Pengembangan modul berbasis sejarah lokal Delta Brantas masa Hindu-Buddha abad XI-XIV untuk meningkatkan pemahaman dan minat belajar siswa di SMAN 1 Gedangan / Sunariyadi Maskurin

Maskurin, Sunariyadi (2018) Pengembangan modul berbasis sejarah lokal Delta Brantas masa Hindu-Buddha abad XI-XIV untuk meningkatkan pemahaman dan minat belajar siswa di SMAN 1 Gedangan / Sunariyadi Maskurin. Masters thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

RINGKASAN Maskurin, Sunariyadi. 2018. Pengembangan Modul Berbasis Sejarah Lokal Delta Brantas Masa Hindu-Buddha Abad XI-XIV Untuk Meningkatkan Pemahaman dan Minat Belajar Siswa di SMAN 1 Gedangan. Tesis. Program Studi Pendidikan Sejarah, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Ari Sapto, M.Hum., (II) Dr. Blasius Suprapta, M.Hum. Kata Kunci : Modul Sejarah Lokal, Delta Brantas, Pemahaman dan Minat Belajar Pendidikan merupakan bagian penting dalam perkembangan suatu bangsa. Pendidikan memberikan kesadaran bagi masyarakat suatu bangsa tentang tantangan yang sedang dihadapi. Pembelajaran sejarah di SMAN 1 Gedangan Sidoarjo memiliki beberapa kendala salah satunya adalah tidak tersedianya sumber belajar yang membahas sejarah lokal Delta Brantas. Pengembangan modul berbasis sejarah lokal Delta Brantas didasarkan pada peninggalan sejarah yang terdapat di Delta Brantas, seperti candi, prasasti dan situs. Pengembangan modul bertujuan meningkatkan pemahaman dan minat belajar sejarah siswa kelas X SMAN 1 Gedangan Sidoarjo. Selain itu siswa juga dapat mengetahui dan mengidentifikasi peninggalanpeninggalan sejarah yang terdapat di daerahnya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menghasilkan Modul Berbasis Sejarah Lokal Delta Brantas Masa Hindu-Buddha Abad XI-XIV untuk Meningkatkan Pemahaman dan Minat Belajar Siswa di SMAN 1 Gedangan, (2) memenuhi kelayakan produk modul, yaitu valid, efektif, praktis dan menarik dan (3) melihat keefektifan modul sejarah dalam meningkatkan pemahaman dan minat belajar siswa. Penelitian ini menggunakan model pengembangan Borg dan Gall (1983) karena langkah-langkah yang digunakan sesuai dengan produk modul dan mudah dipahami. Dalam penelitian ini data diperoleh data dari angket dan hasil tes kongnitif yang dilakukan peneliti di lapangan. Dalam mengumpulkan data melalui observasi, peneliti menggunakan refrensi berupa buku-buku tertulis dalam penyusunan materi pembelajaran untuk mengecek keabsahan data. Hasil validasi menunjukkan (1) validasi ahli bahasa mendapatkan skor 78% yang menunjukkan kriteria “cukup valid”, (2) validasi ahli materi mendapatkan skor 90% yang menunjukkan kategori “valid”, (3) hasil keefektifan modul mendapatkan skor rerata 92% dengan kriteria “sangat efektif”, (4) hasil uji coba kelompok kecil mendapatkan rerata skor kepraktisan 82% dengan kriteria “praktis” dan rerata skor kemenarikan 88% dengan kriteria “sangat menarik”, (5) hasil uji coba kelompok besar mendapatkan rerata skor 86% untuk kepraktisan dengan kriteria “praktis” dan untuk kemenarikan mendapatkan skor rerata 86% dengan kriteria “sangat menarik”, (6) hasil angket guru untuk kepraktisan mendapatkan skor 95% dengan kriteria “praktis”, untuk kemenarikan mendapatkan skor 96% dengan kriteria “sangat menarik”, (7) hasil tes pemahaman antara kelas kontrol mendapatkan skor 59% atau dengan kriteria “kurang” dan hasil tes pemahaman kelas eksperimen mendapatkan skor 83% dengan kriteria “baik”, (8) hasil minat belajar kelas kontrol mendapat skor 48% dengan kategori “cukup berminat” dan hasil minat kelas eksperimen mendapatkan skor 83% dengan kategori “sangat berminat”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan modul berbasis sejarah lokal Delta Brantas masa Hindu-Buddha abad XI-XIV dapat meningkatkan pemahaman dan minat belajar siswa. Hal tersebut sesuai dengan data tes pemahaman yang menunjukkan kelas kontrol dari 35 siswa yang tuntas hanya 3 siswa dengan nilai rata-rata 62%, sedangkan untuk kelas eksperimen yang tuntas 33 siswa dan 3 siswa tidak tuntas dari total 36 siswa. Selain itu dengan adanya modul ini dapat membantu siswa untuk mengetahui dan mengidentifikasi peninggalan sejarah di daerahnya. Hal ini karena produk modul sudah memenuhi kriteria kevalidan dan kepraktisan sebagai bahan ajar. Pada akhirnya modul berbasis sejarah lokal Delta Brantas masa Hindu-Buddha ini tidak hanya dibutuhkan oleh guru dan siswa di SMAN 1 Gedangan namun juga oleh guru dan siswa di sekolah-sekolah yang lain di Sidoarjo untuk mendukung materi sejarah Indonesia masa Hindu-Buddha dengan fokus di kawasan Delta Brantas.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial (FIS) > Jurusan Sejarah (SEJ) > S2 Pendidikan Sejarah
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 02 Jul 2018 04:29
Last Modified: 09 Sep 2018 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/113843

Actions (login required)

View Item View Item