Kebutaan metakognitif saat pemecahan masalah pada mahasiswa yang mengalami kecemasan matematika / Surya Sari Faradiba

Faradiba, Surya Sari (2019) Kebutaan metakognitif saat pemecahan masalah pada mahasiswa yang mengalami kecemasan matematika / Surya Sari Faradiba. Doctoral thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

RINGKASAN Faradiba, Surya Sari. 2019. Kebutaan Metakognitif Saat Pemecahan Masalah pada Mahasiswa yang Mengalami Kecemasan Matematika. Disertasi, Program Studi S3 Pendidikan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Malang. Promotor: Prof. Dr. Cholis Sa’dijah, M.Pd., M.A., Ko-promotor I: Dr. I Nengah Parta, M.Si., Ko-promotor II: Dr. Swasono Rahardjo, M.Si. Kata Kunci: kebutaan metakognitif, pemecahan masalah, kecemasan matematika Penelitian ini didasarkan pada pentingnya memahami proses kebutaan metakognitif yang terjadi pada saat mahasiswa menyelesaikan masalah matematika. Mahasiswa yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang mengalami kecemasan matematika. Dengan memahami kebutaan metakognitif, diharapkan dapat memberikan kontribusi keilmuan dalam bidang Pendidikan Matematika, berupa tinjauan baru tentang kecemasan matematika dan kebutaan metakognitif dalam penyelesaian masalah matematika. Hasil dari penelitian ini nantinya dapat digunakan sebagai dasar penyusunan kurikulum, pengembangan bahan ajar, maupun perbaikan dalam proses pembelajaran. Kebutaan metakognitif bisa muncul saat subjek tidak mengalami red flag. Red flag merupakan tanda atau peringatan yang berasal dari dalam diri sendiri dan menunjukkan bahwa telah terjadi kesulitan atau kendala dalam proses pemecahan masalah. Terdapat tiga jenis red flag yang dibahas dalam penelitian ini, yaitu lack of progress, error detection, dan anomalous result. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji proses terjadinya kebutaan metakognitif pada mahasiswa yang mengalami kecemasan matematika dengan menelusuri kondisi red flag pada setiap tahapan pemecahan masalah yang dilewati oleh subjek penelitian, meliputi tahap memahami, menganalisis, mengeksplorasi, merencanakan strategi, melaksanakan strategi, dan evaluasi. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Subjek yang terpilih dalam penelitian ini terdiri dari empat orang dengan mempertimbangkan kondisi kecemasan matematikanya. Subjek pertama (S1) mengalami tingkat kecemasan matematika tinggi. Kecemasan matematika yang dialami oleh S1 dominan pada faktor 4, yaitu kecemasan yang bersumber pada kekhawatiran. Subjek kedua (S2) mengalami tingkat kecemasan matematika tinggi. Kecemasan yang dialami oleh S2 dominan pada faktor 3, yaitu kecemasan yang disebabkan oleh sikap negatif dalam memandang matematika. Subjek ketiga (S3) mengalami tingkat kecemasan matematika sedang. S3 mengalami kecemasan pada tingkat sedang pada faktor 1 (kecemasan terhadap ujian) dan 4 (kecemasan yang berasal dari kekhawatiran). Subjek keempat (S4) mengalami tingkat kecemasan matematika rendah pada keempat faktor. Sementara itu, angket kecemasan matematika yang digunakan dalam penelitian ini diadaptasi dari 25 item Shortened Mathematics Anxiety Rating Scale (sMARS) dan 11 item Mathematics Anxiety Questionnaire (MAQ). sMARS dan MAQ dipilih karena kedua instrumen ini adalah skala yang paling umum digunakan untuk pengukuran kecemasan matematika pada subjek dewasa. Selain itu, sMARS dan MAQ memiliki dimensi yang sesuai dengan latar belakang budaya pendidikan di Indonesia yang masih dominan menggunakan tes/ujian dalam setiap jenjang pendidikan untuk mengukur kemampuan matematika siswa. sMARS mencakup dimensi kecemasan tes matematika, kecemasan numerik, dan kecemasan belajar matematika. Sementara itu, MAQ dirancang untuk menilai reaksi pengaruh negatif responden terhadap matematika dan kekhawatiran mereka tentang kinerja dalam matematika. Instrumen ini diberi skor dari 1 hingga 5, dimana 1 menunjukkan tidak ada kecemasan dan 5 menunjukkan kecemasan tinggi. Instrumen yang digunakan untuk mengungkapkan kebutaan metakognitif dalam