Pelevelan penalaran inferensial informal pada siswa SMP/MTs / Parhaini Andriani

Andriani, Parhaini (2019) Pelevelan penalaran inferensial informal pada siswa SMP/MTs / Parhaini Andriani. Doctoral thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

v RINGKASAN Andriani, Parhaini, 2019. Pelevelan Penalaran Inferensial Informal pada Siswa SMP/ MTs. Disertasi, Program Studi S3 Pendidikan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Cholis Sa'dijah, M.Pd., M.A., (2) Dr. Subanji, M.Si., (3) Dr. Hery Susanto, M.Si. Kata Kunci: pelevelan, penalaran inferensial informal Penalaran inferensial informal penting dikembangkan dalam pembelajaran statistika di sekolah karena kemampuan ini dapat dijadikan sebagai dasar dalam mempelajari statistika inferensial yang dipelajari di perguruan tinggi. Penalaran inferensial informal lebih banyak menggunakan pemahaman konseptual dan membutuhkan kemampuan argumentasi dibandingkan dengan menggunakan perhitungan statistik yang prosedural, sehingga penalaran antara orang yang satu dengan yang lain menjadi sangat berbeda. Pelevelan dalam penalaran inferensial informal telah dikaji oleh Goss (2014) yang menemukan empat level yaitu: (1) Pre-Structural (No cycle); (2) Pre-IIR (Cycle-1); (3) Naïve-IIR (Cycle-2) dan (4) Appropriate-IIR (Cycle-3). Pada studi awal, ditemukan bahwa pelevelan menurut Goss (2014) relevan dengan siswa SMP/ MTs di Indonesia. Namun ditemukan pula ada siswa yang penalarannya tidak dapat diwadahi oleh pelevelan ini. Oleh karenanya, teori pelevelan oleh Goss (2014) perlu dikembangkan lebih lanjut melalui penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pelevelan dan karakteristik masing-masing level penalaran inferensial informal pada siswa SMP/ MTs. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif jenis grounded theory. Instrumen penelitian ini terdiri dari lembar tugas berupa permasalahan membandingkan dua kelompok data dan panduan wawancara berbasis tugas. Subjek penelitian adalah 10 orang siswa yang diambil dari 44 orang siswa kelas VIII dan IX di SMP dan MTs di Kota Malang dan Kabupaten Jombang. Dua subjek pada masing-masing level dianalisis menggunakan metode perbandingan tetap. Hasil persamaan dan perbedaan penalaran yang muncul pada kedua subjek pada masing-masing level dianalisis dan diformulasikan menjadi karakteristik pada level yang bersangkutan. Penelitian ini menemukan satu level baru antara Naïve-IIR (Cycle-2) dan (4) Appropriate-IIR (Cycle-3) yang diberi nama level 4 Semi Appropriate-IIR, serta menemukan satu komponen tambahan yang menjadi karakteristik penalaran inferensial informal yaitu kemampuan memahami data. Hasil akhir penelitian ini adalah lima level Penalaran Inferensial Informal (Informal Inferential Reasoning, yang disingkat IIR) pada siswa SMP/ MTs yang terdiri dari Level 1 Pre-Structural, Level 2 Pre-IIR, Level 3 Naïve-IIR, Level 4 Semi Appropriate-IIR dan Level 5 Appropriate-IIR. Penentuan karakateristik dari masing-masing level didasarkan pada empat komponen penting dalam penalaran inferensial informal, yaitu: (1) pemahaman tentang data, (2) penggunaan bahasa dalam menyatakan vi uncertainty pada data, (3) penggunaan konteks, dan (4) pemahaman dan penggunaan variabilitas. Pada level 1 Pre-Structural, penalaran siswa masih sangat sederhana. Siswa hanya mampu mengolah informasi dalam soal dengan strategi tidak relevan dan menarik kesimpulan tentang data dengan menggunakan bahasa deterministik. Pada level 2 Pre-IIR, siswa telah mampu menggunakan local thinking dengan membuat kesimpulan tentang data dengan mempertimbangkan satu atau dua aspek tanpa mengaitkan data dengan karakteristik yang mungkin pada populasi. Siswa menggunakan bahasa deterministik dalam menjelaskan tentang ketidakpastian (uncertainty) dalam data. Aspek penggunaan konteks dan pemahaman tentang variabilitas belum muncul pada siswa. Pada level 3 Naïve-IIR, siswa mampu menggunakan local thinking dengan sedikit global thinking dalam membuat kesimpulan dengan mempertimbangkan beberapa aspek. Siswa mampu menggunakan bahasa probabilistik secara terbatas namun tidak mampu menjelaskan maknanya. Siswa lebih banyak menggunakan data dibandingkan dengan konteks atau sebaliknya, tanpa berimplikasi banyak terhadap kesimpulan. Siswa memiliki sedikit pemahaman tentang variabilitas yang tidak digunakan dalam penarikan kesimpulan. Pada level 4 Semi Appropriate-IIR, siswa menggunakan global thinking dengan mempertimbangkan beberapa aspek, serta mengaitkan ide antar sampel dan karkateristik yang mungkin pada populasi. Siswa mampu menggunakan bahasa probabilistik dengan kesimpulan yang hampir tepat. Siswa menggunakan konteks lebih dominan dibanding data, atau sebaliknya, dengan kesimpulan yang hampir tepat. Sswa sudah memahami konsep variabilitas dan digunakan dalam menarik kesimpulan yang hampir tepat. Pada level 5 Appropriate-IIR, siswa menggunakan global thinking dalam melihat data dengan mempertimbangkan beberapa aspek dan ide termasuk ukuran sampel dan teknik sampling, serta mengaitkannya dengan kemungkinan karakteristik populasi. Siswa menggunakan bahasa probabilistik dengan kesimpulan yang tepat Siswa menggukan data dan konteks secara proporsional dengan menghasilkan kesimpulan yang tepat. Siswa memahami dan menggunakan konsep variabilitas secara tepat serta berimplikasi dalam penarikan kesimpulan. Penelitian ini masih memiliki beberapa keterbatasan, diantaranya: (1) hanya mengkaji tentang permasalahan membandingkan dua kelompok data, (2) tidak menggunakan intervensi dalam seting pembelajaran di kelas, dan (3) penalaran yang dilakukakan siswa masih sederhana karena level berpikir abstrak siswa SMP/ MTs masih kurang. Oleh karena itu diperlukan berbagai studi lanjutan yang mengkaji tentang beberapa hal penting, seperti: eksplorasi penalaran inferensial informal siswa pada seting pembelajaran berbasis inkuiri dengan menggunakan alat bantu komputer atau software tertentu, pengkajian penalaran inferensial siswa pada soal/ permasalahan yang berbeda dan jenjang pendidikan yang berbeda, analisis tentang hambatan siswa dalam melakukan penalaran inferensial informal, kajian tentang miskonsepsi tentang istilah rata-rata dan mean dalam kurikulum matematika SMP/MTs di Indonesia.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Jurusan Matematika (MAT) > S3 Pendidikan Matematika
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 19 Jul 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/115614

Actions (login required)

View Item View Item