The effect of explicit instructions of cognitive listening strategies on EFL college students' listening comprehension and self-efficacy / Agus Eko Cahyono

Cahyono, Agus Eko (2020) The effect of explicit instructions of cognitive listening strategies on EFL college students' listening comprehension and self-efficacy / Agus Eko Cahyono. Doctoral thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

The Effect of Explicit Instructions of Cognitive Listening Strategies on EFL College Students’ Listening Comprehension and Self-Efficacy Agus Eko Cahyono, S3 Pendidikan Bahasa Inggris RINGKASAN Cahyono, Agus Eko. 2019. The Ef ect of Explicit instructions of Cognitive Listening Strategies on EFL College Students’ Listening Comprehension and Self-Ef icacy. Dissertation, English Language Teaching, Graduate Program, Universitas Negeri Malang. Para Pembimbing: (1) Prof. Dr. Nur Mukminatien, M.Pd., (2) Prof. Dr. Gunadi Harry Sulistyo, M.A., (3) Dr. Johannes Ananto Prayogo, M.Pd., M.Ed. Kata Kunci: Instruksi Eksplisit, Strategi Mendengarkan Kognitif, Pemahaman Mendengarkan, Self-Ef icacy (Efikasi diri) Sebagai salah satu keterampilan reseptif, keterampilan mendengarkan memainkan peran penting dalam komunikasi dan pembelajaran bahasa. Selain dari pentingnya, keterampilan mendengarkan biasanya dianggap sebagai keterampilan bahasa bermasalah yang menyebabkan kecemasan bagi pembelajar bahasa karena kompleksitasnya. Oleh karena itu, penggunaan strategi pemahaman mendengarkan dapat sangat membantu pembelajar untuk mengurangi kecemasan mereka dalam aktivitas listening. Penelitian metode kuantitatif ini mengeksplorasi pengaruh instruksi eksplisit strategi mendengarkan kognitif pada pemahaman mendengarkan pembelajar dan efikasi diri pembelajar di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan. Pertama, untuk mengetahui apakah pembelajar EFL yang diajar secara eksplisit menggunakan strategi mendengarkan kognitif secara signifikan memiliki pemahaman mendengarkan yang lebih baik daripada mereka yang diajar dengan menggunakan strategi mendengarkan konvensional. Kedua, untuk memeriksa apakah pembelajar EFL yang diajar secara eksplisit menggunakan strategi mendengarkan kognitif secara signifikan memperoleh efikasi diri yang lebih baik daripada mereka yang diajar dengan menggunakan strategi mendengarkan konvensional. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi-eksperimental dan dilaksanakan di Jurusan Bahasa Inggris Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Sebanyak 98 subyek berpartisipasi dalam penelitian, termasuk 48 di kelompok perlakuan dan 50 di kelompok kontrol. Data penelitian mencakup Tes Pemahaman Mendengarkan dan Kuisioner Self-efficacy Mendengarkan. Pretest dan posttest dirancang dengan jenis tes IELTS yang diadopsi dari Cambridge IELTS Test. SPSS digunakan untuk memeriksa apakah tes mendengarkan dan instrumen kuesioner valid dan reliable. Temuan kuantitatif menunjukkan bahwa pembelajar EFL yang diajar secara eksplisit menggunakan strategi mendengarkan kognitif secara signifikan memiliki pemahaman mendengarkan dan self-efficacy yang lebih baik daripada mereka yang diajar secara embedded menggunakan strategi mendengarkan konvensional. Temuan ini juga mengungkapkan perbedaan yang signifikan dalam nilai perolehan dalam tes mendengarkan IELTS dan efikasi diri mendengarkan antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan yang menghasilkan perbedaan The Effect of Explicit Instructions of Cognitive Listening Strategies on EFL College Students’ Listening Comprehension and Self-Efficacy Agus Eko Cahyono, S3 Pendidikan Bahasa Inggris statistik pada tingkat signifikansi 0,05. Berdasarkan hasil Independent Sample t-Test, (1) dengan perbandingan dengan keterampilan mendengarkan posttest antara kontrol dan kelompok eksperimen memperoleh nilai yang diamati 10,532 dengan nilai signifikansi 0,000. Untuk nilai yang diobservasi> nilai t-tabel atau nilai signifikansi lebih kecil dari level signifikan 5%, terdapat perbedaan keterampilan mendengarkan posttest antara kelompok kontrol dan eksperimen; (2) dibandingkan dengan efikasi diri mendengarkan posttest antara kelompok kontrol dan eksperimen, nilai yang diamati adalah 3,800 dengan nilai signifikansi 0,000. Karena nilai yang diobservasi> nilai t-tabel atau nilai signifikansi lebih kecil dari level signifikan 5%, terdapat perbedaan efikasi diri mendengarkan posttest antara kelompok kontrol dan eksperimen. Analisis penelitian menghasilkan beberapa poin kesimpulan. Pertama, instruksi strategi mendengarkan kognitif eksplisit meningkatkan penggunaan strategi mendengarkan pembelajar EFL tingkat lanjut. Kedua, instruksi eksplisit strategi mendengarkan kognitif dapat membantu meningkatkan kinerja pemahaman listening dan efikasi diri pembelajar EFL tingkat lanjut yang ditunjukkan oleh hasil tes IELTS dan skor angket self-efficacy mendengarkan yang menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan secara statistik pada pretes dan hasil post-test antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Penelitian ini mengungkapkan pandangan pembelajar EFL tentang manfaat strategi mendengarkan kognitif. Mereka menjadi lebih terarah mendekati tugas mendengarkan dan merencanakan strategi mendengarkan kognitif yang tepat. Penelitian ini memberikan bukti empiris bahwa pembelajar EFL seharusnya dapat secara aktif dan selektif memilih strategi yang paling tepat agar berhasil menyelesaikan tugas mendengarkan. Temuan penelitian ini dapat menawarkan saran yang memungkinkan guru bahasa Inggris untuk menerapkan pelatihan strategi mendengarkan tertentu untuk membantu pembelajar dalam meningkatkan keterampilan bahasa Inggris mereka untuk menghadapi tuntutan berbahasa dalam kehidupan dan pekerjaan akademik mereka. Selanjutnya, untuk penelitian selanjutnya, penelitian ini memberikan beberapa saran. Pertama, penelitian lanjutan dalam bidang listening seharusnya mempertimbangkan instrumen yang dapat memantau peningkatan berkelanjutan dalam penggunaan strategi pembelajar untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana pembelajar mengubah penggunaan strategi mendengarkan mereka di semua tahap intervensi. Kedua, penelitian selanjutnya sebaiknya mempertimbangkan untuk mengambil tempat di lingkungan di mana kelas-kelas kontrol dan eksperimen diajarkan oleh instruktur yang sama dan mengikuti jadwal kelas yang sama; dan ketiga, penelitian lanjutan dalam bidang yang sama sebaiknya juga dapat mengeksplorasi kesadaran dan pemahaman dosen EFL tentang pengajaran strategi dan mendengarkan bahasa asing.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Sastra (FS) > Jurusan Sastra Inggris (ING) > S3 Pendidikan Bahasa Inggris
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 08 Jan 2020 04:29
Last Modified: 09 Sep 2020 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/115530

Actions (login required)

View Item View Item