Pengaruh strategi inverted classroom dan self regulated learning terhadap hasil belajar kognitif konseptual dan prosedural / Hendrikus Midun

Midun, Hendrikus (2020) Pengaruh strategi inverted classroom dan self regulated learning terhadap hasil belajar kognitif konseptual dan prosedural / Hendrikus Midun. Doctoral thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK BAHAS INDONESIA Midun, Hendrikus. 2019. Pengaruh Strategi Inverted Classroom dan Self-Regulated Learning Terhadap Hasil Belajar Kognitif Konseptual dan Prosedural. Disertasi, Program Studi Teknologi Pembelajaran, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. I Nyoman Sudana Degeng, M.Pd., (II) Dr. Dedi Kuswandi, M.Pd., (III) Saida Ulfa, M.Ed, Ph.D. Kata-kata kunci:inverted classroom, petunjuk belajar tertulis, self-regulated learning, hasil belajar kognitif konseptual, dan hasil belajar kognitif prosedural. Pada era revolusi industi 4.0, internet tidak hanya berperan menyampaikan informasi, tetapi sebagai suatu sistem pembelajaran yang interaktif, kolaboratif, dan pembelajaran mandiri. Inverted Classroom (IC) merupakan salah satu strategi pembelajaran favorit di era revolusi industi 4.0. Sebagai suatu strategi pembelajaran yang relatif baru, IC telah banyak diteliti sejak dipromosikan tahun 2007 sampai sekarang. Pada umumnya, penelitian-penelitian yang telah dilakukan, membandingkan antara pembelajaran IC dengan pembelajaran tradisional; dan sebagian besar menyimpulkan bahwa model pembelajaran IC lebih efektif daripada pembelajaran tradisional, baik proses pembelajaran maupun hasil belajar. Namun demikian, penelitian-penelitian tersebut, belum banyak mengungkapkan bahwa efektivitas penerapan model pembelajaran IC dipengaruh oleh faktor-faktor kondisi siswa, seperti Relf-Regulated Learning (SRL). Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh IC dan SRL terhadap hasil belajar kognitif konseptual dan prosedural. Ada enam hipotesis penelitian ini: (1) ada pengaruh IC terhadap hasil belajar kognitif konseptual, (2) ada pengaruh IC terhadap hasil belajar kognitif prosedural, (3) ada pengaruh SRL terhadap hasil belajar kognitif konseptual, (4) ada pengaruh SRL terhadap hasil belajar kognitif prosedural, (5) ada pengaruh interaksi IC dan SRL terhadap hasil belajar konseptual, dan (5) ada pengaruh interaksi IC dan SRL terhadap hasil belajar prosedural. Penelitian ini melibatkan 78 mahasiswa PGSD STKIP Santu Paulus Ruteng, Flores. Mereka dibagi ke dalam kelas eksperimen dan kontrol. Setiap kelas terdiri atas 39 mahasiswa. Desain penelitian ini menggunakan quasi-experiment dengan pretest posttest control group design. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket dan tes. Angket digunakan untuk mengukur SRL dan tes untuk mengukur hasil belajar kognitif konseptual dan prosedural. Penelitian ini dilakukan dalam tiga tahap. (1) Tahap pra-eksperimen, mencakup survei tentang kebiasaan mahasiswa menggunakan media daring, pengembangan materi ajar dan validasasi, pengembangan dan validasi instrumen, pengukuran kemampuan awal dan SRL mahasiswa, dan pembuatan kelompok daring. (2) Tahap eksperimen merupakan tahap perlakuan (penerapan strategi Inverted Classroom). Baik kelas eksperimen dan kontrol menggunaan strategi pembelajaran IC, tetapi kelas eksperimen dibantu dengan petunjuk belajar tertulis, sedangkan kelas kontrol denganpetunjuk belajar lisan. (3) Tahap pasca-eksperimen, mencakup pengukuran hasil belajar siswa. Teknik