penelitian ini meliputi masalah matematika dan pedoman wawancara. Masalah matematika diadaptasi dari Schoenfeld (1985). Proses adapatasi masalah matematika dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi kecemasan subjek dan dikaitkan dengan mata kuliah yang sedang/telah ditempuh oleh subjek penelitian, yaitu Analisis Real I dan Teori Bilangan. Selain itu, masalah ini dipilih karena mampu mengukur dua faktor metakognitif, yaitu monitoring dan self-regulation. Instrumen lain untuk mengungkapkan proses terjadinya metakognitif adalah pedoman wawancara. Pedoman wawancara ini digunakan untuk mengkonfirmasi peristiwa atau kejadian pada subjek tertentu yang diindikasikan mengalami red flag dalam proses penyelesaian masalah. Hal ini bertujuan untuk memastikan apakah peristiwa tertentu merupakan kebutaan metakognitif. Pedoman wawancara disusun berdasarkan indikator red flag dan kebutaan metakognitif dalam tahapan pemecahan masalah. Pedoman wawancara ini digunakan untuk mengkonfirmasi jawaban yang telah diberikan subjek berdasarkan proses pemecahan masalah yang dilakukan oleh subjek, dan untuk mengeksplorasi proses pemecahan masalah yang tidak terdeteksi melalui tulisan pada pekerjaannya. Pada penelitian ini, subjek yang telah terindikasi mengalami kecemasan matematika dalam berbagai tingkatan diminta untuk menyelesaikan suatu masalah matematika. Dalam hal ini, peneliti tidak melakukan intervensi terhadap penyelesaian masalah matematika oleh subjek penelitian. Peneliti memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada subjek penelitian untuk menuangkan jawabannya dalam bentuk tertulis. Selain itu, peneliti meminta pada subjek untuk tidak menghapus jawaban yang salah, cukup memberikan tanda bahwa jawaban tersebut salah, sehingga jawaban yang salah masih bisa terbaca. Hasil pekerjaan mahasiswa selanjutnya dianalisis berdasarkan hasil pemecahan masalah matematika dan angket kecemasan matematika. Selanjutnya, peneliti mengonfirmasi hasil analisis langkah dengan melakukan wawancara kepada subjek penelitian. Berikutnya, peneliti melakukan analisis data secara keseluruhan dan menuliskan dalam bentuk naskah disertasi. Dalam penelitian ini teknik triangulasi yang digunakan adalah triangulasi metode. Triangulasi metode dilakukan dengan membandingkan antara pekerjaan subjek, isian angket kecemasan matematika dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua tipe kebutaan metakognitif yang dialami oleh mahasiswa yang mengalami kecemasan matematika. Pertama, kebutaan metakognitif total, yaitu kebutaan yang disebabkan oleh adanya red flag yang dialami oleh subjek penelitian pada setiap tahap pemecahan masalah. Kedua, kebutaan metakognitif parsial, yaitu kebutaan yang disebabkan oleh adanya red flag yang dialami oleh subjek penelitian pada sebagian tahap pemecahan masalah. Dalam penelitian ini, kecemasan yang dialami oleh S1 dominan pada faktor 4, yaitu kecemasan pada saat ujian. Sementara itu, pada faktor 3 (sikap negatif terhadap matematika) termasuk dalam kategori sedang, dan pada faktor 1 dan 2 kondisi S1 termasuk dalam kategori rendah. S1 mengalami kebutaan metakognitif total. Selanjutnya, kecemasan yang dialami oleh S2 dominan pada faktor 3, yaitu sikap negatif terhadap matematika. Sementara itu faktor 1, 3, 4 rendah. S2 mengalami kebutaan metakognitif parsial. Sementara itu, kecemasan yang dialami oleh S3 ada pada tingkat sedang pada faktor 1 (ujian) dan 4 (kekhawatiran), serta rendah pada faktor 2 (numerik) dan 3 (sikap negatif pada matematika). S3 mengalami kebutaan metakognitif total pada masalah pertama dan kebutaan metakognitif parsial pada masalah kedua. Keempat, S4 mengalami tingkat kecemasan matematika rendah pada keempat faktor.S4 mengalami kebutaan metakognitif total.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Jurusan Matematika (MAT) > S3 Pendidikan Matematika
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 22 Jul 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/115616

Actions (login required)

View Item View Item