Pengembangan model pembelajaran matematika berbasis motoric skill training bermedia untuk anak autis / Nia Wahyu Damayanti

Damayanti, Nia Wahyu (2019) Pengembangan model pembelajaran matematika berbasis motoric skill training bermedia untuk anak autis / Nia Wahyu Damayanti. Doctoral thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

RINGKASAN Damayanti, Nia Wahyu. 2019. Pengembangan Model Pembelajaran Matematika Berbasis Motoric Skill Training Bermedia Untuk Anak Autis. Disertasi, Program Studi S3 Pendidikan Matematika, Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Promotor: (I) Prof. Purwanto, Ph. D., Ko Promotor (I) Dr. I Nengah Parta, M.Si., (II) Drs. Tjang Daniel Chandra, M.Si., Ph. D. Kata Kunci: model pembelajaran, motoric skill training, media manipulatif, anak autis Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hasil pengembangan model pembelajaran matematika berbasis motoric skill training bermedia untuk anak autis yang valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini termasuk penelitian pengembangan. Metode pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini yang terdiri dari tahap preliminary research, prototyping stage dan assessment phase dengan mengkombinasikan teori tentang pengembangan kurikulum untuk siswa autis yang meliputi fase identification learner needs, determination of intervention goals, selection of learning content, selection of instructional strategies, assessment and implementation. Pada tahap preliminary research hal-hal yang dilakukan adalah (1) menghimpun informasi tentang permasalahan pembelajaran matematika di sekolah autis untuk mendorong perumusan pemikiran dalam mengembangkan model pembelajaran matematika untuk siswa autis, (2) melakukan kajian tentang teori-teori yang melandasi pengembangan model pembelajaran berbasis motoric skill training bermedia untuk siswa autis (3) melakukan kajian tentang pengembangan model pembelajaran matematika berbasis motoric skill training bermedia untuk siswa autis, (4) melakukan survey atau penelitian pendahuluan tentang pembelajaran matematika yang dilakukan di sekolah autis. Pada tahap prototyping stage hal-hal yang dilakukan adalah (1) menyusun sintaks pembelajaran untuk model pembelajaran matematika berbasis motoric skill training bermedia, (2) mendesain sistem sosial atau lingkungan belajar, yaitu situasi atau aturan-aturan berlaku dalam pelaksanaan model pembelajaran, (3) mendesain prinsip reaksi, yaitu gambaran bagi guru tentang bagaimana menyikapi dan merespons perilaku yang ditunjukkan oleh siswa selama mengikuti pembelajaran, dan (4) menetapkan sistem pendukung. Pada tahap assessment phase aktivitas yang dilakukan adalah penilaian terhadap model pembelajaran dan perangkat pembelajaran. Hasil pengembangan di tahap prototyping phase pada penelitian ini adalah sintaks model pembelajaran matematika berbasis motoric skill training bermedia untuk anak autis, buku model dan perangkat pembelajaran yang berupa rancangan pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan lembar kerja siswa (LKS). RPP dan LKS yang didesain dengan aktivitas pembelajaran matematika yang terintegrasi dengan aktivitas yang berkaitan dengan motoric skill. Aktivitas motoric skill yang dilakukan di fase preliminary motoric skill adalah melompat. Siswa menghitung banyak lompatan yang dilakukan untuk menuju ke kelas. Aktivitas motoric skill yang dilakukan di fase core motoric skill training math adalah menggunting, menempel, menyusun potongan puzzle, mewarnai gambar buah dan menghitung banyak gambar. Aktivitas yang terdapat di LKS juga melibatkan penggunaan media manipulatif.. Sintaks model pembelajaran yang dihasilkan pada penelitian ini adalah (a) preliminary motoric skill yang merupakan tahap yang berisi dengan aktivitas yang berkaitan dengan gross motoric skill dan pemberian apersepsi bagi siswa; (b) visual representation manipulatives yang merupakan tahap pengenalan media manipulatif yang akan dipergunakan. Tujuan dari tahap visual representation manipulatives adalah mengenalkan media manipulatif dengan benda nyata dan secara visual yang merupakan tindak lanjut dari kegiatan apersepsi di fase sebelumnya; (c) core motoric skill training math yang merupakan tahap inti pembelajaran. Tujuan dari fase ini adalah melakukan pembelajaran matematika yang terintegrasi dengan aktivitas yang berkaitan dengan fine motoric skill; (d) end motoric skill training merupakan tahap akhir dalam pembelajaran. Hasil pengembangan yang lain adalah Keseluruhan produk hasil pengembangan mengalami tahap penilaian kevalidan, kepraktisan dan keefektifan. Kevalidan model dilihat dari hasil penilaian ahli yang berupa model pembelajaran berbasis, perangkat pembelajaran, dan instrumen penelitian. Produk yang dihasilkan telah memenuhi kriteria kevalidan dengan rata rata skor ≥ 3 , dan mengalami revisi dari dua orang validator yang merupakan ahli dalam bidang Pendidikan Matematika. Selanjutnya penilaian mengenai kepraktisan dilihat dari pelaksanaan uji coba di sekolah autis. Uji coba melibatkan 8 siswa autis dengan dua orang guru model. Berdasarkan rekapitulasi hasil validasi bahwa produk dapat diterapkan dengan revisi berdasakan masukan dari validator. Hal ini berarti telah memenuhi poin (1). Poin (2) ditentukan berdasarkan hasil keterlaksanaan pembelajaran yang telah diamati oleh observer selama uji coba. Berdasarkan hasil uji coba rata-rata skor dari keseluruhan aspek keterlaksanaan pembelajaran dari guru model 1 dan guru model 2 adalah ≥ 3. Hal ini berarti produk memenuhi kriteria kepraktisan. Proses dalam menilai keefektifan produk hasil pengembangan prototype pada penelitian ini adalah keseluruhan siswa dapat melakukan aktivitas motoric skill yang terdapat di LKS dengan jawaban benar. Hasil dari pengamatan observer terhadap aktivitas pembelajaran siswa adalah memenuhi kategori aktif. Rekaman video pembelajaran dengan durasi setiap pembelajaran berlangsung lebih dari 30 menit dan siswa berada di dalam kelas untuk mengerjakan aktivitas motoric skill di LKS. Setelah penelitian, guru model selaku praktisi dalam model pembelajaran memberikan saran terkait dengan perbaikan pelaksanaan model selanjutnya agar menggunakan media yang lebih bervariasi sehingga siswa autis bisa mendapatkan pengalaman belajar matematika. Temuan penelitian menunjukkan bahwa dalam melakukan aktivitas menghitung banyak gambar buah yang ada pada LKS, siswa autis melakukan aktivitas enumerasi. Enumerasi melibatkan korespondensi antara objek pada gambar dan himpunan bilangan bulat yang diawali dengan 1.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Jurusan Matematika (MAT) > S3 Pendidikan Matematika
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 22 Jul 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/115615

Actions (login required)

View Item View Item