Supervisi pendidikan di Sekolah Menengah Atas (studi multi kasus di SMA Katolik Xaverius SMA YPKPM, dan MAN 1 Ambon) / Wiwik Widiyati

Widiyati, Wiwik (2020) Supervisi pendidikan di Sekolah Menengah Atas (studi multi kasus di SMA Katolik Xaverius SMA YPKPM, dan MAN 1 Ambon) / Wiwik Widiyati. Doctoral thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

RINGKASAN Widiyati, Wiwik.2018.Supervisi Pendidikan di Sekolah Menengah Atas (Studi Multi Kasus di SMA Katolik Xaverius, SMA Kristen YPKPM, dan MAN 1 Ambon). Disertasi, Program Studi Manajemen Pendidikan, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. H. Bambang Budi Wiyono, M.Pd., (II) Prof. Dr. H. Ali Imron, M.Pd, M.Si., (III) Dr. H. Achmad Supriyanto, M.Pd.,M.Si Kata kunci: supervisi pendidikan, sekolah menengah atas Sekolah merupakan lembaga formal sesuai dengan misinya yaitumelaksanakan kegiatan belajar mengajar dalam rangka mencapai tujuanpendidikan. Keberhasilan pendidikan dan pembelajaran di sekolah sangat dipengaruhi oleh kemampuan kepala sekolah dalam mengelola semua komponen sekolah. Supervisi kepala sekolah sangat berpengaruh dalam menghasilkan pelayanan pendidikan danpembelajaran pendidik dan tenaga kependidikanyang bermutu.Fungsi dasar dari supervisi adalah untuk memperbaikisituasi belajar mengajar di sekolah agar lebih baik.Prosedur pelaksanaan supervisi pendidikan di SMA/Madrasah di lingkungan sekolah yang berbasis religi disederhanakan menjadi empat siklus yaitu: 1) pre-conference; 2) observation conference; 3) post-conference; 4) feedback. Dalam penelitian ini, akan dipaparkan dan dianalisa supervisi dan implementasi supervisi yang telah dilaksanakan di SMA Katolik Xaverius, SMA Kristen YPKPM, dan MAN 1 Ambon melalui wawancara, dokumentasi dan lembar observasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan supervisi pendidikan di sekolah menengah atas/madrasah dengan fokus penelitian: (1) penyusunan program supervisi pendidikan di sekolah menengah atas dalam konteks proses dan program kerja, (2) implementasi program supervisi pendidikan disekolah menengah atas dalam konteks pendekatan supervisi, perilaku supervisi, teknik supervisi, dan masalah guru, (3) pendekatan keagamaan untuk meningkatkan komitmen guru di sekolah menengah atas dalam konteks penerapan komitmen guru di sekolah menengah atas berbasis religi, (4) evaluasi supervisi pendidikan di sekolah menengah atas dalam konteks umpan balik dan tindak lanjut supervisi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi multi kasus dan mengambil lokasi di SMA Katolik Xaverius, SMA Kristen YPKPM, dan MAN 1 Ambon. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tehnik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan metode analisis interaktif dan induksi ubahan. Pengujian kredibilitas, dependabilitas, konfirmabilitas, dan transferabilitas dilakukan untuk menjaga keabsahan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyusunan program supervisi pendidikan berpusat pada bantuan professional terhadap guru untuk memecahkan masalah dan meningkatkan kompetensi dan kinerja guru, dalam implementasinya peran supervisor merujuk pada tugas pokok dan fungsi bagi kepala sekolah dan pengawas dari dinas pendidikan provinsi dan kantor kemenag kota Ambon bagian Pendais, dan para guru senior berfungsi untuk membantu kepala sekolah dalam menjalankan tugas supervisi. Orientasi perilaku supervisi yang digunakan bervariasi antara orientasi perilaku menunjukkan secara langsung (directive), menunjukkan secara tidak langsung (non directive) dan perpaduan keduanya (Collaborative). Teknik-teknik yang digunakan bervariasi meliputi teknik supervisi secara tiba-tiba, berkelompok, individu, dan kunjungan kelas. Evaluasi supervisi pendidikan dalam konteks umpan balik dan tindak lanjutnya dilaksanakan dengan menggunakan tehnik umpan balik langsung, berkelompok, dan individu yang bergantung dari persoalan yang ditemukan di dalam supervisi kunjungan kelas.Tindak lanjut supervisi pendidikan yang dilakukan berupa pendampingan dan bimbingan baik individu maupun kelompok pada waktu fomal maupun informal termasuk workshop, pelatihan, bimbingan teknis dan bimbingan tutor sebaya maupun MGMP. Dari temuan tersebut diformulasikan proposisi sebagai berikut: (1) jika peran supervisor dikelola dan saling bersinergi maka supervsi pendidikan menghasilkan peningkatan kompetensi, dan kinerja guru, serta hasil belajar siswa, (2) jika pendekatan supervisi, orientasi perilaku supervisi, dan teknik supervisi dilakukan sesuai dengan kebutuhan professional guru maka kompetensi dan kinerja guru meningkat dan hasil belajar siswa meningkat serta kepercayaan masyarakat meningkat, (3) Jika pendekatan keagamaan untuk meningkatkan komitmen guru dilakukan secara intensif dan terprogram, maka panggilan jiwa menjadi guru yang memiliki berupa sikap dan tingkah laku yang bisa menjadi panutan dan keteladanan siswa akan meningkat, (4) Jika umpan balik dan tindak lanjut dilakukan dengan tepat baik secara langsung, berkelompok, atau individu sesuai dengan masalah yang dihadapi guru dan tindak lanjut yang dilakukan dengan tepat maka kompetensi guru meningkat, kinerja guru meningkat, dan prestasi hasil belajar siswa juga meningkat. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disarankan kepada (1) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pendidikan Provinsi dan Kepala Kantor Departemen Agama bagian Pendais untuk seyogyanya mengkonstruksi model supervisi yang telah dilaksanakan yang berupa supervisi pendidikan sebagai pemecahan masalah dan pengembangan professional, (2) Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan atau yang terkait dalam pendidikan untuk menggunakan referensi hasil penelitian ini dalam rangka mengembangkan inovasi supervisi pendidikan, (3) pengawas, kepala sekolah dan guru senior sebagai pelaku supervisi untuk menggunakan hasil penelitian ini sebagai referensi meningkatkan efektifitas supervisi pendidikan yang dilakukan dan membangun system mutu pelaksanaan supervisi, (4) guru untuk berpartisispasi aktif di dalam pengembangan professional guru melalui supervisi yang melibatkan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru senior dan pengawas, dan (5) para peneliti lain untuk menggunakan penelitian ini sebagai referensi melakukan penelitian lanjut berupa penelitian tindakan, research and development, penelitian kuantitatif dan penelitian-penelitian dalam konteks supervisi pendidikan.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Jurusan Administrasi Pendidikan (AP) > S3 Manajemen Pendidikan
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 28 Jan 2020 04:29
Last Modified: 09 Sep 2020 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/115307

Actions (login required)

View Item View Item