oleh ahli media pada purwarupa 2 menunjukkan rerata skor sebesar 81,25 dan 82,14. Kelayakan purwarupa 2 buku hasil penilaian mahasiswa menunjukkan adanya peningkatan skor nilai. Hasil penilaian mahasiswa terhadap purwarupa 2 ini memiliki rerata sebesar 80,11. Skor ini termasuk dalam kategori baik, sehingga hasil penilaian purwarupa 2 ini dapat dijadikan dasar untuk langkah tahap berikutnya, yakni implementasi produk. Hasil uji kelayakan (validasi) pada purwarupa tersebut menunjukkan purwarupa 2 sudah layak digunakan pada tahap berikutnya. Produk buku konservasi secara genetik pada penelitian pengembangan ini merupakan buku pendukung atau pengayaan. Penggunaan produk buku dalam pembelajaran menunjukkan tingkat efektifitas yang baik, sehingga layak digunakan dalam proses pembelajaran pada beberpa matakuliah yang relevan.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Jurusan Biologi (BIO) > S3 Pendidikan Biologi
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 14 Aug 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/115753

Actions (login required)

View Item View Item