Interculturally competent English teachers' teaching practices in Indonesian EFL higher education institutions / Marwa

Marwa (2019) Interculturally competent English teachers' teaching practices in Indonesian EFL higher education institutions / Marwa. Doctoral thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

RINGKASAN Marwa. 2018. Praktik Pengajaran Pengajar Bahasa Inggris yang Memiliki Kompetensi Antarbudaya di Perguruan Tinggi Indonesia pada Konteks Pengajaran Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing. Disertasi. Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Pascasarjana. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Bambang Yudi Cahyono, M.Pd., M.A., Ph.D., (II) Prof. M. Adnan Latief, M.A., Ph.D., (III) Dr. Johannes Ananto Prayogo, M.Pd., M.Ed. Kata Kunci: Kompetensi antarbudaya pengajar bahasa Inggris, pengajaran yang berbasis antarbudaya, dimensi-dimensi antarbudaya Penelitian ini bertujuan untuk meneliti bagaimana pengajar bahasa Inggris yang mempunyai kompetensi antarbudaya mengintegrasikan dimensi-dimensi antarbudaya dalam praktik pengajaran mereka. Topik ini dipilih karena adanya tantangan dalam penelitian antarbudaya terkini khususnya pada konteks pengajaran Bahasa Inggris sebagai bahasa kedua atau asing (ESL/EFL) dimana kelas pengajaran Bahasa Inggris (ELT) dianggap sebagai tempat yang cocok untuk mengembangkan pengajaran dan pembelajaran berbasis antarbudaya. Untuk itu, pengajar bahasa Inggris dituntut untuk mengintegrasikan aspek-aspek antarbudaya dalam kelas-kelas ELT sebagaimana yang diisyaratkan/dituntut di dalam pengajaran bahasa Inggris dalam konteks dunia global. Lima rumusan masalah yang diformulasikan adalah: (1) Bagaimana pengajar bahasa Inggris yang memiliki kompetensi antarbudaya mengintegrasikan dimensi-dimensi antarbudaya dalam strategi pengajaran mereka? (2) Bagaimana pengajar bahasa Inggris yang memiliki kompetensi antarbudaya mengintegrasikan dimensi-dimensi antarbudaya dalam materi-materi atau topik-topik pengajaran mereka? (3) Media apa yang digunakan oleh pengajar bahasa Inggris yang memiliki kompetensi antarbudaya untuk menfasilitasi pengajaran dan pembelajaran berbasis antarbudaya? (4) Jenis penilaian dan target penilaian apa yang digunakan oleh pengajar bahasa Inggris yang memiliki kompetensi antarbudaya dalam mengevaluasi pembelajaran bahasa Inggris berbasis antarbudaya mahasiswa? dan (5) Apa persepsi mahasiswa terhadap pengajaran dan pembelajaran bahasa Inggris berbasis antarbudaya? Penelitian kualitatif dalam bentuk studi phenomena dilaksanakan di Universitas Riau dan Universitas Brawijaya dengan pertimbangan bahwa fenomena penelitian yaitu pengajar bahasa Inggris yang mempunyai kompetensi pengajaran antarbudaya dapat dijumpai di dua kampus tersebut. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Agustus sampai Desember 2016 dan melibatkan 4 orang pengajar bahasa Inggris dengan merekam tiga puluh satu kali pertemuan di dalam kelas berdasarkan asas sukarela. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah catatan lapangan, rekaman audio pengajaran, wawancara dengan pengajar bahasa Inggris, penggunaan angket dan dokumen-dokumen pendukung lainnya. Observasi non-partisipatif digunakan untuk merekam bagaimana para pengajar mengintegrasikan dimensi-dimensi antarbudaya dalam pengajaran bahasa Inggris. Dari data tersebut ditemukan banyak aktivitas/praktik pengajaran dan penggunaan bahasa yang sarat dengan aspek antarbudaya yang diseleksi untuk lebih lanjut dianalisis dalam empat aspek pengajaran yang mencakup aspek strategi pengajaran, materi/topik ajar, media ajar dan aspek penilaian yang dikaitkan dengan dimensi-dimensi antarbudaya seperti aspek sikap, pengetahuan dan kemampuan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pengajar bahasa Inggris yang memiliki kompetensi antarbudaya terbukti mempraktikkan pengajaran bahasa Inggris mereka dengan mengintegrasikan dimensi-dimensi intercultural competence (ICC)/kompetensi antarbudaya didalamnya. Pertama, pengajar bahasa Inggris mempraktikkan strategi pengajaran yang kontektual yang dikaitkan dengan dimensi ICC melalui aktivitas pembelajaran berbasis tugas, mendiskusikan persamaan dan perbedaan budaya, penggunaan bahasa pengajar sebagai alat untuk mengekplorasi dimensi-dimensi budaya, dan menggunakan cara berbagi ilmu dan pengalaman antarbudaya. Kedua, pengajar bahasa Inggris mensejajarkan nilai penting materi/topik ajar yang mencakup budaya lokal, budaya target (negara yang berbahasa Inggris) dan budaya global yang digunakan untuk mengembangkan pengetahuan budaya mahasiswa. Ketiga, media ICT dari internet (YouTube, cultural images dan websites) digunakan untuk mengekplorasi autentisitas budaya yang secara umum mencakup tiga fungsi yaitu untuk menelusuri isu-isu dan autentisitas budaya, sebagai referensi tambahan pembelajaran budaya, dan untuk menvisualisasi topik-topik budaya. Keempat, penilaian ICC mencakup test tertulis (menterjemah dan menulis), presentasi lisan, bermain peran dan projek kelas yang ditujukan untuk menilai aspek pengetahuan budaya mahasiswa, aspek kemampuan dalam memberikan interpretasi dan menghubungkan informasi budaya, dan aspek menilai sikap mahasiswa terhadap pengetahuan, nilai- nilai dan makna-makna yang terdapat di dalam budaya mereka, budaya target (negara yang berbahasa Inggris) dan budaya global. Penelitian ini juga menemukan bahwa mahasiswa memiliki prioritas yang baik dan pandangan yang positif terhadap pembelajaran budaya dan bahasa. Berdasarkan temuan di atas direkomendasikan beberapa hal untuk pengembang pedagogis, pembuat kebijakan dan peneliti lanjut. Secara pedagogis pengajar bahasa Inggris/dosen disarankan untuk memberikan perhatian yang maksimal pada perkembangan dunia yang berhubungan dengan peranan pengajaran budaya dan bahasa khususnya yang terkait dengan pengajaran bahasa berbasis ICC. Para pengambil kebijakan disarankan untuk mempertimbangankan orientasi capaian pembelajaran dalam kurikulum EFL yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia global dengan merujuk konsep-konsep teoritis dan praktik- praktik pengajaran dan pembelajaran ICC yang ada. Para peneliti disarankan melakukan studi lanjut untuk membuktikan sejauh mana kurikulum EFL telah megintegrasikan aspek-aspek ICC yang berorientasi pada tujuan pembelajaran, hubungan pengetahuan pengajar terhadap ICC dengan praktik pengajaran bahasa Inggris mereka melalui survei yang luas.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Sastra (FS) > Jurusan Sastra Inggris (ING) > S3 Pendidikan Bahasa Inggris
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 14 Aug 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/115538

Actions (login required)

View Item View Item