Analisis perbandingan kata khair, hasan, thayyib dalam al-QurÔÇÖan berdasarkan tafsir Ibnu Katsir, al-Jalalain, Departemen Agama dan al-Baghawi / Ahmad Faiz

Faiz, Ahmad (2018) Analisis perbandingan kata khair, hasan, thayyib dalam al-QurÔÇÖan berdasarkan tafsir Ibnu Katsir, al-Jalalain, Departemen Agama dan al-Baghawi / Ahmad Faiz. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

i ABSTRAK Faiz Ahmad. 2016. Analisis Perbandingan Kata Khair Hasan dan Thayyib dalam Al-Quran Berdasarkan Tafsir Ibnu Katsir Jalalain Departemen Agama dan Baghawy. Skripsi Jurusan Sastra Arab Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs.H.M. Syathibi Nawawi M.Pd (2) Moh. Ahsanuddin S.Pd. M.Pd. Kata kunci makna kata khair hasan dan thayyib dan tafsir Al-Qur an. Al-Quran adalah wahyu yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi terakhir Muhamad SAW sebagai tuntunan dan rahmat untuk semesta alam. Meskipun al-Quran menggunakan bahasa Arab namun dapat dipahami siapa saja yang bersungguh-sungguh dalam mempelajarinya. Memahami Al-Qur an dibutuhkan ilmu yang mengkaji tentang makna di antaranya adalah kata khair hasan dan thayyib. Kata tersebut secara lafal memiliki arti yang berbeda namun dari segi makna dan penggunaannya berbeda. Ketiga kata tersebut juga banyak makna berdasarkan uraian para ahli tafsir Al-Qur an. Tujuan penelitian ini (1) mendeskripsikan makna Khair dalam al-Qur an menurut tafsir Ibnu Katsir Jalalain Departemen Agama dan Baghawy serta implementasinya dalam pembelajaran bahasa Arab (2) mendeskripsikan makna hasan dalam al-Qur an menurut tafsir Ibnu Katsir Jalalain Departemen Agama dan Baghawy serta implementasinya dalam pembelajaran bahasa Arab serta (3) mendeskripsikan makna thayyib dalam al-Qur an menurut tafsir Ibnu Katsir Jalalain Departemen Agama dan Baghawy serta implementasinya dalam pembelajaran bahasa Arab. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa ayat Al-Quran yang mengandung kata khair hasan dan thayyib. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa human instrument yaitu peneliti sendiri yang berperan sebagai pengumpul data. Teknik pengumpulan data meliputi peneliti mencari mengklarifikasi serta mengidentifikasi kata khair hasan dan thayyib. Teknik analisis data meliputi mengumpulkan hasil temuan menganalisa membahas dan menyimpulkan hasil penelitian. Penelitian ini menghasilkan temuan tentang jumlah kata khair hasan dan thayyib dalam Al-Quran berdasarkan tafsir Ibnu Katsir Jalalain Departemen Agama dan Baghawy deskripsi makna kata khair hasan dan thayyib dalam Al-Quran. Secara garis besar ada banyak perbedaan antara keempat tafsir. Kata khair dalam Al-Quran ditemukan sebanyak 172 kata hasan dan derevasinya terdapat 168 kata dan thayyib terdapat 42 kata. Makna kata khair diambil dari kitab tafsir Ibnu Katsir jalalain Departemen Agama dan Baghawy adalah kebaikan harta adil keutamaan pahala dan sesuatu yang bermanfaat. Kata hasan diambil dari tafsir Ibnu Katsir Jalalain Departemen Agama dan Baghawy yang konotasinya untuk kebaikan yang baik bagus karunia kemurahan pertolongan kemenangan harta rampasan makmur dan sehat. Hasuna bermakna baik lebih baik. Husna berarti surga pahala nikmat sholat mati syahid dan zakat. Muhsinin yang berarti orang yang taat ikhlas berbuat kebajikan mentauhidkan orang yang bertakwa orang yang bersyukur orang yang khudu. Ahsan bermakna sebaik- ii baiknya paling baik dan lebih baik. Sedangkan Ihsan bermakna berbakti Disamping itu kata thayyib diambil dari tafsir Ibnu Katsir Jalalain Departemen Agama dan Baghawy adalah baik halal dan suci variasi makanan dan rezeki. Ketiga kata tersebut memiliki makna denotatif yang sama yaitu baik sedangkan makna konotatifnya ada yang memiliki persamaan makna dan ada juga yang berbeda. Implementasi dari ketiga kata tersebut untuk pembelajaran bahasa Arab mengenai semantik maharah qiraah maharah kalam dan maharah kitabah. Untuk peneliti selanjutnya diharapkan tidak membatasi penelitiannya dengan memakai kata khair hasan dan thayyib saja tapi juga padanan kata tersebut seperti birr sholih jayyid dengan tujuan untuk lebih memperjelas kembali perbedaan dari padanan kata yang artinya bisa dikatakan sama namun dalam penggunaannya berbeda dan hendaknya mengkaji pada bidang lain seperti ilmu balaghah. Selain itu peneliti juga diharapkan untuk mengkaji kata-kata yang serupa lebih banyak lagi dan lebih mendalam dengan menggunakan referensi-referensi yang valid dan terpercaya.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Sastra (FS) > Jurusan Sastra Arab (ARA) > S1 Pendidikan Bahasa Arab
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 12 Oct 2018 04:29
Last Modified: 09 Sep 2018 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/11513

Actions (login required)

View Item View Item