Budaya mutu sekolah dalam mewujudkan pendidikan karakter (studi multikasus di MAN Insan Cendekia, SMAT Wira Bhakti, dan SMAN 3 Gorontalo) / Arifin

Arifin (2019) Budaya mutu sekolah dalam mewujudkan pendidikan karakter (studi multikasus di MAN Insan Cendekia, SMAT Wira Bhakti, dan SMAN 3 Gorontalo) / Arifin. Doctoral thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

RINGKASAN Arifin. 2018. Budaya Mutu Sekolah dalam Mewujudkan Pendidikan Karakter (Studi Multi Kasus pada MAN Insan Cendekia, SMA Terpadu Wira Bhakti dan SMAN 3 Gorontalo). Disertasi, Program Studi Manajemen Pendidikan, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Prof. H. Ahmad Sonhadji K.H, Ph.D. (II) Prof. Dr. H. Ibrahim Bafadal, M.Pd (III) Prof. Dr. H. Ali Imron, M.Pd Kata kunci: budaya mutu sekolah, pendidikan karakter, nilai budaya Sekolah Menengah Atas atau Madrasah Aliyah merupakan lembaga pendidikan yang memiliki nilai strategis dalam pembentukan karakter dan kepribadian usia remaja. Hal ini menjadi salah satu penyebab meningkatnya perhatian para pakar pendidikan, para psikolog, para ilmuan dan terutama pemerintah untuk menjadikan sekolah menengah atas/madrasah aliah sebagai lembaga penyiapan generasi masa depan bangsa melalui pembinaan yang intensif dengan memanfaatkan potensi lokal atau nilai-nilai budaya yang dianut oleh setiap satuan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam budaya mutu sekolah dalam mewujudkan pendidikan karakter dengan kajian (1) Aspek bangunan budaya sekolah sebagai basis perwujudan pendidikan karakter meliputi: artikulasi visi dan misi, nilai-nilai dan keyakinan, sistem penghargaan dan hubungan sosial emosional, (2) Transformasi nilai budaya mutu sekolah pada: pengelolaan pendidik dan tenaga kependidikan, pengelolaan kurikulum dan pembelajaran, dan pengelolaan kesiswaan dalam mewujudkan pendidikan karakter dan (3) Penilaian budaya mutu sekolah dalam mewujudkan pendidikan karakter meliputi proses penilain budaya dan pihak-pihak yang terlibat dalam penilaian pendidikan karakter Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi multi kasus dengan orientasi pendekatan fenomenologis. Lokasi penelitian adalah MAN Insan Cendekia, SMA Terpadu Wira Bhakti, dan SMAN 3 Gorontalo. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tiga cara, yakni: wawancara mendalam, observasi berperan serta, studi dokumentasi. Pemilihan informan penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Analisis data dilakukan dengan dua tahap yaitu analisis data kasus individu dengan alur: reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan analisis data lintas kasus dengan metode comparative constan. Keabsahan data dilakukan dengan kriteria: kredibilitas, transferabilitas, dan konfirmabilitas. Berdasarkan paparan data penelitian di lapangan, ditemukan hasil sebagai berikut. Pertama, bangunan budaya sekolah sebagai basis perwujudan pendidikan karakter ditemukan empat aspek yakni visi dan misi sekolah, nilai-nilai budaya yang dianut, sistem penghargaan, dan hubungan sosial emosional antar warga sekolah. Visi dan misi yang dirancang bersama oleh semua stakeholder sekolah merupakan basis dan sumber nilai-nilai budaya yang dianut untuk dijadikan proses habituasi dalam mewujudkan pendidikan karakter. Kedua, untuk menjabarkan visi dan misi dan nilai-nilai budaya sekolah yang dianut maka sekolah melakukan transformasi nilai dalam tiga substansi manajemen pendidikan yaitu (1) transformasi nilai dalam pengelolaan pendidik dan tenaga kependidikan meliputi membangun kompetensi guru melalui berbagai kegiatan pengembangan profesional, seperti seminar, workshop, pelatihan dan kegitan informal seperti pengajian karena guru profesional dan berdedikasi tinggi akan menjadi figur teladan untuk pengembangan karakter. (2) transformasi nilai dalam pengelolaan kurikulum dan pembelajaran yaitu untuk melakukan proses integrasi nilai pada kurikulum dan pembelajaran maka sekolah melakukan modifikasi dan inovasi sesuai kebutuhan sekolah namun tetap mengacu pada Kurikulum 2013. Inovasi berupa perpaduan kurikulum nasional, agama dan kurikulum asrama berciri khas pesantren. Dalam proses belajar mengajar, guru mengintervensi siswa untuk melakukan habituasi nilai religi dengan berdoa sebelum dan sesudah belajar, bersyukur atas prestasi, berdisiplin, menghargai dan santun dalam berpendapat, jujur dalam ujian, mandiri dalam belajar. (3) transformasi nilai dalam pengelolaan kesiswaan untuk membangun karakter, dilakukan sejak penerimaan siswa baru melalui program orientasi, matrikulasi atau masa basis yang sarat dengan pendidikan karakter. Di dalam keseharian Siswa dibina dalam sistem asrama dengan muatan materi seperti belajar mandiri, tahfiz Quran, kajian ba’da magrib dan kultum ba’da subuh. Sementara Program kegiatan siswa yang bermuatan nilai karakter berupa pengajian, bakti sosial, perayaan hari besar agama dan nasional, menyisihkan dana amal, dan kegiatan bersih lingkungan. Ketiga, penilaian pendidikan karakter diarahkan pada penilaian sikap peserta didik yang telah dicapai. Penilaian pendidikan karakter dikembangkan dengan menggunakan format dan instrumen yang mengacu pada kurikulum 2013, dengan aspek penilaian pada nilai-nilai budaya dasar yang dianut oleh sekolah yakni menyesuaikan dengan mata pelajaran dan muatan-muatan nilai budaya yang dianut, seperti religiusitas, kedisiplinan, kepemimpinan, kejujuran, tanggung jawab, kepedulian, kesantunan. Proses penilaian sikap siswa dengan metode penilaian otentik yaitu mengamati atau melakukan observasi tentang perilaku dan tindakan siswa. Penilaian pendidikan karakter menjadi tanggung jawab semua warga sekolah namun dalam pembelajaran penilaian dilakukan oleh guru masing masing mata pelajaran. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka setiap Sekolah/Madrasah perlu menggali dan menjadikan nilai-nilai budaya sekolah sebagai proses habituasi untuk mewujudkan pendidikan karakter dengan mengacu pada Visi dan Misi Sekolah. Pihak penyelenggara perlu memaksimalkan proses transformasi nilai budaya dalam pengelolaan substansi manajerial pendidikan dengan memberikan dukungan penuh secara moral dan materil. Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama Provinsi Gorontalo patut mempertimbangkan hasil penelitian ini sebagai salah satu input kebijakan peningkatan mutu pendidikan. Para peneliti patut memferivikasi hasil riset ini dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif pada multi kasus dan jenjang pendidikan lain.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Jurusan Administrasi Pendidikan (AP) > S3 Manajemen Pendidikan
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 18 Sep 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/115304

Actions (login required)

View Item View Item