Persepsi tentang profesionalisme Guru SMA Swasta di Kota Malang / Ralaivao Hanginiaina Emynorane

Emynorane, Ralaivao Hanginiaina (2020) Persepsi tentang profesionalisme Guru SMA Swasta di Kota Malang / Ralaivao Hanginiaina Emynorane. Doctoral thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Emynorane, Ralaivao Hanginiaina. 2019. Persepsi Tentang Profesionalisme Guru SMA Swasta di Kota Malang (Studi Multi-Kasus pada SMA Katolik St. Albertus, SMA Advent, dan SMA Shalahuddin). Disertasi, Program Studi Doktor Manajemen Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Muhammad Huda AY, M.Pd., (II) Prof. Dr. I. Nyoman Sudana Degeng, M.Pd., (III) Dr. Achmad Supriyanto, M.Pd, M.Si. Kata Kunci: Persepsi guru, profesionalisme guru, guru honorer, sertifikasi Guru yang profesional adalah guru yang berkomitmen, berminat, dan mengenal dirinya, dalam arti memiliki kesadaran bahwa dirinya adalah pribadi yang telah mendapatkan panggilan untuk mendampingi murud-murid dalam proses pembelajaran. Guru yang profesional adalah guru yang memiliki kemampuan ilmiah dan keahlian khusus dalam bidang yang mau diajarkan, serta memiliki motivasi kerja yang tinggi dalam melaksanakan tugas mengajarnya. Profesionalisme guru dapat dipengaruhi oleh beberapa hal, antara lain: kompetensi guru itu sendiri, iklim organisasi dan hal-hal fisik lain seperti kondisi kerja (gaji, kesejahteraan, jaminan sosial, dll.). Fokus penelitian ini meliputi: (1) alasan pemilihan profesi guru; (2) harapan guru sebelum dan sesudah menjadi guru; (3) kendala yang dialami guru-guru SMA swasta; dan (4) dukungan sekolah untuk meningkatkan profesionalisme guru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi tentang profesionalisme guru SMA Swasta di Kota Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi multi-kasus, dimana peneliti berusaha mengetahui persespi guru SMA swasta di Kota Malang tentang profesi guru dan dukungan yang diberikan sekolah untuk meningkatkan profesionalisme guru. Teknik pengumpulan data meliputi: (1) observasi partisipisan, (2) wawancara mendalam, dan (3) studi dokumentasi. Data yang terkumpul melalui ketiga teknik tersebut diorganisasi, ditafsir, dan dianalisis secara mendalam, baik melalui analisis dalam kasus maupun lintas kasus guna menyusun konsep dan abstraksi temuan penelitian. Kredibilitas data dicek dengan prosedur triangulasi, pengecekan anggota, diskusi teman sejawat, dan pengecekan kecukupan referensi. Sedangkan dependabilitas dan konfirmabilitas dilakukan bersama para pembimbing sebagai dependent auditor. Temuan penelitian ini dapat diuraikan sebagai berikut. Pertama, alasan pemilihan profesi guru: (1) memiliki passion untuk mengajar; (2) panggilan jiwa; (3) keinginan untuk mendidik anak-anak; (4) suka berinteraksi dengan anak-anak; (5) ingin bekerja; (6) termotivasi untuk mengajar setelah memberikan les privat sebagai kerjaan sampingan saat kuliah; (7) mencari pengalaman kerja; (8) alumni sekolah; (9) saran dari keluarga; (10) berprestasi dalam bidang tertentu sehingga diminta oleh kepala Dinas Pendidikan untuk mengabdi. Kedua, harapan guru sebelum dan sesudah menjadi guru: (1) untuk mendapatkan lebih banyak jam mengajar; (2) untuk menjadi pegawai tetap yayasan; (3) untuk diizinkan memilih pekerjaan sampingan; (4) untuk mendapatkan uang sertifikasi dari pemerintah; (5) SK pegawai tetap yayasan tidak menjadi persyaraatan sertifikasi; (6) untuk melanjutkan studi; (7) dukungan fasilitas laboratorium yang lengkap di masing-masing mata pelajaran; (8) dukungan fasilitas lapangan olahraga yang besar; dan (9) semua guru hidup tidak berkekurangan. Ketiga, kendala yang dialami guru-guru SMA Swasta: (1) proses untuk menjadi pegawai tetap yayasan semakin sulit; (2) kuota pegawai tetap yang tersedia di masing-masing yayasan terbatas; (3) kendala terkait dengan kebijakan sekolah; (4) kendala terkait dengan birokrasi sekolah; (5) kendala terkait dengan proses pembelajaran; (6) ada tugas tambahan dari yayasan untuk memanfaatkan waktu pegawai tetap yayasan, yang tidak relevan dengan kemampuan dan latar belakang studi guru; (7) minat untuk melanjutkan studi berkurang karena guru-guru takut kehilangan status kepegawaian; (8) revisi kurikulum nasional terlalu cepat sehingga guru merasa tidak memiliki waktu yang cukup untuk beradaptasi; (9) kurangnya fasilitas seminar, pelatihan, dan workshop di mata pelajaran tertentu; dan (10) lokasi sekolah kurang strategis bagi guru-guru dan peserta didik. Keempat, dukungan sekolah untuk meningkatkan profesionalisme guru: (1) kebijakan sekolah tentang status kepegawaian guru jelas; (2) fasilitas sekolah mendukung kegiatan mengajar; (3) disiplin sekolah mendukung kegiatan pembelajaran; (4) dukungan fasilitas seminar, pelatihan, dan workshop; (5) reward beasiswa studi lanjut bagi guru yang berprestasi; (6) guru fleksibel dalam memilih jam mengajar; (7) dukungan teman kerja seprofesi melalui kegiatan MGPM; (8) pemberian fasilitas kost bagi guru yang berasal dari luar kota; (9) bantuan uang bensin bagi semua guru; (10) pemberian voucher makan siang untuk semua pegawai yayasan; and (11) pemberian pendidikan gratis untuk anak-anak guru. Dari hasil penelitian ini, dapat disampaikan saran-saran sebagai berikut: 1) Bagi ketua yayasan pendidikan di ketiga lokasi penelitian: (a) mengoptimalkan dukungan fasilitas pembelajaran yang relevan di semua mata pelajaran demi kelancaran proses pembelajaran; (b) memperkuat disiplin sekolah demi kenyaman semua pegawai dan peserta didik; (c) mengadakan banyak pelatihan, seminar, workshop dan dukungan studi lanjut untuk meningkatkan profesionalisme guru; (d) memberikan dukungan semaksimal mungkin dalam peningkatan standar hidup guru. 2) Bagi pihak Dinas Pendidikan, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat, antara lain: (a) diharapkan mengevaluasi kebijakan dan persyarataan pemberian bantuan sertifikasi untuk meningkatkan profesionalisme semua guru; (b) diharapkan memberi perhatian khusus terhadap situasi dan kondisi kerja guru-guru honorer; (c) diharapkan membantu meningkatkan kompetensi profesionalisme guru melalui kegiatan-kegiatan akademis seperti seminar, pelatihan, dll... 3) Bagi semua guru, antara lain: (a) tetap meningkatkan kompetensi dan keterampilan mengajar melalui penelitian dan studi lanjut; (b) membangun rasa cinta terhadap profesi mengajar supaya motivasi kerja meningkat; (c) tetap optimis dalam segala harapan yang berkaitan dengan kondisi kerja. 4) Bagi peneliti lain yang berminat untuk melakukan penelitian lanjutan tentang topik penelitian ini, kiranya dapat mengembangkan dan menggali lebih mendalam aspek-aspek yang berkaitan dengan “profesionalisme guru SMA Swasta” sehingga dapat membantu sekolah-sekolah swasta dalam penentuan kebijakan yang mendukung dalam peningkatan profesionalsime guru.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Jurusan Administrasi Pendidikan (AP) > S3 Manajemen Pendidikan
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 24 Jan 2020 04:29
Last Modified: 09 Sep 2020 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/115306

Actions (login required)

View Item View Item