Kemampuan berpikir kritis dan literasi sains siswa pada STEM PjBL materi fluida statis disertai penilaian otentik / Nur Diana Rosyidah

Rosyidah, Nur Diana (2020) Kemampuan berpikir kritis dan literasi sains siswa pada STEM PjBL materi fluida statis disertai penilaian otentik / Nur Diana Rosyidah. Masters thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

RINGKASAN Rosyidah, Nur Diana. 2019. Kemampuan Berpikir Kritis dan Literasi Sains Siswa pada STEM PjBL Materi Fluida Statis disertai Penilaian Otentik. Tesis, Prodi Pendidikan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sentot Kusairi, S.Pd, M.Si (II) Dr. Ahmad Taufiq, S.Pd, M.Si. Kata kunci: Berpikir Kritis, Fluida Statis, Literasi Sains, Penilaian Otentik, STEM PjBL Salah satu kemampuan yang harus dimiliki siswa untuk menghadapi tantangan abad 21 ialah kemampuan berpikir kritis. Selain dituntut memiliki kemampuan berpikir kritis, kurikulum 2013 menuntut siswa untuk memiliki kebiasaan mengidentifikasi pertanyaan, menjelaskan fenomena ilmiah, serta menarik kesimpulan, hal ini dikenal dengan istilah literasi sains. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis dan literasi sains siswa berada dalam kategori rendah. Guru perlu merancang pembelajaran yang tepat untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan literasi sains siswa. Salah satu alternatif pembelajaran untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan literasi sains adalah STEM PjBL disertai penilaian otentik. STEM PjBL merupakan kombinasi proses pembelajaran yang saling melengkapi. Penilaian otentik digunakan untuk mengoptimalkan proses egineering pada tahap STEM PjBL. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis dan literasi sains siswa yang belajar dengan model STEM PjBL pada materi fluida statis. Rancangan penelitian menggunakan mixed methods tipe embedded experimental design. Subjek penelitian terdiri dari 32 siswa kelas XI MIPA 6 SMA Negeri 1 Batu. Penelitian dilaksanakan pada semester gasal tahun ajaran 2019/2020. Instrumen penelitian berupa soal kemampuan berpikir kritis yang terdiri dari enam soal uraian dengan reliabilitas 0,64 dan soal kemampuan literasi sains yang terdiri dari tujuh soal uraian dengan reliabilitas 0,66. Data kuantitatif kemampuan berpikir kritis dan literasi sains siswa dianalisis dengan wilcoxon signed rank test, paired sample t-test, N-Gain, serta d-effect size, sementara data kualitatif dianalisis dengan melalui proses pengumpulan data, reduksi, coding, penyajian data serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pada rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa. Hasil ini didukung oleh output dari perhitungan wilcoxon melalui perolehan nilai p-value sebesar 0,00 artinya ada perbedaan pada nilai pre-test posttest siswa. Peningkatan siswa berada pada kategori rendah dan pengaruh model terhadap kemampuan siswa berada pada kategori sedang, hasil ini diketahui berdasarkan perolehan N-Gain sebesar 0,16 dan d-effect size sebesar 1,05. Kemampuan berpikir kritis dilatihkan kepada siswa dalam setiap tahapan monitoring perancangan proyek. Berdasarkan data yang diperoleh didapatkan bahwa siswa mengalami peningkatan terendah pada indikator berpikir kritis bagian deduksi. Melalui analisis dari hasil jawaban serta wawancara siswa diketahui bahwa siswa mengalami kesalahan dalam memaknai konsep massa jenis, sehingga berpengaruh pada kemampuan berpikir kritis siswa. Hal serupa terjadi pada skor literasi sains siswa, melalui uji paired sample t-test didapatkan nilai p-value sebesar 0,00 artinya ada perbedaan pada skor pre-test posttest siswa. Skor literasi sains siswa meningkat dengan N-Gain sebesar 0,35 (kategori sedang) dan d-effect size sebesar 1,93 (kategori kuat). Kemampuan literasi sains dilatih pada siswa melalui diskusi fenomena ilmiah serta proses penyelidikan maupun interpretasi data. Siswa mengalami peningkatan tertinggi pada kemampuan menjelaskan fenomena ilmiah. Melalui hasil pengamatan diketahui bahwa meningkatnya kemampuan menjelaskan fenomena ilmiah disebabkan karena siswa lebih antusias saat proses diskusi dibandingkan dengan saat proses penyelidikan maupun interpretasi data.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Jurusan Fisika (FIS) > S2 Pendidikan Fisika
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 08 Jan 2020 04:29
Last Modified: 09 Sep 2020 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/111780

Actions (login required)

View Item View Item