Perbedaan hasil belajar sejarah menggunakan model pembelajaran discovery dan pembelajaran ekspositori melalui efikasi diri pada siswa kelas X SMAN 8 Malang / Evy Kartika Candra

Candra, Evy Kartika (2019) Perbedaan hasil belajar sejarah menggunakan model pembelajaran discovery dan pembelajaran ekspositori melalui efikasi diri pada siswa kelas X SMAN 8 Malang / Evy Kartika Candra. Masters thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

v RINGKASAN Kartika Candra, Evy.2018. “Perbedaan Hasil Belajar Sejarah Menggunakan Model Pembelajaran Discovery Dan Pembelajaran Ekspositori Melalui Efikasi Diri Pada Siswa Kelas X SMAN 8 Malang” . Tesis, Jurusan Pendidikan Sejarah, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Joko Sayono, M.Pd, M.Hum (2) Dr. Sukamto, M.Pd, M.Si Kata Kunci : Pembelajaran Discovery, Pembelajaran Ekspositori, Efikasi Diri. Hasil Belajar Pada Kurikulum 2013 pemerintah berusaha menerapkan semua model pendidikan yang mengarah pada pembangunan nilai dan budaya yang kuat, bahkan Kurikulum 2013 menjadikan pendidikan karakter sebagai bahan wajib yang harus ada di setiap mata pelajaran. Salah satu mata pelajaran yang dianggap penting untuk membentuk karakter kuat bangsa adalah mata pelajaran Sejarah. Hal tersebut dikarenakan dalam pelajaran Sejarah mengandung nilai-nilai sejarah yang dapat digunakan untuk mengembangkan diri dan membentuk masyarakat yang berkarakter. Selama ini pembelajaran Sejarah banyak yang masih menggunakan model pembelajaran lama seperti Ekspositori. Metode Ekspositori adalah strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses penyampaian materi secara verbal (ceramah) dari seorang guru kepada siswa dengan maksud agar siswa dapat menguasai materi pelajaran secara optimal, sehingga membuat siswa tergantung pada guru, cepat bosan dan akhirnya kurang inovatif. Untuk memaksimalkan pembelajaran Sejarah dalam pembentukan karakter peserta didik, diperlukan pengubahan pola pembelajaran yang efektif, yaitu menerapkan model pembelajaran yang terpusat pada siswa dan mulai meminimalkan pembelajaran yan terpusat pada guru, sehinga siswa akan semakin termotivasi dan inovatif. Salah satu model pembelajaran yang bisa menjawab permasalahan tersebut adalah model Pembelajaran Discovery, dalam model Pembelajaran Discovery ini siswa dituntut untuk belajar mandiri, menemukan konsep sehingga membuat pembelajaran menjadi menyenangkan dan siswa menjadi inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan peningkatan hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran discovery dengan model pembelajaran ekspositori melalui Efikasi diri. Alasan yang menyebabkan peneliti menggunakan model pembelajaran Discovery adalah karena selama ini model pembelajaran Discovery sering digunakan dalam pembelajaran eksakta atau MIPA dan berhasil dengan baik, untuk itu peneliti mencoba untuk menerapkan model pembelajaran Discovery pada mata pelajaran Sejarah, karena dengan peserta didik lebih berperan banyak diharapkan pelajaran Sejarah menjadi pelajaran yang menyenangkan buat peserta didik ,materi mudah terserap dan dipahami vi Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantiatif dengan jenis Pre Experimental Design . bentuk Pre Experimental Design untuk penelitian ini adalah One-Group Pretest-Posttest Design . Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X di SMA Negeri 8 Malang. Sampel penelitian diambil satu kelas yaitu kelas X IPS 3 dengan jumlah 34 orang siswa Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Discovery mengalami peningkatan hasil belajar yang lebih besar daripada model pembelajaran Ekspositori. Hal itu memberikan makna bahwa model pembelajaran Discovery mempunyai peran penting untuk meningkatkan hasil belajar. Sedangkan variabel efikasi diri merupakan salah satu faktor atau bukan satu satunya faktor mutlak yang mempengaruhi prestasi belajar. ini dikarenakan variabel efikasi diri tidak secara langsung mempengaruhi perubahan tinggi rendahnya variabel hasil belajar. Hal tersebut dibuktikan dengan rerata hasil belajar peserta didik dengan model pembelajaran Discovery pada efikasi diri tinggi 25,00 lebih baik dibandingkan dengan rata-rata hasil belajar peserta didik dengan model pembelajaran Discovery pada efikasi diri rendah 21,73. Rata-rata hasil belajar peserta didik dengan model pembelajaran ekspositori pada efikasi diri tinggi 23,47 , sedangkan rata-rata hasil belajar peserta didik dengan model pembelajaran ekspositori pada efikasi diri rendah 21,60.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial (FIS) > Jurusan Sejarah (SEJ) > S2 Pendidikan Sejarah
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 20 Feb 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/113853

Actions (login required)

View Item View Item