Pengembangan buku ajar komunitas serangga di hutan musim Taman Nasional Baluran berbasis problem based learning untuk meningkatkan literasi sains dan sikap peduli lingkungan mahasiswa / Danial Mursyd

Danial (2019) Pengembangan buku ajar komunitas serangga di hutan musim Taman Nasional Baluran berbasis problem based learning untuk meningkatkan literasi sains dan sikap peduli lingkungan mahasiswa / Danial Mursyd. Masters thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

RINGKASAN Mursyd, Danial. 2019. Pengembangan Buku Ajar Komunitas Serangga Di Hutan Musim Taman Nasional Baluran Berbasis Problem-Based Learning Untuk Meningkatkan Literasi Sains Dan Sikap Peduli Lingkungan Mahasiswa. Tesis, Program Studi Pendidikan Biologi, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Ir. Suhadi, M.Si. (II) Dr. Fathurrohman, M.Si. Kata Kunci: Buku ajar, problem-based learning, komunitas serangga, literasi sains, sikap peduli lingkungan Penyelenggaraan pendidikan tinggi merupakan tanggapan pemerintah dalam menanggapi pendidikan dan ketenagakerjaan di masa depan yang mengarahkan pencapaian kompetensi dan dimuat dalam Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia atau KKNI. Pendidikan tinggi dilaksanakan dengan prinsip pembelajaran berpusat pada mahasiswa dengan memperhatikan lingkungan sekitar secara selaras dan seimbang. Pemanfaatan lingkungan dapat menunjang mahasiswa dalam memahami materi yang diberikan terutama materi ekologi yang erat kaitannya dengan lingkungan. Materi ekologi dapat memuat dan memanfaatkan permasalahan terkait struktur komunitas seperti komunitas serangga. Keberadaan serangga dapat kita temui di lingkungan sekitar kita, baik di area perumahan, sekolah, maupun di taman-taman kampus. Komunitas serangga juga dapat kita temui di habitat alami, salah satunya adalah di Taman Nasional Baluran. TN Baluran sebagai daerah konservasi juga bisa menghindari terjadinya permasalahan lingkungan mengganggu kelangsungan kehidupan flora dan fauna termasuk komunitas serangga. Gangguan yang terjadi terhadap komunitas serangga dapat dijadikan bahan pembelajaran agar mahasiswa dapat mengkontruksi pengetahuannya dari berbagai masalah dunia nyata terkait struktur komunitas. Upaya dalam memahami, mengaplikasikan dan memecahkan masalah tersebut, mahasiswa perlu untuk meningkatkan literasi sains. Literasi sains mahasiswa perlu ditingkatkan guna menghasilkan kemampuan dalam menggunakan sains seperti memahami sains dan mengkomunikasikan sains baik secara lisan maupun tulisan sehingga dengan literasi sains mahasiswa memiliki kepekaan dan sikap peduli terhadap lingkungan sekitar. Hal ini perlu didukung oleh proses pembelajaran yang sesuai dengan sumber belajar yang tepat dan dapat mengakomodasi model pembelajaran untuk meningkatkan literasi sains dan sikap peduli lingkungan mahasiswa. Buku ajar berbasis problem-based learning menjadi solusi terkait permasalahan yang ditemukan ketika analisis kebutuhan. Berdasarkan analisis kebutuhan, buku ajar ini merupakan buku pegangan yang diperlukan oleh mahasiswa dan dosen yang digunakan sebagai sarana penyempurna dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian dan pengembangan ini dilakukan dengan dua tahap, yaitu penelitian tahap I bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan komunitas serangga di kawasan hutan musim di Taman Nasional Baluran dan penelitian tahap II bertujuan menghasilkan buku ajar komunitas serangga hutan musim Taman Nasional Baluran berbasis problem based learning untuk meningkatkan literasi sains dan sikap peduli lingkungan mahasiswa yang memenuhi syarat kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan. Penelitian tahap I merupakan penelitian deskriptif ekploratif yang bertujuan mendeskripsikan komunitas serangga hutan musim TN Baluran. teknik yang digunakan adalah teknik purposive sampling dengan metode direct sweeping, light trap, dan pitfall trap. Data yang diperoleh di analisis kelimpahan (K), kelimpahan relatif (KR), frekuensi (F), frekuensi relatif (FR), indeks nilai penting (INP), keanekaragaman (H), kemerataan (E), dan kekayaan (R). Penelitian tahap II menggunakan model ADDIE. Buku ajar yang dihasilkan divalidasi oleh validator dan di uji coba dengan desain penelitian Pre-Experimental Design yaitu One-Group Pretest-Posttest Design. Data yang diperoleh berupa data kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian tahap I menunjukkan hasil pencuplikan dengan metode direct sweeping pada stasiun I diperoleh nilai indeks keanekaragaman 1.05, indeks kemerataan 0.409, dan indeks kekayaan 1,648, sedangkan stasiun II nilai indeks keanekaragaman 0,71, indeks kemerataan 0,512, indeks kekayaan 0.543. Hasil pencuplikan dengan metode light trap pada stasiun I diperoleh nilai indeks keanekaragaman 2,28, indeks kemerataan 0.788, dan indeks kekayaan 2,814, sedangakan stasiun II nilai indeks keanekaragaman 2,26, indeks kemerataan 0,781, indeks kekayaan 2,936. Hasil pencuplikan dengan metode pitfall trap pada stasiun I diperoleh nilai indeks keanekaragaman 0,49, indeks kemerataan 0,252, dan indeks kekayaan 1,123, sedangakan stasiun II diperoleh nilai indeks keanekaragaman 0,91, indeks kemerataan 0,656, indeks kekayaan 0,64. Hasil penelitian tahap II menunjukkan hasil validasi dari ahli materi 93,33% dengan kategori sangat valid, ahli media 95% dengan kategori sangat valid, praktisi lapangan 75% dengan kategori praktis, uji coba kelompok kecil diperoleh 82,78%. Nilai N-Gain buku ajar terhadap literasi sains sebesar 0,48 dengan kategori sedang dan nilai N-gain buku ajar terhadap sikap peduli lingkungan sebesar 0,28% dengan kategori rendah.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Jurusan Biologi (BIO) > S2 Pendidikan Biologi
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 07 Aug 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/112745

Actions (login required)

View Item View Item