Pengaruh constructivist blended learning model dan self efficacy terhadap penguasaan konsep dan kemandirian belajar / Komang Anik Sugiani

Sugiani, Komang Anik (2020) Pengaruh constructivist blended learning model dan self efficacy terhadap penguasaan konsep dan kemandirian belajar / Komang Anik Sugiani. Doctoral thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

RINGKASAN Sugiani, KA. 2019. Pengaruh Constructivist Blended Learning Model dan Self Efficacy terhadap Penguasaan Konsep dan Kemandirian Belajar. Disertasi, Program Studi Teknologi Pembelajaran, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. I Nyoman Sudana Degeng, M.Pd, (2) Prof. Dr. Punaji Setyosari, M.Pd., M.Ed, (3) Dr. Sulton, M.Pd. Kata Kunci: Constructivist blended learning model, self efficacy, penguasaan konsep, kemandirian belajar Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang begitu cepat, sehingga menuntut sumber daya manusia yang bisa cepat tanggap akan perkembangan tersebut. Persiapan sumber daya manusia yang berkualitas di perguruan tinggi merupakan faktor kunci menuju kemajuan masyarakat atau bangsa. Berbagai aktivitas belajar masih didominasi oleh pembelajar sehingga keterlibatan aktif pebelajar dalam proses pembelajaran masih kurang. Kondisi ini menyebabkan kurang optimalnya pengintergrasian teknologi dalam proses pembelajaran, penguasaan konsep dan kemandirian belajar masih rendah karena pebelajar masih memiliki ketergantungan yang tinggi pada orang lain. Diperlukan perbaikan dalam proses pembelajaran melalui constructivist blended learning model (CBLM) sebagai model pembelajaran yang mengkombinasikan pembelajaran face to face dengan pembelajaran online berpendekatan kontruktivistik, sehingga pebelajar aktif, dapat membangun pengetahuan mereka sendiri, secara subjektif, dinamis dan berkembang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji: (1) perbedaan penguasaan konsep antara pebelajar yang diberikan perlakukan pembelajaran dengan CBLM dan face to face (F2F), (2) perbedaan penguasaan konsep antara pebelajar yang mempunyai self efficacy tinggi dan self efficacy rendah, (3) interaksi antara model pembelajaran (CBLM dan F2F) dan self efficacy (tinggi dan rendah) terhadap penguasaan konsep, (4) perbedaan kemandirian belajar antara pebelajar yang diberikan perlakuan pembelajaran dengan CBLM dan F2F, (5) perbedaaan kemandirian belajar antara pebelajar yang mempunyai self efficacy tinggi dan self efficacy rendah, dan (6) interaksi antara model pembelajaran (CBLM dan F2F) dan self efficacy (tinggi dan rendah) terhadap kemandirian belajar. Penelitian ini menggunakan metode nonequivalent control group design faktorial 2x2. Subyek penelitian ini yaitu pebelajar semester 1 jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Pendidikan Ganesha yang berjumlah 80 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner untuk mengukur self efficacy, kemandirian belajar dan tes penguasaan konsep. Data analisis dengan mengunakan MANOVA (Multivariate Analysis of Variance). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) penguasaan konsep antara pebelajar yang diberikan perlakuan pembelajaran dengan CBLM dan F2F menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan. Hal ini dapat dibuktikan dengan nilai F= 19,730 dengan probabilitas (p) = 0,000, (2) penguasaan konsep antara pebelajar yang memiliki self efficacy tinggi dan self efficacy rendah menunjukkan perbedaan yang signifikan. Hal ini dapat dibuktikan dengan nilai F= 16,699 dengan probabilitas (p) = 0,000, (3) tidak ada interaksi antara model pembelajaran (CBLM and F2F) dan self efficacy terhadap penguasaan konsep. Hal ini dibuktikan dengan nilai F= 0.004 dengan probabilitas (p) = 0,953, (4) kemandirian belajar antara pebelajar yang diberikan perlakuan pembelajaran dengan CBLM dan F2F menunjukkan perbedaan yang signifikan. Hal ini dapat dibuktikan dengan disajikan pada tabel 4.10 nilai F= 67,100 dengan probabilitas (p) = 0,000, (5) penguasaan konsep antara pebelajar yang memiliki self efficacy tinggi dan self efficacy rendah menunjukkan perbedaan yang signifikan. Hal ini dapat dibuktikan dengan nilai F= 27,338 dengan probabilitas (p) = 0,000, dan (6) terdapat interaksi antara model pembelajaran (CBLM dan F2F) dan Self Efficacy terhadap kemandirian belajar. Hal ini dapat dibuktikan dengan nilai Fhitung = 22,144 dengan probabilitas (p) =.0,000. CBLM dan self efficacy terbukti efektif meningkatkan penguasaan konsep dan kemandirian belajar. Oleh karena itu, direkomendasikan kepada: 1) seluruh sivitas akademika di perguruan tinggi, agar hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan referensi bagi pengembangan ilmu pendidikan khususnya tentang model pembelajaran yang mampu mengembangkan, meningkatkan penguasaan konsep dan kemandirian belajar; 2) Pembelajar, agar lebih memilih dan menggunakan CBLM dalam proses pembelajaran untuk mengoptimalkan pengintegrasian teknologi dalam pembelajaran; 3) peneliti lainnya, untuk melaksanakan penelitian lanjutan dalam rangka pengujian yang diperluas pada berbagai bidang ilmu dan jenjang pendidikan.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Jurusan Teknologi Pendidikan (TEP) > S3 Teknologi Pembelajaran
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 28 Jan 2020 04:29
Last Modified: 09 Sep 2020 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/115047

Actions (login required)

View Item View Item