Manajemen pengembangan kurikulum kecakapan hidup (life skills) di perguruan tinggi berbasis pondok pesantren (studi multisitus di IAIQ, INKAFA, dan STAIFI) / Retno Indah Rahayu

Rahayu, Retno Indah (2020) Manajemen pengembangan kurikulum kecakapan hidup (life skills) di perguruan tinggi berbasis pondok pesantren (studi multisitus di IAIQ, INKAFA, dan STAIFI) / Retno Indah Rahayu. Doctoral thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

RINGKASAN Rahayu, Retno Indah. 2019. Manajemen Pengembangan Kurikulum Kecakapan Hidup (Life Skill) di Perguruan Tinggi berbasis Pondok Pesantren (Studi Multisitus di IAIQ, INKAFA, dan STAIFI). Disertasi, Program StudiManajemen Pendidikan, FakultasIlmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Muhammad Huda AY., M.Pd., (II) Prof. H. Ahmad Sonhadji, M.A., Ph.D., (III) Prof. Dr. H. SugengUtaya, M.Si. Kata kunci: manajemen, pengembangankurikulum,kecakapanhidup, perguruantinggi, pondokpesantren. Penelitianinidilakukankarenamenyikapiperkembangan zaman yang harustetapdihadapi dan disikapipositif oleh pondokpesantren yang daridahuluhinggasekarangmasiheksiskeberadaannya dan masihtetapditerima oleh masyarakat. Sikap yang dilakukanpondokpesantrendenganmentransformasikanpendidikan non formal kependidikan formal merupakansikapbijakuntukmenjawabtantanganglobalisasi. Oleh karena itu, IAIQ, INKAFA, dan STAIFI selaku perguruan tinggi berbasis pondok pesantren terus berbenah diri dan bergerak untuk menyikapi globalisasi dengan melakukan peningkatan kualitas SDM dan perbaikan manajemen khususnya manajemen pengembangan kurikulum kecakapan hidup. Penelitianinibertujuanuntukmendeskripsikan dan menemukan: (1) orientasipengembangankurikulumkecakapanhidup di perguruantinggiberbasispondokpesantren, (2) prosedurmanajemenpengembangankurikulumkecakapanhidup di perguruantinggiberbasispondokpesantren, dan (3) peranpondokpesantrenterhadapperguruantinggi. Penelitianiniterfokus pada manajemenpengembangankurikulumlife skills di perguruantinggiberbasispondokpesantren, yang dirincimenjaditiga sub fokus, yaitu: (1) orientasipengembangankurikulumkecakapanhidup di perguruantinggiberbasispondokpesantren, (2) prosedurmanajemenpengembangankurikulumkecakapanhidup di perguruantinggiberbasispondokpesantren, dan (3) peranpondokpesantrenterhadapperguruantinggi. Penelitimengajimanajemenpengembangankurikulumkecakapanhidup di perguruantinggiberbasispondokpesantrendenganpendekatankualitatif dan metodedeskriptif. Pengumpulan data yang dilakukandenganmengadakansurveilapangan dan observasi, wawancara, sertadokumentasi di tigaperguruantinggiberbasispondokpesantren, yaitu IAIQ, INKAFA, dan STAIFI. Analisisdata yang dilakukan,yaitudatacondensation,datadisplay, dan conclusiondrawing/verification. Temuan penelitian ini berupa: (1) Teori kecakapan hidup berbasis pondok pesantren, (2) Orientasi pengembangan kurikulum kecakapan hidup mempunyai dasar dan tujuan, (3) Perencanaan pengembangan kurikulum kecakapan hidup di tiga Perguruan Tinggi tersebut menggunakan jenis perencanaan arah atas (bottom up planning), karena lebih tepat digunakan untuk perencanaan operasional, (4) Perencanaan pengembangan kurikulum kecakapan hidup di tiga perguruan tinggi tersebut memperhatikan kebutuhan pengguna lulusan dan instansi yang membutuhkan, juga masukkan dari para ahli, alumni, dosen dan mahasiswa, karena mereka semua yang akan memakai jasa pendidikan kita, (5) Pengorganisasian kurikulum pengembangan kurikulum kecakapan hidup di tiga perguruan tinggi yang diteliti dengan mengintegrasikan kurikulum perguruan tinggi, tradisi dan nilai-nilai pesantren, ekstra kurikuler, dan kegiatan pondok pesantren. Hal ini dilakukan supaya memperoleh hasil kecakapan hidup yang maksimal, (6) Hasil pengembangan kurikulum kecakapan hidup dituangkan dalam Silabus danRencana Pembelajaran Semester (RPS), (7) Pelaksanaaan pengembangan kecakapan hidup pada saat perkuliahan, bimbingan konseling, pembinaan softskills, ekstra kurikuler, dan kegiatan di pondok pesantren, (8) Monitoring dan Evaluasi (Monev) dilakukan secara internal prodi dan eksternalprodioleh ketiga perguruantinggiberbasispondokpesantren tersebut, (9) Peran pondok pesantren terhadap pengembangan kurikulum kecakapan hidup berbasis pondok dengan mengadakan kegiatan-kegiatan yang mengarah pada pengembangan kecakapan hidup bertauhid, kecakapan hidup bersyariah, dan kecakapan hidup berakhlak al karimah. Berdasarkan penelitian ini disarankan Kepada: (1) Pimpinan perguruan tinggi untuk mensinergikan kurikulum dan kegiatan dengan kurikulum dan kegiatan yang ada di pondok pesantren, (2) Dosen dan Tenaga Kependidikan terus meningkatkan kualitas kinerjanya dan keilmuan agamanya, (3) Pimpinan pondok pesantren diharapkan terus mendukung pengembangan perguruan tinggi, (4) Kemenristek Dikti, Kementrerian Agama, dan KOPERTAIS diharapkan lebih memperhatikan Perguruan Tinggi berbasis pondok pesantren, (5) Peneliti yang lain diharapkan terus mengembangkan penelitian manajemen pengembangan kurikulum kecakapan hidup.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Jurusan Administrasi Pendidikan (AP) > S3 Manajemen Pendidikan
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 11 Feb 2020 04:29
Last Modified: 09 Sep 2020 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/115308

Actions (login required)

View Item View Item