analisis data menggunakan Multivariate Analysis of Variance (MANOVA). Pengujian hipotesis dilakukan setelah memenuhi normalitas data dan homogenitas varians. Hasil analisis data menemukan bahwa: (1) mahasiswa kelas eksperimen memperoleh hasil belajar lebih tinggi daripada mahasiwa kelas kontro, baik hasil belajar kognitif konseptual maupun prosedural; (2) mahasiswa yang memiliki level SRL tinggi memperoleh hasil belajar lebih tinggi daripada mahasiswa yang memiliki level SRL sedang dan rendah, baik kemampuan kognitif konseptual maupun prosedural; (3) hasil belajar kognitif konseptual lebih tinggi daripada hasil belajarkognitif prosedural, baik pada kelas eksperimen maupun kontrol. Berdasarkan temuan tersebut, kesimpulan penelitian ini adalah: (1) Ada pengaruh penerapan strategiIC terhadap hasil belajar kognitif konseptual; (2) Ada pengaruh penerapan strategiIC terhadap hasil belajar kognitif prosedural; (3) Ada pengaruh level SRL terhadap hasil belajar kognitif konseptual; (4) Ada pengaruh level SRL terhadap hasil belajar kognitif prosedural; (5) Tidak ada pengaruh interaksi strategiIC dan SRL terhadap hasil belajar kognitif konseptual, dan (6) Tidak ada pengaruh interaksi strategiIC dan SRL terhadap hasil belajar kognitif prosedural. Artinya, strategi pembelajaran IC sebagai variabel metode berpengaruh terhadap hasil belajar kognitif konseptual dan prosedural lepas dari (atau tanpa harus digunakan bersama dengan) SRL sebagai variabel kondisi pembelajaran. Berdasar temuan dan kesimpulan penelitian, penelitian ini memiliki saran-saran pemanfaatan dan penelitian lebih lanjut. (1) Saran pemanfaatan, mencakup: a) Lembaga pendidikan, perlu menyediakan petunjuk belajar tertulis yang jelas sebagai bentuk bantuan belajar bagi pebelajar, sehingga mereka dapat melakukan aktivitas belajar lebih mudah dan terarah. Hal itudidukungolehhasilpenelitian yang menunjukkanbahwapenggunaanpetunjukbelajartertulislebihungguldaripadapetunjukbelajarlisan; b) Lembaga pendidikan lebih mengutamakan upaya-upaya pedagogis untuk meningkatkan kondisi SRL pesertadidik daripada penyampaian pesan-pesan pembelajaran. Hal inididukungolehhasilpenelitian yang menunjukkanbahwa SRL berpengaruhlebihkuatterhadaphasilbelajarpesertadidikdaripadapenggunaanstrategi; c) Proses pembelajaran perlu mengoptimalkan menggunakan gawai dan jaringan internet dengan aplikasi yang mudah, tidak hanya sebagai media penyampai informasi kepada pebelajar, tetapi sebagai sistem pembelajaran yang interaktif, kolaboratif, dan pembelajaran mandiri. (2) Saran penelitian lebih lanjut adalah a)perlu mengidentifikasi gaya belajar pebelajar sebelum menerapkan inverted classroom; penelitian ini ditemukan bahwa penggunaan petunjuk belajar tertulis lebih efektif daripada instruksi lisan. Bisa terjadi bahwa mahasiswa kelas kontrol lebih banyak memiliki gaya belajar visual, sehingga penyampaian instruksi lisan tidak cocok dengan mereka; b) penelitianinihanyamelibatkan 78 orang mahasiswasatu program studi. Penelitian di masadepanperlu menambah subjek penelitian, baik antar program studi maupun antar fakultas, sehingga kesimpulan yang dibuat lebih kuat dan general.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Jurusan Teknologi Pendidikan (TEP) > S3 Teknologi Pembelajaran
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 02 Jan 2020 04:29
Last Modified: 09 Sep 2020 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/115042

Actions (login required)

View Item View Item