Pengembangan modul berbasis discovery learning berdasarkan karakterisasi F1 pewarisan maternal effect persilangan kedelai varietas Panderman dengan galur harapan tahan CpMMV / Arfiatul Isnaini

Arfiatul (2019) Pengembangan modul berbasis discovery learning berdasarkan karakterisasi F1 pewarisan maternal effect persilangan kedelai varietas Panderman dengan galur harapan tahan CpMMV / Arfiatul Isnaini. Masters thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

RINGKASAN Isnaini, Arfiatul. 2019. Pengembangan Modul Berbasis Discovery Learning Berdasarkan Karakterisasi F1 Pewarisan Maternal Effect Persilangan Kedelai Varietas Panderman Dengan Galur Harapan Tahan CpMMV. Tesis, Program Studi Pendidikan Biologi, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. Siti Zubaidah, M.Pd., (2) Dr. Heru Kuswantoro, M.P. Kata Kunci: kedelai, maternal effect, modul, discovery learning Kedelai termasuk jenis tanaman pangan yang banyak di konsumsi masyarakat Indonesia. Kandungan gizi pada kedelai cukup tinggi dan harganya juga terjangkau sehingga permintaan kedelai cukup tinggi yakni sebesar 2,2 juta ton akan tetapi produksi di Indonesia belum mampu mencukupi sehingga masih perlu dilakukan impor kedelai. Peningkatan produktivitas kedelai dapat diatasi dengan cara mengembangkan hibrida unggul melalui pemuliaan tanaman. Faktor penting dalam tahap seleksi untuk menilai ekspresi sifat dan menentukan individu yang terpilih adalah maternal effect. Hasil analisis maternal effect berkaitan erat dengan konten materi pada siswa SMK Pertanian program keahlian Agribisnis Tanaman. Materi sangat penting untuk memberikan pemahaman dan keterampilan bagi siswa. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan bahwa siswa memerlukan sumber belajar yang lengkap, materi mendalam dan disajikan per topik sehingga membantu menguasai konsep secara lebih matang. Diantara berbagai jenis bahan ajar, yang memiliki kelebihan bersifat mandiri dan dapat digunakan tanpa bantuan penuh dari guru adalah modul. Modul yang dikembangkan akan diterapkan dengan berbasis model pembelajaran agar lebih terarah. Pembelajaran berbasis discovery learning dapat memotivasi keinginan belajar dan hasil belajar karena siswa terlibat langsung dalam aktivitas pembelajaran dan menemukan konsepnya sendiri. Penggunaan modul yang memuat informasi hasil penelitian diharapkan dapat menambah pemahaman dan keterampilan bidang siswa. Penelitian dilakukan dalam dua tahap yakni yang pertama dilakukan untuk menganalisis maternal effect kedelai melalui karakterisasi beberapa ciri morfologi dan agronomi. Analisis dilakukan dengan menggunakan rumus maternal effect. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh maternal effect pada karakter panjang mahkota bunga dan lebar mahkota bunga, yaitu persilangan Panderman x UM 2.4, Panderman x UM 6.1, dan Panderman x UM 7.3; sedangkan pada karakter panjang kelopak bunga terdapat tiga persilangan, yaitu persilangan Panderman x UM 2.4, Panderman x UM 6.1, dan Panderman x UM 6.2; serta terdapat dua persilangan pada karakter panjang putik, yaitu Panderman x UM 2.4 dan Panderman x UM 3.2; pada karakter panjang daun, yaitu persilangan Panderman x UM 7.2; pada karakter lebar daun, yaitu persilangan Panderman x UM 2.4; pada karakter tebal daun terdapat dua persilangan, yaitu Panderman x UM 6.3 dan Panderman x UM 7.6; kemudian pada karakter panjang petiol daun juga terdapat dua persilangan, yaitu Panderman x UM 2.4 dan Panderman x UM 7.2; pada karakter polong tua, yaitu pada persilangan Panderman x UM 2.4 dan Panderman x UM 7.2 untuk karakter panjang panjang polong tua; pada persilangan Panderman x UM 2.4 dan Panderman x UM 6.3 untuk karakter lebar polong tua; serta pada persilangan Panderman x UM 2.4 dan Panderman x UM 3.2 untuk karakter tebal polong tua; pada karakter panjang biji, yaitu pada persilangan Panderman x UM 3.4 dan Panderman x UM 7.2 serta berbeda nyata pula pada persilangan Panderman x UM 7.3 untuk karakter lebar biji; pada karakter agronomi, yaitu pada persilangan Panderman x UM 6.1 untuk karakter berat biji per tanaman; pada persilangan Panderman x UM 2.4, Panderman x UM 3.4, Panderman x UM 6.1, Panderman x UM 6.3, Panderman x UM 7.3 untuk karakter berat 100 biji; pada persilangan Panderman x UM 6.2 untuk karakter tinggi panen; serta pada persilangan Panderman x UM 3.4 dan Panderman x UM 6.1 untuk karakter jumlah polong hampa. Penelitian tahap dua berkenaan dengan pengembangan modul berbasis discovery learning dengan mengintegrasikan hasil penelitian pada tahap pertama. Modul yang dikembangkan memuat 3 unit belajar yang didalamnya terdapat sintaks discovery learning dan juga dilengkapi dengan komponen modul yang lain. Validasi dilakukan oleh dosen jurusan Pertanian untuk menilai aspek materi, dan dari dosen jurusan Teknologi Pendidikan untuk menilai dari aspek media. Selain itu validasi juga dilakukan oleh guru di sekolah yang bersangkutan untuk menilai kepraktisan. Ujicoba dilakukan di SMKN 1 Sumber dengan siswa sejumlah 20 orang dari kelas XI. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa modul sudah layak dan dapat disebarluaskan dengan nilai validitasi materi 88,28%, media 98,2%, praktisi lapangan 86,25%. Hasil uji keterbacaan menggunakan angket diperoleh nilai sebesar 83,5%, artinya modul sudah dapat digunakan dan dipahami dengan baik.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Jurusan Biologi (BIO) > S2 Pendidikan Biologi
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 16 Dec 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/112729

Actions (login required)

View Item View Item