Pengaruh strategi hybrid learning dan self efficacy mahasiswa PGSD terhadap pemahaman dan aplikasi konsep pembelajaran sains / Widdy Harce Frans Rorimpandey

Rorimpandey, Widdy Harce Frans (2020) Pengaruh strategi hybrid learning dan self efficacy mahasiswa PGSD terhadap pemahaman dan aplikasi konsep pembelajaran sains / Widdy Harce Frans Rorimpandey. Doctoral thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

RINGKASAN Widdy H.F Rorimpandey. 2019. Pengaruh Strategi Hybrid Learning dan Self Efficacy mahasiswa PGSD Terhadap Pemahaman dan Aplikasi Konsep Pembelajaran Sains. Disertasi, Program Studi Teknologi Pembelajaran, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Prof.Dr.I Inyoman Sudana Degeng, M.Pd., (2) Prof.Dr.Punaji Setyosari, M.Pd.,M.Ed., (3) Saida Ulfa, ST, M.Edu.,Ph.D. Kata kunci : hybrid learning, self efficacy, pemahaman konsep, aplikasi konsep, pembelajaran sains Abad 21 merupakan era perkembangan teknologi digital yang sangat pesat. Era ini disebut dengan industri 4.0. Perkembangan industri 4.0 mempengaruhi banyak aspek kehidupan manusia termasuk aspek pendidikan. Pada aspek pendidikan semua komponen berupaya untuk menyesuaikan dengan perkembangan tersebut. Para guru dan calon guru perlu melakukan inovasi dan kreativitas dalam merancang, melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran. Hybrid learning merupakan salah satu inovasi dalam bidang pembelajaran. dalam pelaksanaannya ia menggabungkan antara online learning (pembelajaran daring) dan pembelajaran tatap muka. Dalam taksonomi pembelajaran hybrid learning termasuk variable metode yang mempengaruhi hasil belajar namun hasil belajar optimal tidak hanya dipengaruhi oleh variable metode tetapi juga oleh variable kondisi, seperti self efficacy. Dalam penelitian ini self efficacy merupakan variable moderator yang diduga turut mempengaruhi pemahaman dan aplikasi konsep pembelajaran sains. Penelitian ini bertujuan ; (1) Menguji perbedaan hasil belajar pemahaman konsep antar kelas yang diberi perlakuan strategi hybrid learning dan kelas tatap muka, (2) Menguji perbedaan hasil belajar pemahaman konsep antar pebelajar yang mempunyai self Efficacy tinggi dan rendah, (3) Menguji perbedaan hasil belajar aplikasi konsep antar kelas yang diberi perlakuan hybrid learning dan kelas tatap muka, (4) Menguji perbedaan hasil belajar aplikasi konsep antar pebelajar yang mempunyai self efficacy tinggi dan rendah, (5) Menguji pengaruh interaksi antar strategi hybrid learning dan self efficacy terhadap pemahaman konsep, dan (6) Menguji pengaruh interaksi antar strategi hybrid learning dan self efficacy terhadap aplikasi konsep. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimen. Subjek penelitian melibatkan 144 mahasiswa program studi PGSD Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Manado. Mereka dibagi kedalam kelas eksperimen dan kontrol. Setiap kelas terdiri atas 62 mahasiswa. Instrumen penelitian menggunakan angket dan tes. Angket digunakan untuk mengukur tingkat self efficacy mahasiswa, sementara tes digunakan untuk mengukur pemahaman dan aplikasi konsep pembelajaran sains. teknik analisis data yang digunakan adalah Multivariate Analysis of Variance (MANOVA), dan level alpa 0,05. Berdasarkan analisis data, hasil yang diperoleh adalah ; (1) Ada perbedaan hasil belajar pemahaman konsep antar mahasiswa yang diberi perlakuan strategi hybrid learning dan tatap muka ( P = 0,000). Kelas eksperimen memperoleh hasil belajar konseptual lebih tinggi daripada kelas control. Itu berarti strategi hybrid learning lebih efektif meningkatkan pemahaman konsep daripada pembelajaran tatap muka. (2) Ada perbedaan hasil belajar pemahaman konsep antar mahasiswa yang mempunyai self efficacy tinggi dan rendah ( P = 0,000). Mahasiswa yang memiliki self efficacy tinggi memperoleh nilai hasil belajar pemahaman konsep lebih tinggi daripada mahasiswa yang memiliki self efficacy rendah. Artinya kondisi self efficacy sangat mempengaruhi prilaku belajar dan hasil belajar mahasiswa. (3) Ada perbedaan hasil belajar aplikasi konsep antar mahasiswa yang diberi perlakuan hybrid learning dan tatap muka ( P =0,000). Kelas eksperimen memperoleh hasil belajar konseptual lebih tinggi daripada kelas kontrol. Itu berarti strategi hybrid learning lebih efektif meningkatkan aplikasi konsep daripada pembelajaran tatap muka. (4) Ada perbedaan hasil belajar aplikasi konsep antar mahasiswa yang mempunyai self efficacy tinggi dan rendah ( P =0,000). Mahasiswa yang memiliki self efficacy tinggi memperoleh nilai hasil belajar aplikasi konsep lebih tinggi daripada mahasiswa yang memiliki self efficacy rendah. Artinya kondisi self efficacy sangat mempengaruhi prilaku belajar dan hasil belajar mahasiswa., (5) Tidak ada interaksi antara strategi hybrid learning dan self efficacy mahasiswa terhadap pemahaman konsep (P = 0,480). Strategi hybrid learning efektif meningkatkan hasil belajar pemahaman mahasiswa lepas dari kondisi self efficacy yang dimiliki mahasiswa, dan (6) ada interaksi antar strategi hybrid learning dan self efficacy terhadap aplikasi konsep ( P =0,000). Strategi hybrid learning dan self efficacy secara bersama-sama mempengaruhi hasil belajar aplikasi konsep mahasiswa.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Jurusan Teknologi Pendidikan (TEP) > S3 Teknologi Pembelajaran
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 08 Jan 2020 04:29
Last Modified: 09 Sep 2020 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/115043

Actions (login required)

View Item View Item