A phenomenological study of efl reading instructors' experiences in teaching critica reading / Muhammad Yunus

Yunus, Muhammad (2020) A phenomenological study of efl reading instructors' experiences in teaching critica reading / Muhammad Yunus. Doctoral thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

RINGKASAN Yunus, Muhammad. 2019.Studi Fenomenologis dari Pengalaman Dosen Reading EFL dalam Mengajar Membaca Kritis. Disertasi, Sekolah Pendidikan Bahasa Inggris, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Penasihat: (I) Prof. Dr. Yazid Basthomi, M.A. (II) Prof. Dr. Gunadi Harry Sulistyo, M.A. (III) Dr. Suharmanto, M.Pd. Kata Kunci: fenomenologi, membaca kritis, EFL Salah satu keterampilan abad ke-21 yang perlu dikembangkan oleh mahasiswa adalah keterampilan berpikir kritis. Dalam konteks bahasa Inggris, berpikir kritis dapat diintegrasikan dalam kelas membaca dengan menerapkan membaca kritis. Keterampilan membaca sebagai keterampilan dasar untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam berbicara dan menulis merupakan indikasi untuk berhasil dalam kehidupan akademik. Oleh karena itu, mengkaji praktik membaca kritis dipandang penting untuk dilakukan karena masih sedikit studi kualitatif tentang eksplorasi pengalaman dosen dalam mengajar membaca kritis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan konsepsi dosen tentang pembelajran membaca reading yang diambil dari pengalamannya dimata kuliah membaca mereka yang mungkin memiliki pengaruh pada pengembangan kemampuan membaca mahasiswa. Dua pertanyaan penelitian diajukan, yaitu a) Apa konsepsi pengalaman dosen Departemen Pendidikan Bahasa Inggris dari matakuliah membaca yang mereka gunakan? b) Bagaimana dosen ini menggambarkan praktik mengajar membaca kritis mereka yang berkontribusi pada pengembangan pemahaman membaca mahasiswa di kelas membaca? Dalam penelitian ini, saya menggunakan desain penelitian fenomenologis untuk mengidentifikasi dan menggambarkan pengalaman hidup dosen Departemen Pendidikan Bahasa Inggris Unisma tentang praktik pengajaran membaca kritis mereka. Penelitian fenomenologis digunakan dalam penelitian ini karena penelitian ini berupaya untuk mengeksplorasi dan menafsirkan pengalaman para dosen dalam menggambarkan makna bagi pengalaman hidup dari suatu fenomena atau konsep. Desain fenomenologis memberikan kesempatan kepada peserta berbicara, menggambarkan beberapa praktik membaca yang mereka lakukan di kelas mereka. Sampel dari penelitian sebanyak 9 dosen yang dipilih dengan sengaja. Tidak ada standar untuk jumlah minimum peserta dalam penelitian kualitatif karena tujuannya bukan untuk menggeneralisasi. Dosen dalam penelitian ini sebagian besar mengajar membaca pada tahun pertama (50%) dan tahun kedua (50%). Pengalaman dosen difokuskan pada pengajaran membaca kritis dengan lama pengalaman mengajar antara 2 hingga 20 tahun. Wawancara terstruktur dikembangkan sebagai instrument dalam penelitian ini. Wawancara terstruktur dilakukan dengan dosen di kelas atau dikampus. Semua wawancara direkam. Protokol wawancara mencakup 19 pertanyaan mengenai topik-topik berikut: konsep membaca dan membaca kritis, peran dosen dalam kelas membaca kritis, kesan tentang pengajaran membaca kritis, pandangan terhadap pengajaran membaca kritis, pengaruh pada mahasiswa, dan hambatan. Sepanjang proses wawancara, pertanyaan tindak lanjut ditambahkan sesuai kebutuhan untuk mendorong penjabaran dan klarifikasi tanggapan. Pertanyaan khusus ditambahkan ketika proses wawancara berkembang sebagai tanggapan terhadap pengembangan tema. Analisis data induktif digunakan dalam penelitian ini dengan membaca transkrip berkali-kali untuk memahami dan menyoroti konsep-konsep kunci. Ada empat langkah yang digunakan peneliti untuk menganalisis data. Yang pertama adalah horizontalisasi di mana peneliti memberikan nilai untuk setiap pernyataan dan mengkodekannya dengan label deskriptif. Yang kedua adalah pengurangan dan penghapusan pernyataan. Tujuan dari ini adalah untuk menentukan konstituen invarian pengalaman. Proses ini melibatkan apakah pernyataan berisi sesuatu yang diperlukan utuk memahami pengalaman dan apakah pernyataan itu dapat diabstraksikan dan dilabeli. Yang ketiga adalah proses pengelompokan di mana peneliti mengelompokkan setiap pernyataan terkait, dan masing-masing kategori tematik. Terakhir identifikasi tema dengan membaca ulang transkrip lengkap untuk memverifikasi data yang ada. Tema tersebut digunakan untuk membangun deskripsi individu dan keseluruhan yang akhirnya dapat ditarik pada pada esensi keseluruhan pengalaman dosen. Temuan menunjukkan bahwa konsepsi dosen tentang pembelajaran membaca melibatkan learning outcomes, pendekatan pembelajaran, dan bahan dan alat pendukung. Learning outcomes terdiri dari proses mengevaluasi teks, menemukan inti dari teks, menjawab pertanyaan dari teks, menemukan tujuan penulis dari teks tersebut, melakukan inferensi, menemukan pesan tersirat, melibatkan berpikir tingkat tinggi dalam mengkonstruksi maknda dalam teks, melakukan pertanyaan dan menjustidikasi terhadap informasi yang ada. Sementara pendekatan pembelajaran meliputi filosfi bahwa membaca seperti orang berenang, mengajar tidak sekedar memberikan teks kepada mahasiswa tetapi harus ada pelibatan aspek social dan pola dialogis, dan memotivasi mahasiswa sebelum membaca. Hal ini mengindikasikan bahwa konsepsi membaca menurut dosen partisipan ini sama dengan konsepsi yang disampaikan oleh para ahli. Pertanyaan yang kedua mengungkapkan bahwa dosen bahasa Inggris memberikan pengalaman kepada mahasiswa. Seperti halnya dosen mengikuti tahapan membaca, strategi pembelajaran, dan kegiatan pembelajaran. Pembahasan pembelajaran membaca kritis ini dan pengalaman yang harus disiapkan oleh dosen untuk mahasiswanya mencakup proses bahasa dan mental. Hubungan ini agar mahasiswa mempunyai kesadaran tentang mental proses dalam kegiatan membaca. Oleh karenanya, situasi ini harus disiapkan melalui berbagai macam aktivitas yang mampu melibatkan mahasiswa seperti membuat poster, diskusi kelompok, dan lainnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dosen setuju bahwa membaca kritis itu adalah pemahaman tingkat tinggi. Pada level ini harus ditetapkan pondasi membaca yang kuat seperti kemampuan linguistiknya seperti rekognisi, sintak, dan semantic. Kemampuan bahasa ini digabung dengan pemahaman tingkat tinggi seperti infer, menaksir, dan mengevalusi berdasarkan tujuan pembaca.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Sastra (FS) > Jurusan Sastra Inggris (ING) > S3 Pendidikan Bahasa Inggris
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 14 Jan 2020 04:29
Last Modified: 09 Sep 2020 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/115531

Actions (login required)

View Item View Item